Kaji Ulang Penggunaan Pelat RF, Kapolri Tangkap Aspirasi Warga


168 view
Kaji Ulang Penggunaan Pelat RF, Kapolri Tangkap Aspirasi Warga
(Instagram @masbos.id)
Ilustrasi kendaraan ber plat RF. 

Jakarta (SIB)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan akan mengkaji ulang penggunaan pelat RF.


Kapolri menyatakan sudah menerima aspirasi masyarakat soal penggunaan pelat RF yang tidak sesuai dengan peruntukannya.


"Misalkan ya pelat RF ini. Kami akan lakukan perbaikan serta kaji ulang lagi penggunaannya," kata Sigit kepada wartawan, Senin (1/11).


Sigit menyebut, pelat RF memang diperuntukkan bagi kepentingan kedinasan kepolisian serta kementerian/lembaga. Namun, menurut dia, pelat RF menimbulkan persepsi buruk di mata masyarakat.


"Khususnya yang seperti di kota besar begitu ya, memang itu kan khusus diberikan kepada fungsi tertentu yang memang ada kaitannya dengan Kepolisian, dinas, atau VVIP begitu," ujar Sigit.


"Tapi faktanya mungkin masyarakat melihat, 'Oh ternyata bukan polisi' begitu ya, nah ini yang kami perbaiki," tambahnya.


Soal pelat RF, Sigit menegaskan, pihaknya tengah berupaya kembali meraih tingkat kepercayaan publik terhadap Polri.


Upaya dan langkah konkret yang harus dilakukan, katanya, ialah menghilangkan persepsi serta stigma negatif di masyarakat.


Dia juga mengatakan, ketika membicarakan persepsi, tentunya harus mendengar dan menyerap secara langsung aspirasi. Dan hal apa yang membuat masyarakat resah atau tidak nyaman.


"Termasuk persepsi. Apa yang saat ini diharapkan oleh masyarakat tentang pelayanan Kepolisian, itu tentunya yang terus kami perbaiki. Termasuk juga apa yang kira-kira membuat masyarakat kesal dengan hal-hal yang terkait dengan Kepolisian tentunya kita perbaiki, ini yang sedang kita dalami," katanya.


Lebih lanjut, Sigit yakin bahwa seluruh anggotanya memiliki keinginan yang sama yakni menciptakan Polri sebagai institusi yang dicintai masyarakat.


"Saya meyakini bahwa anggota semuanya memiliki semangat untuk itu. Melakukan prestasi, melakukan yang baik. Karena ini memang bagian dari pertaruhan. Memilih yang baik atau buruk dengan risiko," katanya. (detikcom/d)





Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com