Kapolda SU Kutuk Pelaku Penganiayaan Wartawan di Madina

* Imbau Pelaku Serahkan Diri

280 view
Kapolda SU Kutuk Pelaku Penganiayaan Wartawan di Madina
Foto: Ist/harianSIB.com
Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak

Medan (SIB)

Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak mengaku mengutuk pelaku kekerasan terhadap Jeffri Barata Lubis yang berprofesi sebagai wartawan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Hal itu disampaikan Kapolda melalui Kabid Humas Polda Sumut kombes Pol Hadi Wahyudi di Medan, Minggu (6/3).


Disebutkan, Kapolda Sumut mengutuk keras penganiayaan dan aksi main hakim sendiri terhadap wartawan yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggungjawab tersebut.


"Kapolda mengecam dan mengutuk tindakan penganiayaan dan kekerasan terhadap wartawan. Terkait kasus penganiayaan terhadap wartawan, kita akan memproses hukum para pelaku," tegasnya.


Ditambahkan, terkait kasus itu, penyidik sudah memeriksa korban dan beberapa orang saksi. Ditegaskan, pihaknya mengimbau para pelaku untuk menyerahkan diri.


"Identitas para pelaku sudah dikantongi, percayakan kasusnya kepada Polda Sumut. Secepatnya akan ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," katanya.


Diketahui, Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Madina Jeffri Barata Lubis diduga dianiaya sekelompok orang dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas).


Disinyalir, penganiayaan itu merupakan suruhan dari penambang emas ilegal yang tak terima dengan pemberitaan korban, karena menyoroti status tersangka yang ditangani Polda Sumut.


Peristiwa itu terjadi di Lopo Mandailing Coffe SPBU Aek Galoga, sekira pukul 20.30 WIB. Akibat penganiayaan itu, Jeffri mengalami luka memar di bagian wajah sebelah kanan.


Dikatakan Jeffri, kekerasan tersebut diduga dilakukan akibat pemberitaannya yang membuat salah satu oknum ketua OKP di daerah tersebut gerah, karena merupakan tersangka pada kasus itu.


"Pagi tadi dengan menggunakan nomor telpon rekan saya, ketua OKP tersebut meminta saya agar berbincang-bincang dengan orang suruhannya," jelasnya.


Dijelaskan, oknum ketua OKP itu memintanya bertemu dengan orang suruhannya, tanpa diketahui maksud dan tujuan pertemuan tersebut.


Setibanya di lokasi, akunya, seseorang yang merupakan anggota oknum ketua OKP itu langsung melakukan penyerangan dan pengeroyokan bersama rekannya, hingga korban mengalami luka memar di bagian wajah. (A16/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com