Kapolri: Siapapun Pemimpin di 2024 Akan Hadapi Masalah Berat

* Wapres Ingatkan Beda Pilihan Capres Jangan Sampai Bermusuhan

280 view
Kapolri: Siapapun Pemimpin di 2024 Akan Hadapi Masalah Berat
(Foto: Dok/Republika) Jakarta (SIB)
BERJALAN: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjalan menuju acara Stadium General bertema Pemuda dan Dinamika Kebangsaan, di UIN Walisongo Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (29/10). 

Jakarta (SIB)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara mengenai masalah yang akan dihadapi oleh pemimpin terpilih 2024 mendatang. Dia menyebut, permasalahan tersebut cukup berat.


"Siapa pun yang terpilih akan menghadapi masalah ini. Siapa pun pemimpinnya akan berat," kata Kapolri saat menyampaikan pidato ilmiah dalam Stadium General bertajuk 'Anak Muda dan Tantangan Kebangsaan' di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, seperti dilansir Antara, Sabtu (29/10).


Menurut dia, Pemilu 2019 menjadi pengalaman dalam menghadapi Pemilu 2024.


Sigit mengatakan, tahapan pemilu sudah mulai berjalan. Dia mengingatkan potensi memunculkan politik identitas hingga kampanye hitam.


Menurut dia, polarisasi masyarakat juga menjadi ancaman di masa depan.


Oleh karena itu, kata dia, persatuan dan kesatuan harus dijaga agar stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, serta politik juga ikut terjaga.


"Pemilu 2024 harus berkualitas. Jangan mau terprovokasi dan terpolarisasi," ujarnya.


Jangan sampai, lanjut dia, ada saudara atau teman yang bermusuhan hanya gara-gara berbeda pilihan.


kompak dan solid

Listyo Sigit Prabowo meminta anak buahnya untuk tetap kompak dan solid.


Khususnya, dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) saat masuk tahun politik.


"Ingat saat ini kita sudah masuk tahun politik, kita akan menghadapi pemilu serentak, kalau kita enggak kompak maka akan berat nanti," kata Sigit dikutip lewat akun instagram @listyosigitprabowo, Sabtu (29/10).


Sigit mengingatkan, seluruh jajarannya mulai dari Kapolda, Kapolres, sampai Kapolsek untuk bersiap sejak sekarang. Harus mengikis bilamana ada potensi upaya pemecah belah dengan memakai politik identitas, propaganda.


"Sehingga kemudian tercipta satu suasana kebatinan yang sama untuk menjaga agar tidak ada lagi politik polarisasi.

Karena siapapun nantinya akan jadi pimpinan Nasional modal utamanya adalah persatuan dan kesatuan, modal utamanya adalah Kamtibmas yang kondusif," ujarnya.


Karena, Sigit mengatakan, saat ini adalah tahun yang berat dengan beragam masalah yang sangat besar.


Terkait dengan masalah global yang terus berubah membuat tidak adanya kepastian.


"Indonesia yang saat ini semua angka-angkanya lumayan bagus dari sisi pertumbuhan ekonomi, dari sisi kita menjaga inflasi, dari sisi investasi, semuanya masih baik. Dan kuncinya adalah kestabilan Kamtibmas. Jadi tolong betul-betul ini bisa kita jaga," imbuhnya.


Salah satu caranya, Sigit menyarankan, agar setiap anggota Bhabinkamtibmas bisa saling berkolaborasi dengan Babinsa dari unsur TNI untuk melangsungkan kerjasama merawat keamanan dan kenyamanan daerah masing-masing.


"Bila perlu melaksanakan APP bergantian Kapolsek memberikan APP di Koramil dan sebaliknya. Kegiatan seperti itu kita bangkitkan lagi. Sehingga tidak ada celah bagi orang-orang yang melihat kita ada celah kemudian dimanfaatkan," jelasnya.


"Hal-hal yang bisa menimbulkan kecemburuan sosial tolong dihilangkan. Wajib hukumnya kita kompak. Wajib hukumnya kita solid dari teman-teman TNI. Karena itu adalah kunci menjaga stabilitas Kamtibmas. Dan kunci agar stabilitas politik bisa berjalan dengan baik," tambahnya.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com