* Wakil Ketua MPR Soroti Kedisiplinan Prokes Warga

Kasus Corona Tembus 1 Juta, RI Pertama di ASEAN

* Menkes Ajak Warga Merenung

212 view
Kasus Corona Tembus 1 Juta, RI Pertama di ASEAN
Foto Dok/Budi Gunadi Sadikin
Budi Gunadi Sadikin
Jakarta (SIB)
Pemerintah kembali memperbarui informasi soal penanganan wabah virus Corona (Covid-19). Selasa (26/1) dilaporkan total kasus Covid-19 di Indonesia telah tembus 1 juta.

Berdasarkan data di situs Satgas Penanganan Covid-19, dilaporkan ada 13.094 kasus baru Corona. Total sejak Maret 2020 sudah ada 1.012.350 kasus Covid-19 di Tanah Air.

Selain itu, dilaporkan ada penambahan pasien sembuh Corona sebanyak 10.868, sehingga ada 820.356 pasien Corona yang sembuh.

Sementara itu, dilaporkan juga ada 336 pasien meninggal akibat Covid-19. Total tercatat 28.468 pasien Covid-19 yang meninggal.
Dilaporkan juga pemerintah memantau kasus suspek Corona sebanyak 82.156. Selain itu, ada 75.194 spesimen terkait Corona yang diperiksa kemarin.

Kasus Corona telah ditemukan di 34 provinsi pada 510 kabupaten/kota.
Pemerintah terus mengingatkan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19. Masyarakat diminta disiplin memakai masker, rajin mencuci tangan memakai sabun, dan menjaga jarak.

Pertama di ASEAN
Dengan data terbaru itu, Indonesia mencatatkan diri sebagai negara di ASEAN pertama yang angka kasus Coronanya menembus 1 juta. Berdasarkan data statistik Sekolah Kedokteran Universitas Johns Hopkins, Indonesia berada di atas Filipina dengan angka kasus 516.166. Data Johns Hopkins ini dituliskan per pukul 4.22 waktu setempat.

Berikut data akumulasi kasus Corona negara di ASEAN:
1. Indonesia: 1.012.350
2. Filipina: 516.166
3. Malaysia: 186.849
4. Myanmar: 137.957
5. Singapura: 59.366
6. Thailand: 14.646
7. Vietnam: 1.549
8. Kamboja: 460
9. Brunei: 175
10. Laos: 44

Untuk diketahui, berdasarkan data BPS, penduduk RI saat ini berjumlah 271,34 juta. Secara global kasus Corona berjumlah 25.297.072. Lalu kasus kematian global di angka 2.141.602.
Merenung
Sementara itu, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut saat ini merupakan momen untuk berduka.
"Hari ini Pak Presiden memanggil rapat terbatas beberapa menteri, dan saya dititip pesan oleh Bapak Presiden untuk menyampaikan ke seluruh rekan-rekan bahwa hari ini adalah hari ketika jumlah orang yang terpapar Covid-19 di Indonesia menembus angka 1 juta orang. Angka ini memiliki makna dua hal yang harus kita sadari, angka ini membuat kita harus merenung. Dan ada dua momen penting yang harus kita sadari. Momen yang pertama adalah, saatnya kita untuk berduka," ujar Budi dalam konperensi pers yang disiarkan melalui YouTube Setpres.

Budi mengatakan hal ini karena banyak keluarga dan kerabat yang wafat melawan Covid-19. Selain itu, lebih dari 600 tenaga kerja kesehatan juga disebut gugur.

"Karena ada banyak saudara-saudara kita yang sudah wafat, ada lebih dari 600 tenaga kesehatan juga yang sudah gugur dalam menghadapi pandemi ini. Dan mungkin sebagian dari keluarga dekat, teman dekat kita juga sudah meninggalkan kita," kata Budi.
Duka ini disebut tidak hanya dirasakan oleh rakyat Indonesia. Namun pemerintah juga merasakan duka yang mendalam.

"Momen pertama yang harus kita lalui. Bahwa ada rasa duka yang mendalam dari pemerintah, dari seluruh rakyat Indonesia atas angka ini," tuturnya.

Selain itu, Budi mengatakan banyaknya angka positif Covid-19 ini harus membuat masyarakat sadar, sehingga diperlukan kerja keras untuk membantu pemutusan penyebaran Covid-19.

"Momen kedua, kita juga harus sadar, bahwa kita harus terus bekerja sangat keras, sehingga pengorbanan yang sudah dilakukan oleh rekan-rekan kita, terutama tenaga kesehatan, itu tidak sia-sia, sebagaimana bekerja keras ke depan. Bekerja sangat keras, bekerja ekstra," tuturnya.

"Angka 1 juta ini memberikan satu indikasi bahwa seluruh rakyat Indonesia harus bekerja sama dengan pemerintah bekerja bersama sama mengatasi pandemi ini dengan lebih keras. Kita teruskan kerja kerasnya," sambungnya.

Terus Melonjak
Jumlah positif virus Corona atau Covid-19 di Sumatera Utara juga menembus angka 20.403 kasus. Rumah sakit rujukan untuk perawatan Corona di Sumut pun hampir terisi penuh.

"Iya (hampir terisi penuh). BOR (Bed Occupancy Rate) di atas 80%," kata Jubir Satgas Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah.
Dia mengatakan Pemprov Sumut bakal memaksimalkan RSUD yang ada di kabupaten/kota untuk lokasi isolasi. Menurutnya, selama ini pasien Corona dari kabupaten/kota se-Sumut kebanyakan dibawa ke RS rujukan yang ada di Medan.
"Kita maksimalkan RSUD kabupaten/kota," ucapnya.

Aris menyebut ada 90 kasus Corona baru di Sumut kemarin dengan total kasus positif berjumlah 20.403. Dari jumlah tersebut, 17.654 Orang dinyatakan sembuh. Angka pasien sembuh itu bertambah 89 orang dari hari sebelumnya. Selain itu, terdapat 732 pasien positif Corona yang meninggal dunia.

Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi mengatakan rumah sakit di Medan hampir penuh karena harus menangani pasien dari luar Medan. Dia berharap ada solusi dari Pemprov Sumut terkait masalah ini. "Kita minta bantuan provinsi juga lah untuk bisa menguatkan sarana apa ini kan. Pelayanan Covid, salah satu kebijakan provinsi itu ya membatasi supaya semua jangan harus dilayani di Medan. Jadi, RS di daerah kabupaten/kota itu juga harus meningkatkan kapasitas pelayanannya," ucap Edwin.

Dia mengatakan kasus Corona di Medan terus meningkat tiap hari. Edwin berharap warga mematuhi anjuran pemerintah untuk memakai masker dan menjaga jarak demi mencegah penularan Corona. "Jadi memang ada kecenderungan peningkatan kejadian kasus, jadi supaya kita harapkan ya ini menjadi perhatian masyarakat, perorangan supaya jadi perhatian, disiplin prokes," tuturnya. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com