Kapolri Gelar Rapat dengan 6 Kementerian dan Panglima TNI Bahas Persiapan Idul Fitri 2021

* Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Kemungkinan Besar Libur Saat Idul Fitri

225 view
(Foto: Dok/Humas Polri)
RAKOR: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektoral kesiapan menghadapi Idul Fitri 1442 Hijriah atau 2021 bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta beberapa Menteri dan Kapolda jajaran yang mengikuti secara virtual, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/4). 
Jakarta (SIB) -Polri melakukan rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dengan sejumlah kementerian dan lembaga lain terkait kesiapan Idul Fitri 1442 Hijriah atau persiapan Operasi Ketupat tahun 2021. Rakor ini dilaksanakan di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dalam undangan yang beradar pada acara rakor tersebut turut dihadiri oleh Panglima TNI, Mendagri, Menhub, Menteri PUPR, Mendag, Menkes, Menag, Kepala BNPB serta para Kapolda bersama Forkopimda.

"Rapat koordinasi ini dalam rangka menyamakan persepsi dan juga menyamakan langkah di lapangan khususnya dalam kegiatan Idul Fitri pada tahun 2021," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/4).

Salah satu yang menjadi pembahasan terkait masalah harga pangan selama bulan suci Ramadan maupun Idul Fitri nanti.

"Semua dibahas di sana dan menyamakan persepsi dan menyamakan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi bagaimana Idul Fitri ini bisa berjalan aman, khidmat dan selamat," ujarnya.

"Pada sisi lain juga Mendag di sana membahas masalah kesiapan ketersediaan dan juga masalah harga yang bisa dipertahankan selama Ramadan maupun Idul Fitri," sambungnya.

Selain itu, dalam rakor tersebut juga mengevaluasi pada Ramadan dan Idul Fitri pada tahun 2020. Karena, apa yang terjadi pada tahun itu tidak lagi terjadi pada tahun 2021.

"Apabila kita melihat Idul Fitri dalam tahun 2020 dalam hubungannya pandemi Covid-19, pada Idul Fitri 2020 pasca libur tersebut terdapat data adanya peningkatan terkonfirmasi positif virus corona itu meningkat sampai 93 persen. Kemudian data meninggal pada mingguan itu meningkat 63 persen," jelasnya.

"Mendasari daripada Idul Fitri 2020 tentunya pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik untuk Ramadan maupun Idul Fitri tahun 2021. Oleh karena itu tentunya kementerian terkait berusaha secara bersama-bersama bagaimana aktivitias Idul Fitri ini dapat berjalan dengan aman, dengan hikmat, dengan selamat. Tentunya tidak terjadi lagi apa yang terjadi pada tahun 2020," tutupnya.

Libur
Terpisah, Kementerian Kesehatan RI mengungkap vaksinasi Covid-19 saat hari raya Idul Fitri 1442 H kemungkinan besar libur. Namun, belum diputuskan berapa lama program vaksinasi Covid-19 tidak berjalan di libur Lebaran.

"Vaksinasi Covid-19 libur di hari Raya Idul Fitri. Tapi belum final ya," jelas dr Nadia lewat pesan singkat Rabu (21/4).
Lebih lanjut, dr Nadia menyebut kemungkinan vaksinasi Covid-19 libur saat cuti bersama. Terhitung sejak 12 Mei hingga 14 Mei, tetapi ditegaskan keputusan ini belum pasti.

Sejauh ini, total 17 juta vaksin Corona sudah diberikan, baik dalam vaksinasi dosis pertama dan vaksinasi dosis kedua.

"Orangnya itu ada 11.100.000 untuk dosis pertama dan dosis kedua 6,1 juta. Jadi sudah 17 juta dosis vaksin yang sudah kita suntikan," sebut dr Nadia.

Baru 6 persen dari target yang sudah divaksinasi Covid-19, herd immunity masih belum bisa dicapai. Selebihnya, dr Nadia kembali mengingatkan vaksinasi Covid-19 bukan berarti terhindar dari penularan Corona.

"Kita tahu bahwa vaksin kan memberikan perlindungan kepada individu untuk dia tidak menjadi sakit. Kalaupun sakit, tidak parah atau berakhir kematian. Itu perlindungan yang diberikan," lanjutnya.

Sementara untuk stok vaksin Corona di Indonesia, menurutnya, per April RI ditargetkan mendapat dua sumber vaksin Corona yaitu dari AstraZeneca dan Sinovac. Namun, imbas embargo, pengiriman vaksin AstraZeneca sementara ditunda hingga Mei.

"Jadi yang seharusnya vaksin dikirim April, itu baru bisa dikirimkan Mei. Jumlahnya tidak mencapai 11 juta juga, jadi akan dikirimkan kurang lebih sekitar 5 juta," kata dr Nadia.

"Pemerintah memastikan vaksinasi pada Mei, vaksinnya betul-betul datang. Kemudian, meminta Biofarma untuk meningkatkan kapasitas produksinya," pungkasnya. (Merdeka.com/detikhealth/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com