KSAD dan Kapolri Bahas Kerja Sama Pendidikan Perwira

Kapolri: Wajib Hukumnya TNI dan Polri Tetap Solid

* Kapolri Juga Temui Ketua MA

181 view
Kapolri: Wajib Hukumnya TNI dan Polri Tetap Solid
Foto: Sachril Agustin/Detikcom
KUNJUNGAN: KSAD Jenderal Andika Perkasa menerima kunjungan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Mabes TNI AD, Selasa (2/2).
Jakarta (SIB)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa. Kedua sepakat prajurit TNI AD dan Polri harus bersinergi dalam menjalankan tugas.

"Sore ini saya mendapat kehormatan dikunjungi oleh Bapak Kapolri yang baru. Terus terang saya kenal Bapak Kapolri ini sudah lama sekali. Jadi beliau ditunjuk sebagai Kapolri, ini justru sangat amat membantu lah dukungan kerja sama kita," kata Andika, di Markas Besar TNI AD, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (2/2).

Andika menambahkan dia dan Listyo membicarakan masalah hubungan Polri dan TNI AD agar semakin erat. Jenderal Andika mencontohkan TNI AD dan Polri bekerja sama dalam hal pendidikan untuk para perwira.

Tak lupa, Andika mengucapkan selamat kepada Listyo karena ditunjuk menjadi Kapolri baru.

"Itu Angkatan Darat memang sudah menyadari bahwa kami butuh perwira-perwira Polri, belajar di tempat kami dalam kurun waktu 6 bulan ini, dan sebanyak mungkin, sehingga networking atau interaksi itu sudah bisa dibangun. Karena saya menyadari, kerja kita di lapangan pada saat kami menjabat misalnya di level apapun ya, misalnya kita mulai dari level komandan kodim, kalau di Polri kapolres, itu akan sangat intens dan sangat dipengaruhi betapa baik atau tidaknya hubungan personal antara kedua pejabat itu," ujarnya.

"Sehingga kami memutuskan, kita harus mengundang perwira-perwira Polri, sekolah di tempat kami selama waktu 6 bulan dengan jumlah yang sangat besar, karena sebelumnya nggak ada. Sebelumnya kami hanya menerima siswa tamu dari angkatan laut, angkatan udara, 2-2 biasanya. Polri tahun ini 21. Bayangkan, 21, kami pun diberi tempat di Polri untuk sekolah yang sama," tambah Andika.

Di tempat yang sama, Listyo menambahkan dia dan KSAD pernah bertugas di tempat yang sama. Listyo pun mengatakan wajib hukumnya TNI dan Polri untuk tetap solid. Hal ini, sambungnya, agar masyarakat aman dan nyaman.

"Jadi soliditas dan sinergitas tentunya harus kita bangun dengan memperbanyak kegiatan yang bersifat integrasi. Tadi disampaikan beliau kita telah membuka ruang integrasi tersebut dengan melakukan pertukaran di dalam kegiatan pendidikan pengembangan. Tadi kemudian kita sepakat untuk agar lebih bisa meningkatkan soliditas dan sinergitas di level pelaksana," ujar Listyo.

Keliling
Pada kesempatan itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diajak KSAD Jenderal Andika Perkasa berkililing Mabes TNI AD.

Jenderal Andika Perkasa sudah menunggu kedatangan Listyo Sigit Prabowo di Mabes AD. Saat tiba di Mabes TNI AD, Andika langsung berbincang dengan Listyo.

"Sudah pernah ke sini (Mabes AD)," tanya Andika. "Sudah," jawab Listyo.

"Sudah? Kapan?" tanya Andika. "Waktu Kapolri baru hari ini," timpal Listyo.

"Sebelumnya?" tanya Andika

"Waktu bersama Pak Kapolri yang lama," jawab Listyo.

"Oh gitu, pas Kabareskrim? Banyak perubahan (di Mabes AD)," jelas KSAD Andika.

Andika lalu mengajak Listyo Sigit Prabowo berkeliling Mabes AD. Mereka berdua berjalan kaki. Andika lalu bercerita tentang beberapa fasilitas Mabes AD kepada Listyo. Seperti jogging track, gedung di Mabes AD, diperlihatkan ke Listyo Sigit Prabowo.

Datangi MA
Sebelum ke Mabes AD, Listyo Sigit Prabowo datang ke Mahkamah Agung (MA). Kapolri Listyo Sigit Prabowo menemui Ketua MA Muhammad Syarifuddin. Keduanya membahas ihwal program tilang elektronik atau e-Tilang.

"Tujuannya yang pertama tentunya kami bersilaturahmi sebagai sesama aparat penegak hukum. Tentu banyak hal yang kita diskusikan, antara lain terkait program tilang elektronik yang tentu merubah pola," ujar Jenderal Sigit di Kantor MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/2).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Mahkamah Agung (MA) Muhammad Syarifuddin berdiskusi soal aplikasi Sistem Peradilan Pidana Terpadu berbasis IT (SPPT-TI).

Jenderal Sigit menuturkan, sistem aplikasi bersama antarlembaga penegak hukum perlu dimaksimalkan. Dia berujar, ke depannya masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan informasi terkait proses-proses hukum yang ada di kepolisian, pengadilan, dan kejaksaan.

Terlebih, saat ini masyarakat sedang dihapapkan pada situasi pandemi Covid-19. "Sehingga proses-proses penegakan hukum tentunya harus perlu ada interaksi, bisa dihindari dengan memanfaatkan sistem virtual atau daring," ujar Sigit.

Senada dengan Kapolri Sigit, Ketua MA Muhammad Syarifuddin mengaku mendukung program tersebut. Menurut Syarifuddin, banyak pembahasan yang dilakukannya bersama Jenderal Sigit.

"Kita bicara masalah pengamanan keamanan jalannya persidangan dan mengenai kelanjutan aplikasi SPPT-TI, mengenai administrasi jalannya perkara persidangan. Itu kan ada aplikasi yang sudah dibangun berupa SPPT-TI, yang masing-masing kita punya kewajiban melaksanakan aplikasi itu, baik di Polri maupun MA," tutur Syarifuddin.

"Itulah yang kita sinergikan ke depan," pungkasnya. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com