Kasus Baru Covid-19 Sumut 11, Sembuh 2 Orang

* Pembatalan PPKM Level 3 Dipertanyakan Praktisi Kesehatan

233 view
Kasus Baru Covid-19 Sumut 11, Sembuh 2 Orang
Ilustrator: Edi Wahyono
Ilustrasi virus Corona

Medan (SIB)

Kasus baru Covid-19 kembali naik di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Per tanggal 7 Desember 2021, tercatat kasus baru positif 11 orang, sembuh dua orang dan meninggal nihil. Sedangkan kasus baru sehari sebelumnya tiga orang, sembuh tiga orang dan meninggal nihil. Data tersebut dilansir dari laporan media harian Covid-19 Kemenkes, Selasa (7/12).


Sumut kembali naik ke peringkat tujuh sebagai daerah penyumbang kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sehari sebelumnya, Sumut pada peringkat 13.


Peringkat pertama ditempati Jawa Barat sebanyak 59 orang, Jawa Timur peringkat dua sebanyak 36 orang, DKI Jakarta peringkat tiga sebanyak 31 orang, Jawa Tengah peringkat empat sebanyak 17 orang.


Nusa Tenggara Timur peringkat lima sebanyak 17 orang, Papua Barat peringkat enam sebanyak 14 orang, Sumatera Utara peringkat tujuh sebanyak 11 orang.


Sementara, pembatalan penerapan PPKM level 3 menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) mengundang tanya kalangan masyarakat. Kebijakan itu sudah jauh-jauh hari didengungkan pemerintah pusat, bahkan Pemprov Sumut sudah mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) untuk disebarkan ke kabupaten/kota.


Pertanyakan

Praktisi Kesehatan Sumut dr H Delyuzar MKed (PA) SpPA (K) mengatakan pemerintah membatalkan kebijakan PPKM level 3 harusnya ada kepastian melalui kebijakan lain untuk mengantisipasi kerumunan pada Nataru.


“Bagaimanapun masih harus hati-hati mengingat kasus Covid-19 masih ada dan bahkan virus varian baru omicron yang juga sudah masuk ke beberapa negara,” katanya. Sejauh ini lanjut dia, untuk virus omicron belum banyak informasi seperti apa beratnya dampal virus ini jika terpapar. Bahkan belum ada penelitian juga meski sudah tersebar bahwa omicron lebih berat paparannya dibanding virus delta.


"Intinya bagi saya pemerintah bisa melakukan pencegahan, tapi tidak tau kita apa kebijakan berikutnya. Misalnya pencegahan tidak terjadi berkerumun di hari besar, masyarakat tidak mengindahkan ke kampung halamannya, kemudian bagaimana virus baru tidak masuk. Itu saja kita tunggu kebijakan lainnya meski tidak dengan PPKM level 3. Saya belum lihat kebijakannya. Intinya kita menunggu kebijakan searah dengan itu, kita tetap harus waspada kondisi saat ini," katanya.


Sebelumnya, pemerintah batal menerapkan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia pada musim libur Natal dan tahun baru (Nataru). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa keputusan itu diambil karena Indonesia sudah lebih siap menghadapi musim libur akhir tahun. Hal itu tercermin dari jumlah tes dan telusur yang lebih tinggi dari tahun lalu. (SS6/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com