Kasus Baru Covid-19 di Sumut Satu Orang

* Tangani Kasus Omicron, Isoter di Medan akan Dipersiapkan Kembali

238 view
Kasus Baru Covid-19 di Sumut Satu Orang
Foto Dok/Kemenkes
Laporan Covid-19 di Indonesia
Medan (SIB)
Kasus baru Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 16 Januari 2022, tercatat satu orang, sembuh dan meninggal nihil. Kasus sehari sebelumnya satu orang, sembuh dua orang dan meninggal nihil.

Sementara, total kasus corona di Sumut mencapai 106.154 orang, angka kesembuhan 103.207 orang, meninggal 2.896 orang. Jumlah tersebut dari laporan media harian Covid-19 Kemenkes, Minggu (16/1).

Kemudian, Sumut naik ke peringkat 19 sebagai daerah penyumbang kasus harian Covid-19 di Indonesia. Padahal sehari sebelumnya, Sumut peringkat 21.

Peringkat pertama diraih DKI Jakarta sebanyak 566 orang, Jawa Barat peringkat kedua sebanyak 87 orang, Banten peringkat ketiga sebanyak 77 orang, Jawa Timur peringkat keempat sebanyak 26 orang.

Jawa Tengah peringkat kelima sebanyak 16 orang, Nusa Tenggara Timur peringkat keenam sebanyak 16 orang, Bali peringkat ketujuh sebanyak 14 orang.

Kalimantan Barat peringkat kedelapan sebanyak 10 orang, DI Yogyakarta peringkat kesembilan sebanyak sembilan orang, Sulawesi Selatan peringkat 10 sebanyak enam orang.

Kepulauan Riau peringkat 11 sebanyak lima orang, Kalimantan Timur peringkat 12 sebanyak empat orang, Papua peringkat 13 sebanyak tiga orang.

Sumatera Barat peringkat 14 sebanyak dua orang, Bangka Belitung peringkat 15 sebanyak dua orang, Nusa Tenggara Barat peringkat 16 sebanyak dua orang.

Sulawesi Utara peringkat 17 sebanyak dua orang, Maluku Utara peringkat 18 sebanyak dua orang, Sumatera Utara peringkat 19 sebanyak satu orang.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengambil langkah cepat untuk mencegah penyebaran kasus omicron, seperti melakukan pengetatan pintu masuk. Jika ada diduga tertular maka akan dilakukan tracing.

Sisi lain untuk menangani kasus ini, isolasi terpadu juga kembali dipersiapkan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Medan dr Taufik Ririansyah, seperti dilansir dari harianSIB.com, Minggu (16/1).

Meski belum ada yang dipastikan tertular Omicron, pihaknya melakukan pemeriksaan begitu mengetahui ada warga positif Covid-19. Kemudian, diperiksa juga siapa yang kontak erat dengan yang bersangkutan.

"Kita tidak ingin kecolongan. Selama menunggu hasil pemeriksaan keluar, warga yang positif Covid-19 dan orang-orang terdekatnya kita tracing. Mereka selanjutnya wajib menjalani isolasi," katanya.

Di samping itu, pihaknya juga akan menyiapkan tempat isolasi terpusat (Isoter) yang dimiliki Pemko Medan yakni Ex Hotel Soechi, Jalan Cirebon dan Gedung P4TK, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

"Kita akan siapkan semuanya. Jangan sampai 1x24 jam pasien yang positif Covid-19 tidak diisolasi, nanti malah akan semakin banyak yang harus ditracing. Kita ingin meminimalisir penyebaran dengan melakukan tracing secara cepat. Jadi, respon time kita harus lebih cepat,” tutupnya. (SS6/f)

Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com