Kartu Vaksin Syarat Makan di Restoran dan Warteg di Jakarta

Dari 4,2 Juta Warga DKI Divaksin, 0,013 Persen Meninggal

329 view
Kartu Vaksin Syarat Makan di Restoran dan Warteg di Jakarta
(SHUTTERSTOCK/farzand01)
ilustrasi warteg kharisma bahari. 
Jakarta (SIB)
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengeluarkan peraturan baru terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4-3. Masyarakat yang hendak makan di warteg ataupun restoran wajib menunjukkan sertifikat vaksin Covid-19.

Menurut Ahmad Riza Patria, pemberlakuan aturan ini didasarkan pada surat keputusan Kadis Pariwisata DKI yang mengatur restoran di luar ruang (outdoor), warteg, rumah makan diperbolehkan beroperasi sampai pukul 20.00 WIB. Sedangkan rumah makan yang ‘take away’ hingga 22.00 WIB.

“Makan boleh di tempat sampai 20 menit, tapi harus menunjukkan surat vaksin,” kata Wakil Gubernur DKI Ariza di Jakarta, Sabtu (31/7).

Bukan hanya warteg dan restoran saja, pelanggan salon dan karyawannya juga wajib menunjukkan sertifikat vaksinasi. “Salon juga menunjukkan surat vaksin, salon sama restoran,” tegas Riza.

Dijelaskan, secara rinci penerapan aturan memperlihatkan sertifikat vaksin sebelum makan. Pada intinya, pelanggan warteg dan restoran harus menunjukkan surat vaksin untuk makan di tempat.

Riza meminta kepada pemilik rumah makan harus memahami dan mengerti bahwa ini menjadi ketentuan agar supaya mendorong semua orang melaksanakan vaksin.

Menurutnya, PPKM Level 4-3 ini perlu diterapkan sesuai aturan yang berlaku, dan jika melanggar ada sanksinya. “Kan ini sudah diberi kesempatan ada pelonggaran, tapi kita tidak boleh abai, tidak boleh lengah justru harus diperkuat,” ujar Riza.

Meninggal
Terpisah, Gubernur Jakarta Anies Baswedan menyatakan vaksinasi mengurangi risiko kematian akibat Covid-19. Jumlah warga Jakarta yang telah divaksinasi namun meninggal dunia karena virus Corona sekitar 0,013%.

"Kenyataannya, vaksin amat mengurangi risiko keparahan dan risiko kematian," kata Anies lewat kanal YouTube resmi Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (31/7).

Anies menyampaikan datanya. Dari 4,2 juta orang yang ber-KTP DKI Jakarta yang sudah divaksin minimal dosis pertama, 2,3% saja yang tetap terinfeksi virus Corona.

"Angkanya kecil sekali. Sebagian besar dari mereka yang terinfeksi ini yang 2,3% ini tidak bergejala atau bergejala ringan," kata Anies.

Dari 4,2 juta orang ber-KTP DKI yang sudah divaksin (baik dosis pertama maupun sudah dosis kedua), Anies lalu mengungkap jumlah warga yang meninggal dunia karena Covid-19.

"Hanya 0,013% yang meninggal sesudah terpapar Covid, atau kira-kira 13 per 100 ribu penduduk. Itu yang meninggal," katanya lagi.

Meski begitu, Anies menyampaikan kematian bukanlah sekadar angka statistik dan tidak bisa dianggap remeh. Kematian dialami oleh manusia nyata. Di balik angka kematian, ada keluarga, saudara, dan teman yang kehilangan orang tercinta.

Untuk menghindari risiko kematian, maka warga Jakarta, baik yang ber-KTP DKI maupun yang tidak, harus segera vaksinasi.

"Kalau kita lihat dibandingkan dengan yang belum vaksin, yang sudah divaksin itu case fatality rate-nya atau tingkat kematian kasusnya meurun sampai dengan 1/3 nya dibandingkan dengan mereka yang belum divaksin," ujarnya.

Lebih Cepat
Anies Baswedan juga menyatakan target dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal vaksinasi Covid-19 di Jakarta telah terlampaui. Bahkan target dicapai Jakarta sebulan lebih cepat dari waktu yang ditentukan Jokowi.

"Pada tanggal 14 Juni yang lalu, Bapak Presiden memberikan target 7,5 juta vaksinasi dosis pertama di Jakarta yang harus tuntas di akhir bulan Agustus," katanya.

Anies bersyukur target itu tercapai. Sebanyak 7,5 juta orang telah mendapat vaksin virus Corona dosis pertama pada pengujung Juli ini. Ada pula 2,5 juta orang di Jakarta yang disuntik vaksin dosis kedua.

"Alhamdulillah, artinya ini adalah kita lebih cepat satu bulan dari target jadwal yang sudah ditetapkan (Jokowi)," ujarnya.
Anies berterima kasih kepada pihak yang mendukung vaksinasi di Jakarta, yakni pemerintah pusat, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, BNPB, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, Kejaksaan Tinggi, hingga pihak swasta. Anies juga berterima kasih kepada para tenaga kesehatan.

"Ini adalah kegiatan kolaborasi yang luar biasa," katanya. (BR7/detikcom/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com