Puncak Wabah Juli 2020

Kasus Corona Diprediksi 106 Ribu

* Pemerintah Tanggung Seluruh Biaya Perawatan

254 view
Kasus Corona Diprediksi 106 Ribu
Achmad Yurianto
Jakarta (SIB)
Gugus Tugas Covid-19 menyampaikan prediksi kasus positif virus Corona di Indonesia akan mencapai 106 ribu saat puncak wabah pada Juli mendatang. Pemerintah menegaskan telah melakukan segala upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

"Semua arahan untuk memutus penularan sudah dilakukan. Mulai social distancing/physical distancing, tetap di rumah, pakai masker, sampai PSBB," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, saat dihubungi, Minggu (19/4).

Yuri mengatakan, meski semua upaya telah dilakukan pemerintah, masyarakat tetap berperan dalam memutus rantai penyebaran virus. Menurutnya, jumlah kasus positif di Indonesia bisa ditekan tergantung dari kepatuhan masyarakat mematuhi anjuran pencegahan virus Corona dari pemerintah.

"Tinggal bagaimana kepatuhan dan pelaksanaannya oleh masyarakat," ujarnya.

Yuri mengatakan jumlah kasus positif dalam prediksi itu merupakan angka akumulasi semua kasus yang terkait virus Corona. Artinya, jumlah yang diprediksi itu termasuk pasien yang positif, meninggal, dan sembuh.

"Ini angka akumulasi. Cara bacanya seperti data kemarin, angka lebih dari 6.000-an, artinya bukan kemarin yang sakit 6.000-an. Tetapi jumlah yang total sakit sampai kemarin 6 ribuan, ada yang sudah sembuh dan ada yang meninggal," jelas Yuri.

Sebelumnya, Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan prediksi para ilmuwan mengenai momentum puncak wabah virus Corona di dalam negeri. Para ilmuwan memprediksi puncak itu terjadi mulai Mei hingga Juli, angka positif Covid-19 bisa mencapai 106 ribu kasus.

"Dan kami mempercayai bahwa puncak dari pandemi ini di Indonesia akan dimulai pada awal Mei dan akan terus berlangsung sekitar awal Juni," tutur Wiku menggunakan bahasa Inggris dalam video akun YouTube resmi Sekretariat Presiden, yang diakses pada Jumat (17/4).

Dia menyebut angka kumulatif kasus positif Covid-19 pada puncak wabah bakal mencapai 95 ribu kasus. Namun kemudian dia juga menyebut angka yang lebih dari 95 ribu kasus diprediksi terjadi pada Juni atau Juli.

"Angka kasus selama puncak secara kumulatif adalah 95 ribu kasus. Sedangkan selama Juni dan Juli, kasus terkonfirmasi secara kumulatif akan mencapai 106 ribu kasus," tutur Wiku.

Percepat Tes PCR
Sementara itu, pemerintah telah menyiapkan sederet langkah antisipasi.

"Langkah antisipasinya satu, konsistensi PSBB dan evaluasi implementasinya secara berkala serta mengambil kebijakan dengan cepat di lapangan jika PSBB tidak ditaati untuk memberikan opsi lain kepada pemerintah pusat dalam rangka penegakan PSBB," kata Tenaga Ahli Utama Kepresidenan KSP Dany Amrul Ichdan saat dikonfirmasi, Minggu (19/4).

Pemerintah juga bakal mempercepat tes PCR demi memutus rantai penyebaran virus Corona. Pemerintah juga siap menutup kantor pemerintahan yang tak terkait dalam protokol penanganan Corona.

"Mempercepat tes PCR, khususnya di daerah kuning dan merah agar dapat dilakukan mitigasi dan fase delay terhadap outbreak," ucap Dany.

"Menutup perkantoran pemerintah dan swasta termasuk pabrikasi dan sektor jasa yang tidak ada kaitannya dalam protokol kesehatan yang dibolehkan dalam PSBB untuk dibuka," sebut Dany.

Dany menilai penutupan sejumlah tempat yang disebutkannya tadi bisa menimbulkan efek positif. Salah satu efek itu adalah menurunnya arus lalu lintas.

"Penutupan ini juga akan berdampak pada penurunan moda transportasi yang saat ini masih padat di beberapa destinasi. Ini perlu kolaborasi dengan Pemprov, Depnaker dan industri terkait," sebut Dany.

Rencana antisipasi ini disebut Dany bisa menumbuhkan kesadaran bagi perkantoran lainnya. Sektor yang tidak dikecualikan dalam PSBB diharapkan bisa ikut melakukan penutupan sementara.

"Saya berharap sektor perkantoran pemerintah bisa menjadi role model penutupan kantor untuk sementara waktu, kecuali perkantoran yang dibolehkan dalam PSBB untuk dibuka sebagai layanan publik dan pertahanan keamanan," ucap Dany.

Dany juga menyarankan ada pengetatan pintu masuk di zona hijau demi memutus rantai penyebaran virus Corona.

Periksa 47 Ribu Spesimen
Per hari ini, sudah 47 ribu lebih spesimen sudah diperiksa di laboratorium.

"Spesimen yang diperiksa sudah lebih dari 47 ribu," Achmad Yurianto.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.575 orang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Sedangkan 35.644 dinyatakan negatif, Minggu (19/4).

"Hasil positif 6.575 orang, hasil negatif 35.644 orang," ujar Yuri.

Angka tersebut berdasarkan data yang diperbaharui pada pukul 12. 00 WIB. Yuri juga mengatakan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 semakin masif dan agresif dalam melakukan pemeriksaan spesimen.

Pada Sabtu, 18 April 2020, Yuri mengatakan sudah ada 45 ribu spesimen yang diperiksa terkait virus Corona. "Lebih dari 39 ribu orang, ada hasil positif sebanyak 6.248, hasil negatif 33.174," ucap Yuri kemarin.

Sementara itu, total pasien sembuh Corona mencapai angka 686, bertambah 55 dari angka sebelumnya.

Sementara itu, pasien yang meninggal bertambah 47 orang. Total pasien yang meninggal saat ini 582 orang.

"Kasus meninggal 582, ini adalah kasus meninggal konfirmasi kasus positif Covid-19," ujar Yuri.

Achmad Yurianto menambahkan, bahwa data pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus Corona (Covid-19) di Indonesia bertambah. Jumlah PDP bertambah menjadi 15.646 orang dan ODP menjadi 178.883 orang.

"Saat ini ODP lebih dari 178 ribu orang. Kemudian PDP sejumlah 15.646 orang," ujar jurunya.

Ditanggung
Terkait biaya perawatan bagi pasien positif virus Corona (Covid-19) pemerintah memastikan akan menanggung seluruhnya. Selain itu, pemerintah terus memastikan terpenuhinya segala keperluan menyangkut penanganan virus Corona.

"Pemerintah terus mendatangkan dan memenuhi semua kebutuhan obat-obatan, dan peralatan medis yang dibutuhkan. Pemerintah menanggung semua pembiayaan perawatan pasien Covid-19," ungkap Achmad Yurianto.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan memberikan tambahan insentif bagi seluruh tenaga medis yang bekerja melawan virus Corona. Ia meyakini Indonesia mampu melewati wabah ini.

"Pemerintah menyiapkan insentif tambahan untuk kerja keras tenaga kesehatan," ucap Yuri.

"Ini yang harus kita pahami bahwa kita mampu melaksanakan ini secara bersama-sama dengan bergotong royong," lanjutnya.
(detikcom/d)
Penulis
: redaksisib
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com