DPRD SU Minta Gubernur Koordinasi dengan Bupati/Wali Kota se-Sumut Pastikan Kesiapan PTM

Kadisdik Sumut Harus Kroscek Kesiapan Sekolah Agar Tidak Terkesan "Gegabah"


265 view
Kadisdik Sumut Harus Kroscek Kesiapan Sekolah Agar Tidak Terkesan "Gegabah"
Foto Dok
Hendro Susanto, Tuahman Franciscus Purba

Medan (SIB)

Fraksi-fraksi di DPRD Sumut meminta Gubernur Sumut Edy Rahmayadi melakukan koordinasi dengan bupati/wali kota se-Sumut, guna memastikan kesiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas, demi kenyamanan para anak didik dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar.


Hal itu diungkapkan Wakil Ketua F-PKS DPRD Sumut Hendro Susanto dan Ketua FP NasDem Tuahman Franciscus Purba kepada wartawan, Selasa (31/8) di DPRD Sumut menanggapi keluarnya izin Gubernur Sumut terkait pelaksanaan PTM secara terbatas di Sumut dengan kapasitas maksimal 50 persen.


"Faksi PKS sangat mendukung dan bersyukur, akan diizinkannya PTM tersebut. Ini bentuk responsif gubernur terhadap aspirasi maupun masukan-masukan dari masyarakat,” ujar Hendro sembari mengajak Edy Rahmayadi "on the track" dalam mewujudkan visi, misi dan lima prioritas pembangunan yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023.


Fraksi PKS, tambah Hendro, terus berupaya keras agar PTM ini berjalan sesuai dengan SKB (Surat Kesepakatan Bersama) 4 menteri dan meminta masyarakat khususnya para orang tua jangan euforia berlebih. Harus tetap mematuhi Prokes dan melakukan vaksinasi bagi yang belum.


Selain itu, katanya, Fraksi PKS mengajak semua pihak agar terus mengawasi jalannya pelaksanaan PTM dengan seksama dan kritis, jangan sampai menimbulkan kluster baru penyebaran Covid-19 yang ujung-ujungnya akan merugikan para anak didik.


Kroscek

Sementara itu, Tuahman Franciscus Purba mengingatkan Kadisdik Sumut Prof Drs Syaifuddin MA PhD benar-benar mengkroscek kesiapan sekolah-sekolah maupun Kepsek dan guru dalam pelaksanaan PTM ini, termasuk soal vaksinasinya, agar pelaksanaanya tidak terkesan "gegabah"


"Jika masih ada Kepsek atau guru yang belum divaksinasi, segera perintahkan untuk divaksin dan para guru maupun Kepsek harus benar-benar bisa menerapkan Prokes, termasuk mengatur jarak tempat duduk siswa, harus tetap memakai masker selama di sekolah dan keluar dari sekolah," tegasnya.


Selain itu, katanya, Kadisdik Sumut harus pastikan, bahwa setiap sekolah menyediakan cuci tangan dan setiap siswa, guru maupun Kepsek harus membawa hand sanitizer, guna mencegah kluster baru penyebaran Covid-19.


Tuahman meyakini, PTM yang akan dimulai pada 1 September di 30 kabupaten/kota di Sumut, minus Kota Medan, Pematangsiantar dan Toba ini, tentu akan disambut gembira para siswa. Tapi dipastikan tidak akan terpikirkan oleh siswa terkait dampak yang akan timbul, sehingga Kadisdik Sumut harus mensterilkanya dengan mematuhi rambu-rambu yang ada.


Berkaitan dengan itu, Tuahman mengingatkan Kadisdik Sumut benar-benar mempersiapkan seluruh regulasi menjelang dibukanya PTM terbatas ini dengan tetap menerapkan Prokes secara ketat. Jika memungkinkan tempatkan personel Satgas Covid-19 di setiap sekolah untuk melakukan pengawasan. (A4/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com