Kapoldasu Jenguk Mahasiswa Korban Bentrokan

* Kapolresta Medan: Jangan Mudah Terpengaruh Isu Adu Domba * Usai Disandera, Kasat Lantas Tetap Kawal Mahasiswa Terluka ke RS

360 view
Kapoldasu Jenguk Mahasiswa Korban Bentrokan
SIB/Dok
JENGUK: Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto menjenguk mahasiswa yang menjadi korban saat bentrok di depan Kantor DPRDSU, di Rumah Sakit Bhayangkari, Jumat (21/9).
Medan (SIB)- Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto menjenguk mahasiswa yang mengalami luka saat bentrokan di depan Kantor DPRD Sumut, di Rumah Sakit Bhayangkari, Jumat (21/9).

Dalam kunjungannya, Kapolda  meminta para mahasiswa menjelaskan kembali kronologis kejadiannya hingga akhirnya terjadi bentrok berdarah. "Kami sesalkan bentrokan yang terjadi kemarin yang mengakibatkan sejumlah mahasiswa luka," kata Agus  melalui Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kepada wartawan, Jumat (21/9).

Kapolda meminta Karumkit Bhayangkara beserta tim medis memberikan pelayanan dan pengobatan yang terbaik kepada para korban baik yang mengalami luka secara fisik maupun mental. "Berikan mereka pengobatan yang terbaik agar mereka segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitasnya sehari-hari," kata Tatan.

Sebelum meninggalkan lokasi, Agus Andrianto memberikan tali asih kepada para korban.

Lima mahasiswa yang mengalami luka hingga kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Medan. Umumnya para korban  mengalami luka lebam akibat  benda tumpul saat terjadi bentrok antara mahasiswa dengan kubu dari massa pendukung pemerintah.

Seperti diketahui, dua kelompok massa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRDSU berakhir bentrok, Kamis (20/9). Akibatnya sejumlah mahasiswa mengalami luka-luka.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi mengimbau kepada para mahasiswa dan masyarakat untuk tetap menahan diri pasca bentrokan  tersebut.

"Orasi di depan umum sebaiknya dilakukan secara santun, damai, dan patuhi hukum sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mengganggu ketertiban masyarakat," ujar Kapolrestabes kepada wartawan.

Lanjut Dadang, para pendemo supaya tidak saling menebar kebencian dan jangan mudah terpengaruh isu adu domba yang menimbulkan perpecahan serta kerusuhan.

"Mari kita semua menahan diri. Boleh menyampaikan aspirasi, tetapi harus sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum," katanya.
Untuk para mahasiswa serta sepedamotor yang diamankan saat bentrok terjadi sambungnya, sudah dipulangkan. Nantinya Polrestabes Medan akan berkoordinasi dengan pihak-pihak kampus guna mengantisipasi terulangnya bentrok yang dilakukan mahasiswa tersebut.

"Sudah dipulangkan tadi malam dan tak ada ditahan. Kita hanya mengamankan agar kondisi keamanan kembali normal seperti sedia kala," pungkasnya.
Kawal Mahasiswa 

Usai disandera dan mobil dinas dirusak pendemo, Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Juliani Prihartini SIK tetap melakukan pengawalan terhadap sejumlah mahasiswa yang terluka, menuju RS Bhayangkara Medan dan RS Materna guna mendapat perawatan medis.

Hal itu terungkap saat wartawan mewawancarai Juliani di Pos Lantas Lapangan Merdeka Medan. Diungkapkannya, sebelum peristiwa penyanderaan yang dialaminya terjadi, Kamis sekira pukul 14.00 WIB, Kasat mendengar informasi melalui handy talkie (HT) bahwasanya arus lalulintas di seputaran Lapangan Benteng Medan macet total.

"Saya bersama anggota langsung bergegas menuju arah Lapangan Benteng, namun terlebih dahulu memutar mobil patroli/dinas dari Lapangan Merdeka menuju ke Jalan Ahmad Yani. Saat melintas di Jalan Perdana, kita terjebak kemacetan lantaran sejumlah mahasiswa melakukan aksi demo," ungkapnya.
Mobil dinas yang ditumpanginya, tak bisa bergerak lagi lantaran sudah dihadang mahasiswa. Seorang pendemo naik ke atas kap mobil, sebagian lagi menggedor-gedor dinding mobil. Bahkan ada juga mahasiswa yang memegang batu dan memukuli bodi mobil.

"Saya diminta keluar, namun saya tetap bertahan di dalam mobil. Dengan alat pengeras suara dari dalam mobil, saya mengimbau para pendemo agar memberikan jalan agar mobil dinas kita bisa bergerak. Namun para pendemo tetap bertahan dan menyandera mobil. Dengan menggunakan HT saya meminta bantuan kepada Polrestabes," ujarnya.

Lanjutnya, mobil yang sebelumnya disandera dan dirusak baru bisa keluar setelah Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira dan Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung yang sempat dianiaya, berhasil mengeluarkan mobil yang disandera tersebut.

"Setelah terjadi bentrok antara kelompok mahasiswa dan masyarakat pendemo, sejumlah mahasiswa menderita luka-luka dan langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara, dan kami kawal selama dalam perjalanan supaya perjalanan lancar sampai tujuan. Mahasiswa yang menderita luka-luka itu adalah mahasiswa yang sempat menyandera dan merusak mobil," terangnya.

Ditambahkan Juliani, sebagai polisi, pihaknya harus bersikap netral dan mengayomi. Meskipun para mahasiswa itu yang menyandera atau merusak mobil dinasnya, ia tetap membawa dan mengawal mereka yang hendak dibawa ke rumah sakit. Diakuinya, sebagai Bhayangkara yang setiap hari berada di jalan raya untuk mengatur arus lalulintas, sikap mengayomi kepada masyarakat harus dikedepankan. 

"Meski sempat disandera oleh para mahasiswa, namun saya tetap menganggap mereka sebagai anak-anak yang harus diayomi. Mereka yang menderita luka-luka tetap saya kawal dalam perjalanan menuju rumah sakit agar mereka secepatnya mendapat perawatan medis," pungkasnya.(A8/A16/c)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com