Kasus Corona Naik di 20 Provinsi Termasuk Sumut

* 4 Wilayah Jadi Perhatian Khusus

147 view
Kasus Corona Naik di 20 Provinsi Termasuk Sumut
Dok. Kemenko Perekonomian
Airlangga Hartarto
Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan data kenaikan kasus Corona (Covid-19) yang terjadi di luar Pulau Jawa dan Bali. Airlangga mengatakan ada 20 provinsi yang mengalami kenaikan kasus Corona.

"Pada prinsipnya yang kita ingin laporkan adalah kenaikan perkembangan di luar Jawa Bali. Yang naik adalah 20 provinsi di mana yang tertinggi adalah Provinsi Sulawesi Tengah, Riau, Sumut, Gorontalo, Kalimantan Barat," ujar Airlangga saat konferensi pers, Senin (2/8).

Meski begitu, ada juga beberapa daerah yang mengalami penurunan kasus Corona. Salah satunya Nusa Tenggara Timur (NTT), kecuali Kabupaten Sika.

"Kemudian beberapa provinsi turun yaitu di NTT kecuali kabupaten Sikka, Lampung, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Kepri, dan Kalteng," ungkapnya.

Kembali ke kenaikan kasus, Airlangga mengatakan akan ada 45 kabupaten kota yang akan melanjutkan PPKM level 4. Dia juga mengatakan pemerintah memberikan prioritas ke daerah yang mengalami kenaikan kasus Corona.

"Kalau kita lihat kota dan kabupaten yang naik karena kami mengkonsentrasikan pada kota kabupaten yang naik di luar Jawa Bali ini ada 21 provinsi, dan 45 kabupaten kota yang level 4 dan ini dilanjutkan," katanya.

Dia juga mengungkapkan, sejumlah kota yang mengalami kenaikan kasus, yakni Kota Medan dan Makassar. Sedangkan untuk kabupaten kenaikan terjadi di Sikka, Berau, dan Belitung.

"Kemudian kenaikan ada di kota Medan, karena kota Medan hampir seluruh menjadi rujukan di Sumatera Utara, kemudian Kota Makassar, Kota Banjarmasin, Kota Pekanbaru, kota Banjarbaru, kota Tarakan dan Jayapura," jelasnya.

"Sedangkan kabupatennya adalah Sikka, Berau, dan Belitung. Ini adalah daerah-daerah yang kenaikannya tinggi, dan pemerintah memberikan prioritas kepada daerah-daerah tersebut," imbuhnya.

Jadi Perhatian Khusus
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada empat wilayah yang jadi perhatian khusus pemerintah untuk menekan laju Covid-19. Empat wilayah itu tercatat memiliki kasus positif dan kematian tinggi.

"Ada beberapa daerah yang memang dibutuhkan perhatian khusus karena masih tingginya kasus terkonfirmasi, positivity rate dan juga jumlah kematian warganya," kata Luhut dalam jumpa pers, Senin (2/8).

Empat wilayah yang dimaksud Luhut antara lain Bali, Malang Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Solo Raya. Meski demikian Luhut memastikan kasus Corona di empat wilayah sudah mulai tertangani, tapi masih dalam pantauan.

"Kita mestinya melihat minggu ini akan membaik karena juga kemarin atau tadi angka sudah sedikit membaik. Tapi sangat yakin dalam satu minggu ke depan ini akan tambah baik," ujar Luhut.

Luhut menyebut tinggi kasus kematian di empat wilayah tersebut lantaran masih banyak warga yang menjalani perawatan isolasi mandiri di rumah. Sehingga telat diantisipasi oleh tenaga kesehatan ketika keadaan memburuk.

"Akibatnya menyebabkan kematian karena saturasi mereka rata-rata di bawah 90," kata Luhut.

Pemerintah, lanjut Luhut, sudah melakukan intervensi untuk menurunkan angka kasus kematian. Pemerintah telah membentuk Task Force untuk menjemput pasien isoman.

"Kami bentuk task force untuk menjemput yang positif-positif dari rumah-rumah dan bawa ke pada isolasi terpusat," ujar Luhut.

Sulit Dicapai
Luhut Pandjaitan sempat menyatakan herd immunity bisa tercapai pada September. Kini, Luhut menyatakan herd immunity susah terwujud.

Angka reproduksi virus Corona saat ini 1,2 hingga 1,5. Supaya Covid-19 terkendali, angka reproduksi haris diturunkan sampai 1,0. Cara mengendalikan angka reproduksi itu tidak bisa mengandalkan vaksinasi saja, melainkan juga harus dibarengi dengan 3M dan 3T yang gencar.

"Apa itu formulanya (pengendalian Covid-19)? Adalah coverage dari vaksinasi tinggi, 3M, dan 3T," kata Luhut.

3M adalah protokol kesehatan pencegahan Covid-19 berupa memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. 3T adalah strategi testing, tracing (pelacakan Covid-19), dan treatment (perawatan pasien Covid-19). Itu semua harus dilakukan di samping juga vaksinasi tentunya.

"Dan ini semua kami persiapkan untuk menahan endemik ini, karena herd immunity ini sulit dicapai karena efikasi pada setiap vaksin itu tidak ada yang 100%," kata Luhut.

Target angka reproduksi virus Corona di Indonesia pada September adalah 0,9. Caranya adalah 3M, 3T, dan vaksinasi mencapai 75% di seluruh Indonesia.

"Mengenai vaksinasi, kita bulan ini berharap bisa 60 sampai 70 juta kita akan vaksin Agustus. Kita berharap September juga demikian. Pembukaan aktivitas ekonomi akan tergantung vaksinasi serta implementasi 3T dan 3M," tutur Luhut.

Isolasi Terpusat
Luhut Binsar Pandjaitan juga mengungkap pentingnya isolasi terpusat bagi pasien Corona. Terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

"Isolasi terpusat baik di level desa, kecamatan, kabupaten, kota, ataupun level provinsi sangat penting, terutama bagi pasien-pasien berisiko tinggi, atau yang di rumahnya ada ibu hamil, orang tua, orang komorbid," kata Luhut.

Dia mengatakan pemerintah terus berupaya agar pasien Corona yang menjalani isolasi mandiri pindah ke fasilitas isolasi terpusat. Dia mengatakan hal itu diperlukan agar para pasien Corona mendapat perawatan medis yang lebih baik.

"Fasilitas isolasi terpusat ini dilengkapi dokter, perawat, obat-obatan dan oksigen dan konsumsi pasien. Sudah kami siapkan 49 ribu tempat tidur di Jawa dan Bali," katanya.

Dia mengatakan pemerintah terus menggencarkan pelacakan dan tes terhadap warga. Menurutnya, peningkatan tes dan pelacakan ditujukan agar lebih banyak pasien Covid-19 yang bisa diisolasi dan menekan penyebaran.

"Sehingga kita bisa memastikan memisahkan orang-orang yang kena Covid-19 dari keluarganya sehingga klaster-klaster keluarga bisa kita kurangi. Kita juga ingin menghindari orang yang meninggal karena saturasi oksigen sudah menurun dan mengalami pemburukan baru dibawa ke rumah sakit," tutur Luhut Binsar Pandjaitan.

Siap Disalurkan
Dalam rangka menjaga kecukupan pangan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Level 4, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI meluncurkan program bantuan beras dari Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Bantuan beras tersebut akan disalurkan kepada 28,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Adapun masing-masing keluarga akan menerima 10 kg bantuan beras PPKM.

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Perum Bulog Mokhamad Suyamto memastikan 288.000 ton beras disalurkan tepat dengan kualitas dan kuantitas beras sesuai ketentuan.

"Pendistribusian sesuai dengan data yang diberikan Kemensos kepada Bulog. Titik penyaluran juga sesuai dengan yang disepakati aparat terkait," ujarnya dikutip dari laman resmi Bulog, Senin (2/8).(detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com