KY Minta Perketat Pengamanan saat Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Semua Harus Menahan Diri

* Brigadir Frillyan Fitri Disanksi Demosi 2 Tahun

240 view
KY Minta Perketat Pengamanan saat Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Semua Harus Menahan Diri
Foto : Tribunnews.com
Juru bicara KY Miko Ginting. 

"KY telah dan akan memonitoring perkembangan perkara ini. Kepentingan KY adalah ketika perkara ini nantinya diperiksa di muka persidangan, hakim dapat memeriksa dan memutus dalam koridor kemerdekaannya," ujarnya.

Saat ditanyakan apakah KY sudah melakukan komunikasi intensif dengan Badan Pengawas Mahkamah Agung terkait majelis hakim yang memimpin persidangan, Miko mengaku hal itu belum dilakukan.

Hanya saja kata dia, KY dan Badan Pengawas Mahkamah Agung selalu bekerjasama secara intensif dan konstruktif.

"Belum ada pembicaraan sejauh itu. Namun, selama ini kerjasama dengan MA sudah berjalan dengan erat dan konstruktif," ujar Miko.

Disanksi Demosi

Terpisah dilaporkan, Brigadir Frillyan Fitri Rosadi (FF), mantan BA Roprovos Divpropam, telah usai menjalani sidang kode etik terkait ketidakprofesionalan terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Brigadir Frillyan dikenai sanksi demosi selama dua tahun.

"Sanksi administratif, yaitu mutasi bersifat demosi selama dua tahun," kata anggota sidang etik Kombes Rachmat Pamudji seperti dilihat di YouTube Polri TV Radio, Selasa (13/9).

Selain itu, Brigadir Frillyan disebut terbukti melakukan perbuatan tercela. Lalu, ia juga diwajibkan untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang komisi kode etik dan secara tertulis ke pimpinan Polri.

"Memberikan sanksi berupa sanksi etika, yaitu perbuatan terduga pelanggar sebagai perbuatan tercela, terduga pelanggar wajib meminta maaf secara lisan di hadapan sidang komisi kode etik Polri dan secara tertulis ke pimpinan Polri," katanya.

Diketahui, dalam sidang itu, saksi yang dihadirkan sebanyak 4 orang yaitu Kompol SM, Ipda DDC, Briptu FDA dan Bharada S.

Sebagai informasi, Brigadir Frillyan Fitri sebelumnya telah dimutasi ke Yanma Polri. Mutasi ini tertuang dalam ST/1751/VIII/ KEP./2022. (KompasTV/detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com