KY Minta Perketat Pengamanan saat Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Semua Harus Menahan Diri

* Brigadir Frillyan Fitri Disanksi Demosi 2 Tahun

241 view
KY Minta Perketat Pengamanan saat Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Semua Harus Menahan Diri
Foto : Tribunnews.com
Juru bicara KY Miko Ginting. 

Jakarta (SIB)


Komisi Yudisial (KY) mengingatkan agar pengamanan pada persidangan kasus pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat diperketat.

Juru Bicara Komisi Yudisial (KY) Miko Ginting menjelaskan, keamanan merupakan salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian.

"Salah satunya (memperketat keamanan di pengadilan) aspek yang perlu diperhatikan," kata dia, Rabu (14/9), dikutip dari Tribunnews.com.

Meski menyarankan adanya pengetatan keamanan, Miko menyebut, hal itu bukan berarti publik dilarang mengawasi dan menyaksikan sidang.

"Kata kuncinya proporsionalitas, yaitu menjaga keamanan persidangan, sembari juga menjamin hak publik untuk berpartisipasi, sekaligus juga menjaga kemerdekaan hakim," kata Miko.

Selanjutnya, ia berpesan agar publik mempercayakan sepenuhnya jalannya persidangan kepada majelis hakim yang memimpin.

Selain itu, semua pihak dimintanya untuk menahan diri.

"Semua pihak baiknya menahan diri dan mempercayakan pada proses peradilan. Perlu dukungan untuk kemerdekaan hakim.”

“Jika hakim independen, maka putusan yang dihasilkan juga akan mencerminkan keadilan," ujar Miko.

Pihaknya, kata Miko, akan terus mengawasi proses persidangan kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua dari awal mula sidang hingga ada putusan dari majelis hakim nanti.

"KY telah dan akan memonitoring perkembangan perkara ini. Kepentingan KY adalah ketika perkara ini nantinya diperiksa di muka persidangan, hakim dapat memeriksa dan memutus dalam koridor kemerdekaannya," ujarnya.

Saat ditanyakan apakah KY sudah melakukan komunikasi intensif dengan Badan Pengawas Mahkamah Agung terkait majelis hakim yang memimpin persidangan, Miko mengaku hal itu belum dilakukan.

Hanya saja kata dia, KY dan Badan Pengawas Mahkamah Agung selalu bekerjasama secara intensif dan konstruktif.

"Belum ada pembicaraan sejauh itu. Namun, selama ini kerjasama dengan MA sudah berjalan dengan erat dan konstruktif," ujar Miko.

Disanksi Demosi

Terpisah dilaporkan, Brigadir Frillyan Fitri Rosadi (FF), mantan BA Roprovos Divpropam, telah usai menjalani sidang kode etik terkait ketidakprofesionalan terkait kasus pembunuhan Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Brigadir Frillyan dikenai sanksi demosi selama dua tahun.

"Sanksi administratif, yaitu mutasi bersifat demosi selama dua tahun," kata anggota sidang etik Kombes Rachmat Pamudji seperti dilihat di YouTube Polri TV Radio, Selasa (13/9).

Selain itu, Brigadir Frillyan disebut terbukti melakukan perbuatan tercela. Lalu, ia juga diwajibkan untuk meminta maaf secara lisan di hadapan sidang komisi kode etik dan secara tertulis ke pimpinan Polri.

"Memberikan sanksi berupa sanksi etika, yaitu perbuatan terduga pelanggar sebagai perbuatan tercela, terduga pelanggar wajib meminta maaf secara lisan di hadapan sidang komisi kode etik Polri dan secara tertulis ke pimpinan Polri," katanya.

Diketahui, dalam sidang itu, saksi yang dihadirkan sebanyak 4 orang yaitu Kompol SM, Ipda DDC, Briptu FDA dan Bharada S.

Sebagai informasi, Brigadir Frillyan Fitri sebelumnya telah dimutasi ke Yanma Polri. Mutasi ini tertuang dalam ST/1751/VIII/ KEP./2022. (KompasTV/detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com