Kajati Sulbar Turun Langsung, Eks Kasubag TU Dinas PU Mamuju Ditangkap di Warung Angkringan


293 view
Kajati Sulbar Turun Langsung, Eks Kasubag TU Dinas PU Mamuju Ditangkap di Warung Angkringan
Foto: SIB/Baren Siagian
Ditangkap: Buronan 10 tahun penjara, eks Kepala Sub Bagian TU Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Mamuju, IR Rusmandi Chandra  berhasil ditangkap saat berada di warung angkringan, Magelang, Rabu kemarin. 
Jakarta (SIB)
Sepuluh tahun melarikan diri dari kejaran Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Sulbar), eks Kepala Sub Bagian TU Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Mamuju, IR Rusmandi Chandra, terpidana kasus korupsi kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulawesi Selatan dan Barat (Sulbar), yang merugikan negara sebesar Rp41 miliar, akhirnya terhenti.

Terpidana 10 tahun penjara itu ditangkap Tim Adyhaksa Monitoring Centre (AMC) Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat serta jaksa Kejati Jawa Tengah saat berada di warung angkringan Mas Didot Jl Brigjen Katamso Kemiri Rejo Kecamatan Magelang, Jawa Tengah, Rabu (9/9).

“Tim Adyhaksa Monitoring Centre (AMC) Intelijen Kejaksaan Agung RI bersama Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat berhasil mengamankan dan menangkap seorang buronan perkara tindak pidana korupsi atas nama Ir Rusmandi Candra di Warung Angkringan Mas Didot Jl Brigjen Katamso Kemiri Rejo Kecamatan Magelang Jawa Tengah, Rabu (09/09) ,”kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung RI, Hari Setiyono dalam keterangan resminya yang diterima, Kamis (10/9).

Terkait proses hukum, Hari Setiyono menjelaskan, dalam persidangan Rusmandi merupakan buronan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dalam perkara tindak pidana korupsi Kejati Tinggi Sulawesi Barat yang berdasarkan putusan Makhmah Agung RI (MA) Nomor 173 K/Pid.sus/2009 tanggal 10 Juni 2010 diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan terpidana Ir Rusmandi dalam kedudukannya sebagai Kepala Sub Bagian TU Dinas Pekerjaan Umum dan Perhubungan Kabupaten Mamuju telah membuat SPMK fiktif untuk mengajukan kredit modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulselbar sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 41 miliar.

“Terdakwa dijatuhi pidana penjara 10 tahun, membayar denda Rp 300.000.000 subsidiair 6 bulan pidana kurungan, serta menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp. 22.000.000.000 subsider 3 tahun pidana kurungan,”ujar Hari

DITERBANGKAN KE MAMUJU
Saat ditangkap Tim AMC dibantu Jaksa dari Kejati Sulselbar dan Kejati Jawa Tengah, Rusmandi Candra tidak berkutik. Tidak tanggung-tanggung, proses penangkapan terpidana melibatkan langsung Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Jonny Manurung.
Meskipun baru beberapa bulan dilantik Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Sulbar, Jonny Manurung langsung bergerak cepat menangkap Rusmandi Candra.

Jonny Manurung yang pernah menjabat Ketua AMC Ceger, diketahui pernah mengenyam pendidikan SI di Universitas Janabadra, Jogjakarta dan juga pernah menjabat Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jawa Tengah. Alasan inilah yang membuatnya tergerak untuk menangkap sang buronan di kedua wilayah tersebut.
Jonny Manurung menegaskan, terpidana langsung dibawa ke Mamuju menggunakan pesawat guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.


“Benar, yang bersangkutan akan dibawa Tim jaksa eksekutor ke Mamuju mengunakan pesawat Lion untuk dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan Mamuju,” kata Jhonny Manurung kepada SIB, Kamis (10/9).

Pria kelahiran Kisaran, Sumatera Utara ini menambah, pihaknya telah lama mengintai keberadaan yang bersangkutan. Namun, untuk menangkap sang buronan ini, selain membawa anggota Inteljen Kejati Sulbar, pihaknya juga meminta bantuan dari Tim AMC Kejagung, dan tim Inteljen Kejati Jawa Tengah.

"Keberhasilan ini atas kerjasama semua pihak. Selaku penegak hukum, kami akan terus mencari para terpidana yang melarikan diri sebelum dijebloskan ke penjara," tukasnya.

Dengan ditangkapnya Rusmandi, total buronan atau DPO tindak pidana korupsi yang berhasil diringkus kembali oleh Tim Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat sebanyak 65 orang. (J02/a)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com