Kapolri Ingin Jaga Ruang Ekspresi, Tegaskan Polri Siap Dikritik


145 view
Kapolri Ingin Jaga Ruang Ekspresi, Tegaskan Polri Siap Dikritik
Foto: Heri Susanto/detikJateng
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menutup Festival Musik Bhayangkara 2022 di Yogyakarta.

Jakarta (SIB)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menutup kegiatan festival musik jalanan. Jenderal Sigit ingin musik menjadi media untuk mengekspresikan diri dengan cara positif.


Sebagaimana diketahui, festival musik ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76.


Acara digelar di museum Benteng Vrederburgh, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (26/5) malam.


"Baru saja kita melaksanakan kegiatan penganugerahan terhadap 10 peserta finalis terbaik festival musisi jalanan yang kita selenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun Bhayangkara ke-76. Tentunya ini bagian dari rangkaian yang ada," kata Sigit.


Menurut Sigit, kegiatan ini mewakili komitmen dari Polri yang terus berbenah dan memperbaiki diri dalam memberikan wadah atau membangun ruang demokrasi. Hal ini agar persatuan tetap terjaga.


Sigit menjelaskan bahwa Polri telah membuat beberapa kegiatan untuk masyarakat menyampaikan aspirasi dan ekspresinya. Sebelum festival musik ini, Korps Bhayangkara juga telah menggelar lomba mural dan orasi.


"Maka hari ini kita ajak rekan-rekan untuk memanfaatkan musik sebagai bagian dari kegiatan perayaan hari bhayangkara, untuk bisa digunakan menyampaikan ekspresi. Jadi ini ruang-ruang demokrasi yang kita bangun untuk selalu dimanfaatkan.


Karena kita lihat banyak seniman-seniman besar yang kemudian juga menyampaikan ekspresi-ekspresi melalui musik," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.


Kegiatan festival musik Bhayangkara 2022 yang mengangkat 'Setapak Perubahan, Pesan Cinta Untuk Indonesia' ini dibagi ke dalam dua sub tema, yakni 'Suara Hati untuk Polri' dan 'Persembahan Karya Jalanan untuk Indonesia'. Komunitas musisi jalanan hingga kelompok musisi difabel diberikan kesempatan menyalurkan, kritik, saran dan aspirasinya dalam kegiatan tersebut.


Sigit menuturkan bahwa penyampaian ekspresi atau aspirasi melalui musik bisa menjadi lebih efektif dan dapat mewakili suara hati masyarakat luas. Sehingga, pesan yang disampaikan kepada para pemangku kebijakan akan lebih mudah diserap.


"Tentunya kami akan terus mendorong hal-hal seperti ini. Sehingga di satu sisi bagaimana kita menghadapi situasi di tahun politik tentunya akan banyak kegiatan yang menjadi bagian dari menyampaikan ekspresi. Yang selalu kita ingatkan bagaimana bahwa ruang demokrasi dan politik tersebut dapat kita manfaatkan dengan baik, dengan memanfaatkan ruang ekspresi yang betul-betul bisa kita jaga, kita salurkan secara positif," ucap Sigit. (detikcom/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com