Kasus Baru Covid-19 di Sumut Melonjak, Positif 1.521 Meninggal 3 Orang

* Cakupan Vaksinasi Masih 2.558.417 Jiwa

129 view
Kasus Baru Covid-19 di Sumut Melonjak, Positif 1.521 Meninggal 3 Orang
Foto Dok/Leo Bukit
dr Aris Yudhariansyah MM
Medan (SIB)
Pertambahan kasus Covid-19 kembali melonjak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Data yang diperoleh, pertambahan kasus baru positif hari Jumat (23/7/2021) mencapai 1.521 orang, angka kesembuhan 398 orang, meninggal 3 orang.

Angka akumulasi atau total kasus di Sumut 49.756 orang, angka kesembuhan 36.673 orang dan meninggal 1.356 orang. Data itu diperoleh jurnalis harianSIB.com dari BNPB RI berdasarkan sumber data Kemenkes RI, Jumat (23/7).

Sementara di hari yang sama dilaporkan, Sumut peringkat keenam sebagai daerah penyumbang kasus baru di Indonesia. Posisi itu kembali naik dari sehari sebelumnya peringkat sembilan.

Peringkat itu berdasarkan laporan media harian Covid-19 dari Kemenkes RI, 23 Juli. Peringkat pertama kasus baru diraih Jawa Barat sebanyak 8.925 orang, DKI Jakarta peringkat kedua sebanyak 8.033 orang.

Jawa Timur peringkat ketiga sebanyak 6.912 orang, Jawa Tengah peringkat keempat sebanyak 4.498 orang, Banten peringkat kelima sebanyak 2.626 orang, Sumatera Utara peringkat keenam sebanyak 1.521 orang.

Cakupan vaksinasi
Sementara itu, cakupan vaksinasi tahap I, II, III di Sumut sampai tanggal 22 Juli 2021 masih 2.558.417 dari target 11.419.559 juta jiwa. Jumlah itu diperoleh dari https://covid19.sumutprov.go.id, Jumat (23/7).

Vaksinasi dosis pertama kepada lansia mencapai 201.728 jiwa, SDM kesehatan 75.666 jiwa, petugas publik 1.155.821 jiwa, masyarakat umum 347.393 jiwa, anak/remaja 2.487 jiwa. Jumlah vaksinasi dosis pertama mencapai 1.783.095 jiwa.

Vaksinasi dosis II kepada lansia mencapai 126.396 jiwa, SDM kesehatan 68.790 jiwa, petugas publik 495.722 jiwa, masyarakat umum 84.411 jiwa, anak/remaja 3 jiwa. Jumlah vaksinasi dosis kedua mencapai 775.322 jiwa.

Total sementara vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua mencapai 2.558.417 juta jiwa. Daerah tertinggi vaksinasi dosis pertama di Sumut yaitu Pakpak Bharat, disusul Sibolga, Humbang Hasundutan, Medan, Samosir, dan lainnya.

Sedangkan daerah tertinggi vaksinasi dosis kedua yaitu Pakpak Bharat, disusul Medan, Sibolga, Pematangsiantar dan Samosir. Selanjutnya daerah terendah vaksinasi dosis pertama yaitu Nias Selatan dan dosis kedua terendah yakni Nias Utara.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah MM mengatakan peningkatan kasus baru Covid-19 di Sumut terjadi karena tracing dan testing yang dilakukan terus ditingkatkan. Dalam sehari, testing yang dilakukan mencapai angka hampir 4.000-5.000 sampel.

Dengan begitu, otomatis hasil positif yang didapat tentu banyak. "Jumlah testing kita meningkat, sehingga hasil yang didapat banyak. Tapi, ini justru memperbaiki positivity rate kita dan menguntungkan," katanya kepada wartawan saat ditemui di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jumat (23/7).

Meski terjadi peningkatan kasus positif corona, Aris mengaku situasi di Sumut masih terkendali. Indikasinya, bisa dilihat dari Bed Occupancy Rate (BOR) isolasi dan ICU pasien Covid-19 sekitar 60 persen.

Artinya, ketersediaan tempat tidur pasien corona di rumah sakit masih tersedia dan aman. Selain itu, stok tabung oksigen medis juga aman. "Kondisi kita enggak gawat. Masih wajar kasus baru positif meningkat, karena banyak yang ditesting tentu hasil yang didapat banyak," tutupnya. (SS6/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com