Kasus Covid-19 Menurun, 18 Negara Boleh Masuk RI Kecuali Singapura

* Jokowi Minta Menteri Tak Lepas Tangan Saat Covid-19 Terkendali

165 view
Kasus Covid-19 Menurun, 18 Negara Boleh Masuk RI Kecuali Singapura
Foto: Dok. AP
Bandara Ngurah Rai Bali
Jakarta (SIB)
Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkap kasus Corona di Indonesia terus mengalami perbaikan. Kasus harian menurun, begitu juga dengan angka kematian Corona, per 10 Oktober 'hanya' ada 39 orang yang meninggal karena Covid-19.

Luhut menyebut, perbaikan di Jawa Bali yang signifikan ini menjadi catatan untuk tidak euforia dan tetap mempertahankan kasus Corona serendah mungkin. Terutama antisipasi gelombang ketiga Covid-19 di akhir tahun 2021.

"Pembukaan penerbangan internasional ke Bali, yang akan dilakukan pada pekan ini diharapkan mampu memulihkan ekonomi Bali. Pembukaan dilakukan bertahap dan berhati-hati di tengah kasus sudah menurun," ungkapnya dalam konferensi pers PPKM Senin (11/10).

"RT belum di bawah satu, tetapi pekan ini kita berharap sudah di bawah satu," sambung dia.

Boleh masuk
Tak termasuk Singapura, Luhut menyebut ada 18 negara yang kini diperbolehkan masuk Indonesia. Namun, detail 18 negara tersebut menyusul dijelaskan dalam Inmendagri terbaru yang akan segera dirilis.

"Untuk memastikan tidak ada peningkatan kasus di Bali, pemerintah juga memperketat persyaratan mulai dari sebelum dan sesudah keberangkatan," jelas Luhut.

"Mengenai negara-negara yang bisa masuk ke Indonesia ada 18 negara, dan nanti saya pikir akan diumumkan secara terpadu dalam surat edaran menteri dalam negeri," pungkas dia.

Luhut mengatakan, negara Singapura belum memenuhi standar persyaratan level 1, 2 dari World Health Organization (WHO).

“Mengenai nama-nama negara yang bakal diumumkan ada 18 negara, saya kira Singapura belum termasuk karena mungkin belum memenuhi persyaratan standar level 1, level 2 sesuai dengan WHO,” ungkap Luhut.

Sama halnya dengan Warga Negara Asing yang masuk ke Indonesia harus melakukan karantina, Luhut juga memastikan untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan memasuki wilayah Indonesia juga tetap melakukan karantina selama 5 hari.

“Tadi mengenai orang Indonesia yang datang tentu yang berlakunya ya tetap 5 hari. Kenapa 5 hari? Karena kan itu masa inkubasi itu 4,8 hari,” paparnya.

Pasalnya, kata Luhut dengan menerapkan karantina 5 hari maka akan menurunkan probabilitas penularan. Meskipun, kini probability penularan semakin rendah hanya 4% saja karena cakupan vaksinasi yang tinggi.

“Jadi maksimum itu sudah turun di bawah di bawah 4% probability penularannya. Jadi saya kira risikonya makin rendah karena tingkat imunitas kita juga bertambah sejalan dengan jumlah yang divaksin bertambah dan juga jumlah lansia yang divaksin juga bertambah,” paparnya.

Tak Lepas Tangan
Luhut juga mengungkapkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta para pembantunya tidak lepas tangan dalam situasi pandemi yang sudah terkendali. Kepala negara tak ingin kasus corona kembali meningkat.

"Dalam arahannya Presiden mengingatkan kepada kami para pembantunya agar jangan terjadi lepas kendali di situasi seperti sekarang ini," ungkap Luhut.

Luhut menyebut, Presiden Jokowi berpesan agar kasus corona yang sudah melandai dipertahankan selama mungkin. Selain itu, dikendalikan secara konsisten.

"Pertahankan kasus selama mungkin dalam waktu yang lama dan secara konsisten," ujar eks Menko Polhukam ini.

Luhut terus mengajak masyarakat agar tidak euforia dengan situasi Covid-19 yang sudah terkendali. Dia tak ingin lonjakan virus corona kembali terjadi.

"Saya tentunya terus mengajak masyarakat tidak terlena dengan kondisi hari ini, bereforia merayakan sehingga kita lupa dengan kondisi buruk yang mungkin terjadi karena kelalaian kita," pungkasnya.

Lebih Baik
Dalam pemaparannya, Luhut juga menyinggung perihal indeks pemulihan Covid-19 di Indonesia yang lebih baik daripada negara tetangga.

"Recovery index yang dirilis oleh Nikkei menunjukkan peringkat Indonesia jauh lebih baik dari Singapura, Malaysia, dan Thailand," katanya.

"Jangan terjadi lepas kendali, pertahankan kasus serendah mungkin dalam waktu lama dan konsisten. Jangan terlena dengan kondisi hari ini," tegasnya.Meski demikian ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlena dengan perbaikan kasus Covid-19. Terlebih ada risiko lonjakan kasus di masa liburan Natal dan Tahun Baru.

Terkait infeksi pemulihan Covid-19, laporan Nikkei Asia menyebut Indonesia ada pada ranking 54 dari 121 negara dalam kategori indeks pemulihan Covid-19. Peringkat ini menunjukkan kesembuhan Covid-19 Indonesia disebut menduduki peringkat tertinggi di negara-negara Asia Tenggara.

Total skor tersebut merupakan akumulasi penilaian perihal manajemen infeksi, pemberian vaksin, dan mobilitas masyarakat selama pandemi Covid-19. (Detikhealth/Okz/Merdeka/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com