Kapitra Mau Polisikan SBY, tapi Batal karena Saran Megawati

* Bawaslu akan Kaji Kasus Perusakan Baliho SBY

226 view
Jakarta (SIB) -Caleg PDIP Kapitra Ampera sedianya akan melaporkan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Polda Riau. Namun niat itu dia urungkan lantaran mendapat saran dari Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya sudah di Polda Riau, tadi saya kan ingin melaporkan SBY. Tapi kata Ketum, kita bagaimanapun harus menghormati SBY sebagai mantan presiden, kita investigasi dulu," ujar Kapitra saat berbincang, Minggu (16/12).

Kapitra sedianya akan melaporkan SBY soal dugaan bahwa Presiden ke-6 RI itu menuding PDIP di balik perusakan bendera Partai Demokrat. Namun Kapitra diminta mengecek dahulu apa benar SBY berkata demikian.

"Harus asas praduga tak bersalah, menghormati SBY secara proporsional. Kita harus punya bukti-bukti yang kuat, nanti akan dibahas dulu oleh DPP," ujar Kapitra.

Perintah dari Megawati itu dia dapatkan dari Plt Ketua DPD Riau Rokhmin Dahuri. Kapitra kemudian melaporkan kasus lain terkait perusakan atribut PDIP dan baliho dirinya.

"Saya melaporkan dua orang yang merobek, mencabut-cabut baliho bendera partai kita, ditahan di Polresta Pekanbaru, ada juga yang robek baliho saya," kata Kapitra.

Dia melaporkan ke Polda Riau dengan nomor laporan STPLP/108/XII/2018/Ditreskrimsus. Kapitra juga melampirkan sejumlah foto bendera PDIP dan NasDem yang dicopoti hingga baliho dirinya yang dirusak. 

Akan Kaji
Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya akan mengkaji kasus perusakan atribut Partai Demokrat dan baliho ucapan selamat datang SBY. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Bawaslu Riau.

"Kami masih mengkaji dan kami akan koordinasi dengan Bawaslu Riau dulu, karena yang melakukan kegiatan tindak lanjut, nanti akan dilihat masuk pidana pemilu atau nggak, kalau iya, nanti Bawaslu Riau kerja sama dengan Gakkumdu," ujar Abhan saat dimintai konfirmasi di Menara Peninsula, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (15/12).

Dia menjelaskan jika ternyata kasus itu masuk ke ranah pidana pemilu, maka akan ditangani oleh Sentra Gakkumdu. Namun jika masuk pidana umum akan ditangani kepolisian saja.

"Kalau itu masuk pidana pemilu, ada di Sentra Gakkumdu, kalau itu pidana umum ditangani kepolisian," ucapnya.

Perusakan baliho dan spanduk SBY serta bendera Partai Demokrat terjadi pada dini hari tadi. Polisi telah mengamankan pemuda bernama Heryd Swanto (22) yang diduga sebagai pelaku. Heryd hingga kini masih diperiksa secara intensif.

Dalam laporan polisi, Heryd disebut tidak bekerja. Sosok kelahiran Pekanbaru, 1 Desember 1996, ini tercatat sebagai warga Tangkerang Barat, Kecamatan Merpoyan Damai. Polisi masih mendalami motif terduga pelaku melakukan perusakan tersebut.

Saat ditanya soal pengakuan terduga pelaku yang menyebut dirinya disuruh orang dari PDIP merusak atribut PD, Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo belum mau berkomentar. Dia menegaskan polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif.

"Belum tahu. Sudah diperiksa, nanti hasilnya akan disampaikan," ujarnya saat dimintai konfirmasi.  (detikcom/d)
Penulis
: Admin
Editor
: Admin
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com