Kabareskrim Diadukan soal Dugaan Korupsi Tambang Kaltim

* Polri Belum Tetapkan Ismail Bolong DPO

220 view
Kabareskrim Diadukan soal Dugaan Korupsi Tambang Kaltim
Foto : Muhammad Hanafi Aryan/detikcom
Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia, Gifrans, melaporkan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto ke KPK. 

Jakarta (SIB)

Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia melaporkan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto ke KPK. Mantan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) itu dilaporkan atas dugaan menerima suap dari pelaku tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim).

"Yang tentunya adalah termasuk kasus tambang ilegal di Kalimantan Timur, yang baru-baru ini sempat viral melibatkan beberapa oknum pejabat, salah satu yang kemudian diduga paling kuat adalah Kabareskrim Mabes Polri," kata Koordinator Koalisi Pemuda Mahasiswa Indonesia, Gifrans, kepada wartawan di Gedung KPK, Rabu (30/11).

"Kami menyampaikan aspirasi sekaligus menyampaikan beberapa data terkait dengan kasus penyuapan tambang ilegal di Kalimantan Timur. Iya (buat laporan)," sambung Gifrans.

Dia mengaku telah menyerahkan dua dokumen kepada KPK terkait laporannya itu. Salah satu dokumen adalah laporan dari eks Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

"Tadi ada sekitar dua dokumen yang kami serahkan ke KPK.Salah satunya adalah pemeriksaan dari Kadiv Propam Mabes Polri pada waktu itu adalah Sambo yang hari ini terlibat kasus," tutur dia.

Dihubungi terpisah, Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyebut dirinya bakal mencari tahu lebih lanjut soal laporan tersebut. "Akan kami cek lebih dahulu," ujarnya.

Belum Tetapkan DPO

Polri belum berencana memasukkan nama Ismail Bolong ke DPO karena kembali tak menghadiri panggilan polisi dengan alasan sakit. Polri menyebut Ismail Bolong meminta waktu sebelum memenuhi pemeriksaan polisi.

"Belum ke arah sana (Polri memasukkan ke DPO) karena memang pengacaranya sudah menghubungi, minta waktu saja," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pipit Rismanto kepada wartawan, Rabu (30/11).

Pipit berharap Ismail Bolong bisa segera menghadiri panggilan kepolisian. Dia menegaskan Polri akan melakukan penegakan hukum yang objektif dan transparan dalam kasus Ismail Bolong ini.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com