KY Usul Hakim PN Cilacap yang Selingkuh saat Bertugas di Tebingtinggi Dipecat


222 view
Andhika Akbaryansyah/detikcom
Foto: Ilustrasi oknum hakim selingkuh
Jakarta (SIB)
Komisi Yudisial (KY) merekomendasikan pemecatan seorang oknum hakim dari PN Cilacap inisial IZ karena terbukti selingkuh. IZ dilaporkan oleh RDP suami dari istri yang menjadi selingkuhannya.

"Menjatuhkan sanksi berat terhadap terlapor berupa pemberhentian tetap dengan hak pensiun," demikian bunyi Putusan KY yang didapat, Jumat (29/1).

Putusan KY itu diketok pada 18 Desember 2020 lalu. Duduk sebagai majelis yaitu Jaja Ahmad Jayus, Maradaman Harahap, Aidul Fitriciada, Sukma Violetta, Sumartoyo, Joko Sasmito dan Farid Wajdi. KY menyatakan IZ terbukti melanggar sejumlah poin-poin dalam Pedoman Perilaku Hakim dan Kode Etik Hakim.

"Menyatakan alat bukti sebagai arsip Komisi Yudisial," ujarnya.

Dugaan perselingkuhan itu dilaporkan RDP setelah istrinya mengakui semua perbuatannya dengan IZ, yang kini bertugas di PN Cilacap. Kejadian itu berawal saat oknum hakim tersebut bertugas di Tebing Tinggi, Sumatera Utara, pada 2013 silam dan berlanjut sampai 2020.

"Awal ceritanya dulu 2013 saya pernah dapati SMS mereka, kemudian kartunya saya patahkan, setelah itu saya tidak dapat kabar sama sekali sampai 2020. Jadi 2020 mungkin istri saya ada penyesalan akhirnya dia minta maaf ke saya, ceritalah dia semuanya, bahkan ceritanya itu semua saya kirimkan ke IZ hakim PN Cilacap," kata RDP.

RDP melaporkan IZ ke KY dan Mahkamah Agung (MA) serta ke PN Cilacap dengan menyertakan sejumlah bukti yang di antaranya hasil komunikasi istrinya dengan oknum hakim tersebut dan bukti hotel yang digunakan keduanya, serta keterangan hasil pengakuan istrinya. Untuk memastikan pengakuan istrinya tersebut, RDP juga sempat melakukan konfirmasi ke IZ, namun tidak pernah mendapatkan tanggapan.

Karena tak kunjung mendapatkan konfirmasi dari IZ, akhirnya RDP melapor ke KY dengan nomor konfirmasi 0973/IX/2020/S yang telah diverifikasi dan ke MA dengan nomor 1347/BP/A/VIII/2020, yang saat ini sedang dalam proses tindak lanjut.

Humas PN Kelas IA Cilacap, Kartiono, membenarkan IZ masih bertugas hingga saat ini.

"Oh iya ya IZ, benar bertugas di Cilacap. Saya belum konfirmasi dengan surat masuk, Pak Ketua mungkin ya, kalau surat belum ada di saya," ujar Kartiono saat dihubungi, Senin (19/10/2020).

Dia mengaku masih akan menunggu surat resmi dari KY dan MA terkait laporan dugaan perselingkuhan itu.

"Tentunya belum ya, karena kalau pengaduan itu kan langsung ke siapa, gitu dulu. Tunggu mereka (surat dari KY dan MA). Iya kita tinggal tunggu saja, kecuali langsung. Kita masih menunggu konfirmasi dari KY dan MA," ucapnya. (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com