Kapolri Ungkap Dua Syarat untuk Kendurkan Pembatasan Mobilitas

* Distribusi Bansos kepada Warga Diinstruksikan Dipercepat

135 view
Kapolri Ungkap Dua Syarat untuk Kendurkan Pembatasan Mobilitas
Foto: dok. Humas Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Bandung (SIB)
Pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat terus dilakukan guna menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia yang terus melonjak. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, jika laju penyebaran sudah bisa ditekan, pembatasan mobilitas perlahan akan dikendurkan dengan sejumlah syarat.

Hal itu disampaikan Sigit saat meninjau langsung penyekatan di Gerbang Tol Pasteur, Kota Bandung, Kamis (15/7). Sigit mulanya menjelaskan alasan pembatasan mobilitas dilakukan. Hal ini, kata dia, demi menekan laju penularan virus Corona.

"Seperti kita ketahui kenapa ini semua kita lakukan karena kita melihat laju mobilitas angka pertumbuhan Covid masih cukup tinggi. Sehingga tentunya upaya yang harus kita lakukan gimana kemudian kita jaga agar tidak terjadi mobilitas, menjaga mengurangi, sehingga tidak terjadi transmisi sehingga terjadi penularan ini yang saat ini memang betul-betul ketat kita lakukan," kata Sigit.

Sigit kemudian mengungkapkan saat ini angka Covid-19 perlahan terus berkurang. Dia pun meminta masyarakat untuk terus mematuhi aturan PPKM darurat untuk terus menekan laju penyebaran.

Sigit mengatakan, jika nantinya laju penyebaran sudah dapat ditekan, perlahan pembatasan kegiatan akan dikendurkan. Namun, sekali lagi, syaratnya masyarakat harus patuh pada PPKM darurat dan vaksinasi sudah sesuai target yang ditetapkan.

"Mungkin ini untuk kepentingan kita semua. Jadi kita lihat apabila nanti laju pertumbuhan Covid bisa kita kelola, kemudian sudah kita minta vaksinasi digencarkan maka akan terjadi satu titik dimana perlahan-perlahan kegiatan ini akan kita kendurkan. Sehingga masyarakat bisa kembali aktivitas," ungkap dia.

Sigit melanjutkan, pembatasan mobilitas ini memang tidak membuat nyaman. Namun, dia menekankan, hal ini demi menyelamatkan warga Indonesia dari bahaya Covid-19.

"Sekali lagi apa yang kita lakukan pasti membuat masyarakat tidak nyaman. Tapi ini semua kita lakukan untuk menjaga keselamatan masyarakat agar tidak terpapar dengan laju pertumbuhan Covid yang sangat tinggi. Mari kita sama-sama jaga kesehatan, jaga keluarga kita. Ikuti aturan, ikuti prokes dan ikuti PPKM darurat," kata Sigit.

Dipercepat
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga meninjau posko PPKM mikro di kantor Kelurahan Turangga, Lengkong, Bandung, Jawa Barat. Hadi dan Sigit juga mengecek langsung kondisi warga di permukiman kumuh.

Setelah melakukan pengecekan, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk segera melakukan percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) PPKM darurat kepada masyarakat. Terutama untuk warga yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi Covid-19.

"Dalam pelaksanaan PPKM darurat ini, bantu masyarakat dengan sungguh-sungguh. Lakukan pendataan dan segera distribusikan bantuan. Berikan pengabdian terbaik bagi masyarakat," kata Sigit kepada wartawan.

Menurut Sigit, instruksi ini berlaku untuk seluruh jajaran TNI-Polri di wilayah. Bantuan tersebut, lanjutnya, akan meringankan beban masyarakat di tengah pandemi virus corona seperti saat ini.

Sigit juga berharap bantuan dari pemerintah melalui personel TNI-Polri dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga masyarakat tidak perlu keluar dari rumah di saat PPKM darurat.

"Ada bantuan dari pemerintah yang diantar TNI dan Polri. Berkenan diterima, semoga bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Kami imbau, jangan ke mana-mana selama PPKM darurat," ucap Sigit.

Selain memberikan bantuan kepada masyarakat, Sigit dan Hadi melakukan peninjauan vaksinasi massal di Youth Center Arcamanik, Bandung, Jawa Barat. Sebanyak 4.500 orang ditargetkan untuk divaksinasi dalam kegiatan ini.

"TNI-Polri koordinasi dengan pemda untuk menentukan sasaran vaksinasi untuk wilayah merah. Perintah Pak Presiden untuk cek terkait dengan daerah-daerah yang belum terjangkau vaksinasi," pungkas Sigit. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com