Kapolsek Gambir Kompol Rango Siregar Terinjak-injak Massa Demo Ricuh di Patung Kuda

* Demo di Depan DPR Ricuh, 52 Orang Dibawa ke Polda Metro Jaya

219 view
Kapolsek Gambir Kompol Rango Siregar Terinjak-injak Massa Demo Ricuh di Patung Kuda
Foto: Dok. Istimewa
Demo mahasiswa berujung ricuh di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (20/5/2022). 

Jakarta (SIB)

Demo mahasiswa dari BEM kampus-kampus Muhammadiyah, yang menuntut menteri Jokowi dievaluasi, berakhir ricuh.


Sejumlah aparat, termasuk Kapolsek Gambir Kompol Rango Siregar, sempat terinjak-injak saat massa terlibat dorong-dorongan dengan petugas.


"Pada kesempatan ini kami sampaikan bahwa pada penyampaian pendapat oleh rekan-rekan mahasiswa terpaksa kita amankan, karena tadi terjadi pendorongan yang mengakibatkan beberapa anggota Polri terinjak-injak," kata Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto kepada wartawan, Jumat (20/5).


Setyo mengatakan salah satu perwira yang sempat terinjak saat demo ricuh adalah Kapolsek Gambir Kompol Rango Siregar. Dia menuturkan pihaknya masih melakukan pendataan terkait detail jumlah anggota yang terluka.


"Sementara masih kita lakukan pendataan, yang jelas tadi Kapolsek Gambir terinjak-injak dan satu anggota Polda dan masih ada yang lain, masih kita lakukan pemeriksaan," ujarnya.


Diamankan

Dia mengatakan ada 26 orang yang diamankan dan dibawa ke Polda Metro Jaya. Mereka terdiri atas mahasiswa, termasuk koordinator aksi dan massa non-mahasiswa.


"Kita amankan berikut korlap dan massa yang kita temukan ada massa non mahasiswa sejumlah 26 orang kita amankan untuk kita ambil keteranganya," tuturnya.


Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Zulpan juga membenarkan insiden tersebut.


"Iya memang ada pemukulan ke Kapolsek Gambir, ya pokoknya tangan-kaki (terluka), sekarang sedang di rumah sakit," kata Zulpan.


Zulpan mengatakan saat ini pihaknya telah mengamankan 26 orang dari lokasi demo. Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap 26 orang itu.


"Tapi belum tahu dari 26 orang ini berapa yang melakukan pemukulan," imbuh Zulpan.


Sebelumnya, massa aksi dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) beberapa kampus Muhammadiyah di Patung Kuda, Jakarta Pusat, dibubarkan paksa. Demonstrasi dibubarkan karena mencoba menerjang barisan petugas.


Pantauan di Patung Kuda, massa BEM perguruan tinggi Muhammadiyah dibubarkan polisi sekitar pukul 17.15 WIB.


Sejumlah mahasiswa ditangkap petugas dan dibawa ke mobil polisi.


Tampak massa terlibat aksi saling dorong dengan petugas. Mereka memaksa menerjang pasukan polisi untuk berdemonstrasi di bawah JPO Gatot Subroto.


Tampak kaca mobil komando massa aksi pecah. Polisi mengejar mahasiswa yang berusaha melawan petugas kemudian mengamankannya.


Ricuh

Sementara itu, demo massa yang tergabung dalam Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) di depan gedung DPR RI, sempat ricuh. Puluhan orang ditangkap polisi dari lokasi demo.


Koordinator lapangan ARM, Ayu, mengatakan kejadian berawal ketika orator Sugeng Waras selesai berorasi dan diteriaki sebagai 'provokator' oleh sekelompok kerumunan. Kemudian Sugeng pun mendatangi mereka.


"Awalnya itu Sugeng Waras habis orasi di sini, kemudian dia turun, di sebelah sana (di bawah pohon) kerumunan dia bilang provokator, didatangi sama Sugeng dan pengawal-pengawalnya," kata Ayu kepada wartawan di lokasi, Jumat (20/5).


Ayu mengatakan kericuhan tersebut tidak berlangsung lama. Dia menyebut sekelompok kerumunan itu langsung dibawa oleh pihak kepolisian.


"Tapi nggak sampai baku hantam karena polisi langsung siap siaga. Sudah diangkut oleh polisi," katanya.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Wardana membenarkan soal kericuhan itu. Dia menyebut ada 52 orang yang diamankan.


"(Ada) 52 orang (diamankan)," katanya saat dimintai konfirmasi.


Saat ini 52 orang tersebut telah dibawa ke Polda Metro Jaya. Dia menyebut pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut kasus tersebut.


"Sudah dibawa ke Polda," tuturnya. (mea/hri)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com