Kapolri Pantau Situasi Arus Mudik Lebaran Terkini Via Helikopter

* Luncurkan Buku Putih Panduan Mudik

411 view
Kapolri Pantau Situasi Arus Mudik Lebaran Terkini Via Helikopter
Foto: Antara/M Risyal Hidayat via kilat.com
PADATI RUAS JALAN TOL: Sejumlah kendaraan memadati ruas jalan tol Jakarta-Cikampek kilometer 47 dan Jalan tol Layang Mohammed Bin Zayed (MBZ) di Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/4). Polri menggeser pintu masuk arus lalu lintas satu arah (one way) dari KM 47 Tol Jakarta-Cikampek ke Gerbang Tol Cikampek Utama (Cikatama) menuju arah timur menuju Tol Kalikangkung kilometer 414 pada H-3 Lebaran 2022. 

Jakarta (SIB)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memantau langsung situasi terkini arus mudik H-3 Idul Fitri atau Lebaran 2022.


Pengecekan dilakukan menggunakan helikopter dengan melihat kondisi arus lalu lintas jalur mudik dari Jakarta menuju arah timur.


Berdasarkan pantauannya, Sigit tampak melihat dinamika situasi lalu lintas yang berkembang hingga lewat pantauan udara.


Nantinya, setelah melakukan pemantauan secara langsung via udara, Kapolri dan jajaran juga akan melakukan peninjauan langsung di Tol Cikampek Km 70.


Sigit akan melihat proses penerapan kebijakan rekayasa lalu lintas one way dan ganjil-genap di Tol Cikampek hingga Tol Kalikangkung tersebut.


Akan Terus Dievaluasi

Listyo Sigit Prabowo mengatakan, terus melakukan evaluasi rekayasa lalu lintas selama arus mudik. Evaluasi diharapkan bisa mengurai macet arus mudik hingga H-1 lebaran.


Sigit awalnya bicara soal penerapan one way di tol yang melewati jam 12 malam. Dia mengatakan kebijakan itu diberlakukan demi mengurangi kepadatan kendaraan pemudik.


"Untuk kegiatan one way dilaksanakan oleh dari 17.00 WIB sampai jam 24.00 WIB, namun demikian karena memang padatnya penumpang maka padatnya jalur mudik yang mengarah ke timur, maka one way tadi malam kita tarik, kita perpanjang sampai dengan menjelang sahur," ujar Sigit.


"Ini juga untuk mengurangi beban dan saat ini kita berlakukan konsep contraflow mulai dari Km 47 dan one way kita berlakukan lagi di Km 60. Ini juga supaya arus dari wilayah Jatim-Jateng-Jabar yang mengarah ke DKI ataupun akan melintas ke Sumatera bisa berjalan. Tentunya upaya rekayasa akan terus kita evaluasi sehingga kita bisa betul-betul mengurai kemacetan yang tentunya kita harapkan bisa kita urai dengan baik di H-3 hari ini, H-2 dan H-1," lanjutnya.


Sigit menyarankan pemudik menggunakan transportasi umum, seperti kereta api dan kapal, untuk mudik. Jadi kemacetan di jalur darat bisa dikurangi.


"Ada moda kapal laut yang juga mungkin bisa digunakan karena kami lihat kemarin untuk moda kapal laut ini masih sangat sedikit ini masih salah satu bisa dimanfaatkan. Dengan demikian seluruh moda transportasi, baik udara laut kemudian darat, kereta api semuanya bisa dimanfaatkan dengan kegiatan mudik ini betul-betul bisa berjalan dengan baik, kemacetannya bisa kita kurangi dan bisa berjalan lancar. Tentunya juga kita selalu ingatkan agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan," kata Sigit.


Sigit juga mengingatkan para pemudik untuk melakukan vaksinasi booster. Sebab, dia mengatakan ada kecenderungan kenaikan kasus Corona setelah hari raya, Natal, dan tahun baru.


"Tentunya bagaimana kita melaksanakan mudik ini dengan nyaman namun di satu sisi kita harus tetap menjaga mudik kali ini masyarakat kita harus tetap sehat sehingga paska Idul Fitri angka Covid, laju Covid bisa kita kendalikan," ucapnya.


Luncurkan

Sigit Prabowo melalui Posko Presisi Polri juga meluncurkan buku putih 'Mudik Aman-Mudik Sehat Tahun 2022' berisi panduan lengkap bagi pemudik. Buku panduan itu dikeluarkan agar perjalanan mudik masyarakat menjadi aman dan sehat.


Sigit menjelaskan buku putih itu bisa menjadi pegangan atau panduan para pemudik karena berisi beberapa ketentuan, informasi, fasilitas dan sarana serta prasarana yang dibutuhkan masyarakat saat melakukan mudik ataupun balik.


Diantaranya syarat mudik, penerapan ETLE di jalan Tol, rencana pelaksanaan rekayasa lalu lintas mudik dan arus balik hingga lokasi rest area di Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera.


"Dalam buku putih tersebut juga dipaparkan detail lokasi pengisian BBM mobile di jalur tol, titik pos pengamanan, pos pelayanan publik, daftar nomor penting sampai lokasi rumah rumah sakit terdekat dan juga tips bagaimana mengatasi kantuk saat perjalanan mudik. Ada juga tarif tol di Trans Jawa dan Trans Sumatera," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Jumat (28/4).


Mantan Kabareskrim itu menekankan syarat mudik yang perlu diketahui oleh masyarakat yakni bagi yang telah mendapat vaksin lanjutan dosis ketiga atau booster tidak wajib menunjukkan hasil rapid test atau pun PCR. Sementara bagi masyarakat yang baru divaksin dosis kedua wajib menunjukkan hasil rapid test antigen negatif 1x24 jam atau hasil negatif PCR 3x24 jam.


"Orang yang baru vaksin dosis pertama wajib menunjukkan hasil negatif tes PCR 3x24 jam sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan," ujarnya.


Lebih lanjut, Sigit menjelaskan terdapat panduan bagi masyarakat untuk mempersiapkan kendaraannya. Dalam buku saku itu diulas detail apa yang harus dilakukan para pemudik dalam mengecek kendaraan mulai dari memperhatikan tekanan ban, lampu rem, oli mesin, saringan udara hingga air radiator dan wiper kendaraan.


"Pada buku putih ini juga disisipkan doa untuk melakukan perjalanan jauh," ucapnya.


Buku putih panduan ini juga menjelaskan detail jarak rumah sakit terdekat jika ditempuh dari Gerbang Tol. Dalam rangka memastikan masyarakat melakukan perjalanan mudik aman dan sehat, 1.020 pos didirikan yang terdiri dari 726 pos pengamanan, 243 pos pelayanan dan 51 pos terpadu.


Sigit mengatakan, pos pelayanan yang didirikan itu meliputi pelayanan kesehatan, vaksinasi, pelayanan protokol kesehatan hingga memberikan informasi mudik dan lainnya. Dalam buku ini juga dijabarkan jelas lokasi-lokasi rest area yang tersebar di Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera dari mulai tipe rest area hingga kapasitasnya.


"Selamat mudik, semoga selamat sampai tujuan," tutup Sigit.(detikcom/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: KORAN SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com