Seorang Pegawai Terindikasi Terinfeksi Covid-19

Kantor Bank Mandiri Imam Bonjol Hentikan Kegiatan Mulai 13-19 April 2020


276 view
Kantor Bank Mandiri Imam Bonjol Hentikan Kegiatan Mulai 13-19 April 2020
tobasatu.com
Ilustrasi
Medan (SIB)
Seluruh unit kerja yang berada di gedung Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol nomor 7 Medan dinyatakan lockdown atau ditutup sementara waktu terhitung mulai Senin (13/4) hingga 19 April 2020, menyusul adanya salah seorang pegawai Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol terindikasi/terinfeksi Covid-19.

Hal itu dibenarkan Regional Operations Head Bank Mandiri Region I/Sumatera 1, Sri Hargono kepada wartawan di Medan, Senin (13/4).

Disebutnya, meskipun hasil tes belum dipastikan apakah positip atau negatip menunggu hasil swab test yang kemungkinan baru akan diketahui dalam beberapa hari ini, namun kita menutup seluruh kegiatan kantor di gedung Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol.
Menurutnya, sekalipun belum dinyatakan positip, namun mengingat masifnya penularan Covid-19 ini, Bank Mandiri telah menjalankan protokol penanganan pencegahan penyebaran Covid-19 untuk menghindari penularan kepada karyawan, nasabah dan masyarakat. Untuk itu, seluruh unit kerja yang berada di gedung Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol nomor 7 Medan dinyatakan lockdown atau ditutup sementara waktu terhitung 13-19 April 2020.

Seluruh pegawai yang bekerja di gedung tersebut katanya akan melaksanakan Work From Home (WFH), bekerja dari rumah selama lockdown dan melaksanakan cek pemeriksaan atas kemungkinan indikasi terinfeksi Covid-19.
“Jadi selama lockdown operasional cabang untuk sementara akan dipindahkan ke Bank Mandiri Cabang Medan Zainul Arifin," ujarnya.

Disinggung penyemprotan disinfektan, katanya, semua ruangan dan lingkungan gedung telah dilaksanakan beberapa kali sebelum kasus ini. Kemudian Senin,(13/4) siang pukul 12.00 WIB kembali dilakukan penyemprotan disinfektan.

OJK
Sementara itu menanggapi tutupnya Kantor Bank Mandiri Jalan Imam Bonjol nomor 7 Medan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori kepada wartawan, Senin (13/4) mengatakan, pihaknya akan mengecek dulu soal penutupan kantor tersebut.

Disebutnya, kalau ada bank yang pegawainya terindikasi PDP, masing-masing bank punya protokol sendiri. Terkait penutupan sementara biasanya dilaporkan kepada OJK.

"Yang paling penting diinformasikan/diumumkan kepada nasabah, untuk sementara operasionalnya dialihkan ke Kantor Cabang/Kantor Cabang Pembantu mana, sehingga nasabah masih dapat menggunakan jasa bank," tegasnya. (M2/d)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com