KY Bakal Periksa Etik Hakim Agung Gazalba Saleh Tersangka Suap Rp 2,2 M


391 view
KY Bakal Periksa Etik Hakim Agung Gazalba Saleh Tersangka Suap Rp 2,2 M
(ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Hakim Agung Gazalba Saleh 

Jakarta (SIB)

KPK resmi mengumumkan Hakim Agung Gazalba Saleh (GS) sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).


Komisi Yudisial akan segera melakukan pemeriksaan etik terhadap Gazalba dan 2 orang staf Mahkamah Agung yang telah ditahan.


"Pada waktunya, KY akan menjalankan kewenangannya dalam domain etik terhadap para hakim yang diduga terlibat," kata juru bicara Komisi Yudisial, Miko Ginting, dalam keterangannya, Selasa (29/11).


Miko mengatakan, KY akan berkoordinasi dengan KPK terkait pemeriksaan etik itu apakah bersamaan atau setelah proses penegakan hukum KPK.


Hal ini untuk menjaga agar proses penegakan hukum oleh KPK 'tidak terganggu' oleh proses etik oleh KY, melainkan saling melengkapi satu dengan yang lain.


Diketahui, Gazalba telah ditetapkan sebagai tersangka namun belum ditahan.


Sedangkan 2 orang lainnya yang berstatus tersangka Prasetyo Nugroho (hakim yustisial di MA, asisten hakim agung Gazalba Saleh) dan Redhy Novarisza (staf hakim agung Gazalba Saleh) telah ditahan.


Miko mengatakan, KY menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum terhadap Gazalba Saleh di KPK.


"Komisi Yudisial tentu sangat menyayangkan dugaan perbuatan tindak pidana korupsi yang melibatkan aparatur pengadilan, termasuk hakim, ini. Namun, di sisi lain, KY mengapresiasi proses penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh KPK untuk membuat terang benderang rangkaian kasus ini," ujarnya.


Miko mengatakan KY mendukung KPK mengusut tuntas kasus korupsi di sektor peradilan (judicial corruption) dan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik kepada integritas hakim.


Miko mengatakan sejauh ini telah ada empat hakim yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, baik hakim agung maupun hakim yustisial, yaitu Hakim Agung Sudrajat Dimyati dan Gazalba Saleh.


Sementara hakim yustisial Elly Tri Pangestu dan Prasetio Nugroho.


Sebelumnya, KPK resmi mengumumkan hakim agung Gazalba Saleh (GS) sebagai tersangka korupsi. Gazalba terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa suap pengurusan perkara di lingkungan Mahkamah Agung (MA).


"Dari pengumpulan berbagai informasi maupun bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa hasil penyidikan dari perkara yang menjerat Hakim Sudrajad Dimyati, sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke penyidikan dengan mengumumkan tersangka, GS Hakim Agung pada Mahkamah Agung RI," kata Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers, Senin (28/11).


Namun hingga saat ini Gazalba Saleh belum memenuhi panggilan KPK. Oleh karena itu, KPK mengimbau Gazalba agar kooperatif terhadap panggilan penyidik KPK.


Kasus Suap Rp 2,2 M

KPK memaparkan awal mula kasus korupsi itu, Gazalba beserta dua stafnya diduga menerima uang senilai SGD 202 ribu terkait pengurusan perkara.


Hal itu disampaikan Deputi Bidang Penindakan KPK Karyoto dalam konferensi pers, Senin (28/11/2022).


Karyoto menyebut kasus ini bermula saat adanya perselisihan internal di koperasi simpan pinjam Intidana (ID) yang berujung pada pelaporan tindak pidana dan gugatan perdata.


Debitur Intidana Heryanto Tanaka (HT) kemudian menunjuk Yosep Parera (YP) dan Eko Suparno (ES) sebagai pengacara.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com