Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Datang, Aksi Demo Tolak DPM Tertunda

* BAKUMSU: Massa dan LSM Siapkan Lima Poin untuk Bupati dan DPRD Dairi

367 view
Kapolda Sumut dan Pangdam I/BB Datang, Aksi Demo Tolak DPM Tertunda
(Foto: Dok-Sekber BAKUMSU)
TOLAK DPM. Massa yang terdiri perwakilan masyarakat Dairi dari sejumlah desa sekitar lokasi proyek tambangPT Dairi Prima Mineral (DPM) di desa Sopokomil dan Longkotan Kecamatan Silimapungga-pungga Kabupaten Dairi, Kamis (29/4) hanya bisa kumpul-kumpul sambil berpapar aspirasi dengan menggelar poster di lapangan bola dekat Gereja HKBP di Desa Parongil Kabupaten Dairi. 
Medan (SIB) -Aksi unjukrasa yang rencananya digelar melibatkan warga dan sejumlah LSM untuk menolak proyek tambang timah hitam PT Dairi Prima Mineral (DPM) mendadak batal. Pasalnya Pemkab Dairi kedatangan Kapolda Sumut Irjenpol RZ Panca Putra Simanjuntak dan Pangdam I/BB Mayjend TNI TB Hassanuddin dalam rangka kunjungan kerja, Kamis (29/4).

"Rencana aksi unjukrasa dalam rangka Hari Bumi dengan misi penyelamatan warga Dairi dari ancaman bencana gempa bumi atau petaka tektonik terkait proyek tambang DPM ini. Tapi izin dari Polres Dairi untuk aksi yang direncanakan di kantor Bupati Dairi tertunda karena kedatangan Kapolda Sumut dan rombongan. Massa cuma bisa kumpul-kumpul di lapangan bola dekat gereja HKBP desa Parongil, sekedar berpapar aspirasi dan harapan yang harus disampaikan kepada Bupati Dairi dan Ketua DPRD Dairi terkait penolakan dan protes masyarakat akan kehadiran tambang DPM selama ini," ujar Riada Panjaitan SH, Direktur Eksekutif Bakumsu selaku Kordinator Sekretariat Bersama (Sekber) 'Dairi Memanggil, Tolak Tambang DPM, kepada pers di Dairi, Kamis (29/4).

Peserta yang akan turut aksi damai itu, antara lain delegasi masyarakat desa sekitar tambang, yaitu Desa Bongkaras, Pandiangan, Sumbari, Bonian, Laepanginuman dan Palipi yang semula berjumlah 250 orang. Lalu ada delegasi masyarakat di area hilir tambang yaitu Desa Laeambat, Laebongkare, Laemarkelang, Laehaporas, Laelogan, Sinarpagi, dan dari Laepangaroan dengan total 150 orang.

Sedangkan dari elemen pengurus LSM ada 30 orang yang terdiri dari YDPK, Petrasa, Pesada, plus dari Sekber sebanyak 10 orang, plus massa Ormas 60-an orang dari GMKI, GMNI dan Gema Dairi.

Bersama rekannya sesama aktivis dan perwakilan warga setempat, Riada Panjaitan menegaskan aliansi masyarakat sipil dan Tim Advokasi Tambang Sumatera Utara sejak awal tetap konsisten untuk berpihak dan mendukung desakan, tuntutan dan harapan masyarakat agar pemerintah pusat maupun Pemkab Dairi segera mencabut dan membatalkan SKKLH PT DPM No 731 Tahun 2005 yang termuat dalam Amdal PT DPM tahun 2005 lalu.

Selain itu, massa dan warga juga menuntut lima poin tindak cepat untuk menghentikan aktivitas proyek DPM tersebut, yaitu: (1). Agar Bupati Dairi mengeluarkan surat rekomendasi terkait penolakan pembahasan Addendum Andal RKL, RPL Tipe A. (2). Agar DPRD Dairi membentuk Pansus membantu masyarakat dalam memerjuangkan hak-hak ekosob dan hak sipil dan politiknya. (3) Agar Kementerian LHK segera menghentikan pembahasan addendum Amdal RPL, RKL, Tipe A PT DPM. (4).Agar masyarakat Dairi bersama semua komponen yang peduli keselamaatan rakyat, membangun kekuatan solidaritas seluas-luasnya demi kelestarian lingkungan hidup dan peduli pada ancaman risiko bencana dari proyek ini. Dan (5) agar pihak PT DPM segera menghentikan pelaksanaan pembangunan khususnya pembangunan wadah pembuangan imbah beracun yang sangat meresahkan masyarakat saat ini.

"Krisis ekologi telah mengarah pada kiamat ekologis akibat perusakan lingkungan dan ekploitasi atas sumber daya alam di banyak tempat". Lewat peringatan Hari Bumi, kita dalam aksi damai hanya ingin menyuarakan jeritan warga kepada pememrintah kabupaten sampai pemerintah pusat agar peduli akan keterancaman warga akibat hadirnya perusahaan tambang di Dairi ini," katanya.

Para tokoh LSM yang mendampingi Riada adalah Ridwan dan Monica selaku kordinator aksi bersama Hodwin Hutasoit, Mangatur Lumbantoruan, Rinawati Sinaga, Gersom Tampubolon dan Diakones Rusmaida Butarbutar. Dari unsur panitia aksi antara lain Edo Robby, Rika Sihombing, Jupri, Debora, Serli Siahaan, Daud Mika, Rohani, Dara Mika, Nurma Nababan, Lumongga Togatorop, Nimrot, Asef, Desra Naibaho, Jupri, Dontoni Panjaitan, Esra Silaban, Roken Pardede dan lainnya. (A05/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com