Kasus Baru Covid-19 Lima Orang, 31 Daerah di Sumut Boleh Vaksinasi Booster


163 view
Kasus Baru Covid-19 Lima Orang, 31 Daerah di Sumut Boleh Vaksinasi Booster
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Ilustrasi vaksinasi
Medan (SIB)
Kasus harian Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali naik. Kasus baru pada 13 Januari 2022, tercatat lima orang, sembuh dan meninggal sama-sama nihil. Sehari sebelumnya kasus baru dua orang, sembuh dua orang dan meninggal nihil. Data itu diperoleh dari laporan media harian Covid-19 Kemenkes, Kamis (13/1).

Sementara itu, Sumut berada peringkat 14 sebagai daerah penyumbang kasus harian Covid-19 di Indonesia. Sehari sebelumnya, Sumut peringkat 16. Peringkat pertama masih diduduki DKI Jakarta sebanyak 478 orang, Jawa Barat peringkat kedua sebanyak 89 orang.

Banten peringkat ketiga sebanyak 54 orang, Bali peringkat keempat sebanyak 26 orang, Jawa Timur peringkat kelima sebanyak 23 orang, Kepulauan Riau peringkat keenam sebanyak 20 orang.

Jawa Tengah peringkat ketujuh sebanyak 19 orang, Sulawesi Selatan peringkat kedelapan sebanyak 17 orang, Kalimantan Timur peringkat kesembilan sebanyak 13 orang, Papua Barat peringkat 10 sebanyak 11 orang.

DI Yogyakarta peringkat 11 sebanyak delapan orang, Kalimantan Barat peringkat 12 sebanyak enam orang dan Sulawesi Tengah peringkat 13 sebanyak enam orang.

VAKSINARI BOOSTER
Sementara itu, daftar kabupaten/kota di Provinsi Sumut yang dibolehkan melaksanakan vaksinasi booster kembali bertambah.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumut dr Nora Violita Nasution menyebutkan, saat ini totalnya menjadi 31 dari sebelumnya 29 kabupaten/kota yang telah ditetapkan.

"Iya benar, sudah ada penambahan. Saat ini totalnya sudah 31 kabupaten/kota," katanya, Kamis (13/1).

Ia menjelaskan penambahan dua daerah tersebut yakni Medan dan Deliserdang. Saat ini hanya tinggal dua kabupaten/kota saja yang belum mendapatkan izin, yaitu Padangsidempuan dan Padanglawas.

"Jadi kalau ditanya jumlah tempat pelayanan vaksin booster, berdasarkan profil kesehatan Provinsi Sumut adalah 607 Puskesmas dan 53 rumah sakit pemerintah se-Sumut," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan dr Taufik Ririansyah juga mengakui jika Kota Medan sudah diperbolehkan ikut melaksanakan vaksinasi booster di seluruh Puskesmas dan rumah sakit rujukan.

"Hari ini sudah bisa laksanakan kegiatan vaksinasi booster di berbagai Puskesmas dan RS Rujukan seperti RSUD Dr Pringadi Medan," ucapnya.

Adapun untuk vaksin yang tersedia untuk vaksinasi booster ini adalah merk Pfizer. Hal ini, sebutnya, sesuai dengan stok yang ada di faskes karena suplai vaksin dari Kemenkes belum tiba.

Sementara itu, untuk persyaratan, sesuai arahan yang telah ditetapkan pemerintah dan gratis. "Syaratnya umur di atas 18 tahun, vaksinasi kedua sudah lewat enam bulan dan membawa KTP untuk mengisi data diri di aplikasi peduli lindungi," terangnya.

Oleh karena itu dia berharap, pada vaksinasi booster ini bisa berjalan dengan menjangkau masyarakat sebanyak-banyaknya. Namun untuk tahap awal, tambahnya, adalah menyasar para lansia.

"Masyarakat umum tentunya juga dipersilahkan. Karena ini kan untuk penambahan imunitas tubuh masyarakat," tutupnya. (SS6/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com