Kasus Pedagang Bela Diri Dipukul Preman Jadi Tersangka

Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Dicopot


224 view
Kapolsek Percut Sei Tuan dan Kanit Reskrim Dicopot
Foto: dok. Istimewa
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi
Medan (SIB)
Kapolda Sumut Irjen Panca Putra akhirnya mencopot AKP Janpiter Napitupulu dari jabatan Kapolsek Percut Sei Tuan. Pencopotan dilakukan buntut kasus pedagang, LG, dipukul preman malah jadi tersangka.

"Betul," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, saat dimintai konfirmasi, Rabu (13/10).

Dia mengatakan, Janpiter dicopot sebagai bentuk tindakan tegas Kapolda Sumut. Hadi menyebut, posisi Kapolsek Percut Sei Tuan bakal diisi oleh Kompol Muhammad Agustiawan, Kanit Subdit 4 Ditreskrimum Polda Sumut.

Diperiksa
Sebelumnya, Polri mengatakan, Kapolsek AKP Janpiter Napitupulu diperiksa buntut penyidikan tidak profesional di kasus pedagang dipukul preman malah jadi tersangka.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, di Jakarta, Rabu (13/10) mengatakan, pemeriksaan Kapolsek dilakukan oleh Polda Sumut. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan telah dicopot oleh Kapolrestabes Medan terkait kasus ini.

Polri mengatakan, telah melakukan audit penyidikan kasus pedagang dipukul preman jadi tersangka di Pajak Gambir, Deli Serdang, Sumut. Hasilnya, penyidikan dinyatakan tidak profesional.

"Setelah dilakukan audit penyidikan. Berkaitan dengan kasus tersebut bahwa ditemukan adanya penyidikan yang tidak profesional yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan Medan. Sehingga per 12 Oktober 2021 Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan dicopot. Dicopot jabatannya oleh Kapolrestabes Medan," kata Argo Yuwono.

Viral
Sebelumnya, kabar pemukulan ini mencuat setelah video seorang wanita ditendang pria di Pajak Gambir, Deli Serdang, viral. Wanita itu diketahui berinisial LG dan pria diduga menendang berinisial BS.

LG awalnya tampak berada di depan salah satu lapak di area pasar. LG terlihat sempat bergerak ke arah si pria diduga preman. Pria itu kemudian menghindar dan LG tampak terjatuh serta berteriak.

Pria diduga preman itu tampak menendang LG. Selain itu, terdengar dua suara seperti hantaman ke tubuh seseorang disertai teriakan seorang wanita. Peristiwa itu diduga terjadi pada 5 September 2021.

Setelah video viral, polisi menangkap BS. Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Janpiter Napitupulu mengatakan pria itu telah mengakui perbuatannya saat diinterogasi polisi.

"Sudah kita amankan itu pelakunya ya. Satu orang," ujar Janpiter, Selasa (7/9).

"Dia mengaku melakukan itu sendirian," sambungnya.

Jadi Tersangka
Kasus rupanya tak berhenti setelah BS ditangkap. BS melaporkan LG karena merasa dirinya juga dipukul oleh si pedagang itu. Polisi melakukan penyelidikan, lalu menetapkan LG sebagai tersangka.

"Masing-masing kedua belah pihak membuat laporan ke SPKT Polsek Percut Sei Tuan," ucap AKP Janpiter saat dimintai konfirmasi, Jumat (8/10).

Janpiter menyebut, BS dan LG diduga saling pukul saat peristiwa itu terjadi. Janpiter mengatakan, BS melaporkan dua orang, yakni LG dan TH. Sementara itu, LG melaporkan tiga orang, yakni BS, DD, dan FR.

"Kedua laporan tersebut sudah terpenuhi dan mencukupi dua alat bukti yang sah. Sekarang dalam proses pemeriksaan," ujar Janpiter.

Dalam surat panggilan terhadap LG, tertera jelas status tersangka terhadap LG. Surat itu menyebut LG sebagai tersangka dan dijerat Pasal 170 subs Pasal 351 ayat (1) KUHP. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com