Kasus Covid-19 di Sumut Bertambah, Deliserdang Masih Zona Merah


102 view
(Foto: Ist)
Ilustrasi corona. 
Medan (SIB)
Jumlah kasus penyebaran Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali bertambah. Berdasarkan data yang diterima, Selasa, (4/5), kasus baru bertambah 63 orang, angka kesembuhan bertambah 65 orang dan meninggal tidak bertambah.

"Total kasus mencapai 29.653 orang, sembuh 26.375 orang dan meninggal 976 orang," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sumut dr Aris Yudhariansyah MM kepada wartawan di Medan, Selasa (4/5).

Ia menyebutkan kasus baru didapatkan dari Medan 30 orang, Deliserdang 19 orang, Karo 9 orang, Dairi 3 orang, Batubara 2 orang. Angka kesembuhan didapatkan dari Medan 39 orang, Deliserdang 21 orang, Karo 5 orang.

Berikutnya, sebut Aris, kasus meninggal tidak mengalami pertambahan jumlah. "Kasus suspek kembali bertambah 28 orang, jumlahnya menjadi 846 orang," sebut Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut ini.

Ia menyampaikan kasus Covid-19 di Medan mencapai 15.512 orang setelah bertambah 30 orang, angka kesembuhan 14.229 orang setelah bertambah 39 orang, kasus meninggal totalnya tetap 468 orang.

Sementara, berdasarkan hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah yang diupdate pertanggal 2 Mei, Deliserdang masih tetap bertahan di zona merah. Sedangkan zona hijau masih tetap bertahan tiga daerah, yaitu Nias Barat, Nias Utara dan Nias Selatan.

Zona oranye, terdapat 14 daerah, masing-masing Tanjung Balai, Tebingtinggi, Dairi, Sibolga, Sergai, Batubara, Gunungsitoli, Labuhanbatu Utara, Medan, Karo, Binjai, Padangsidimpuan, Langkat dan Tapanuli Utara.

Berikutnya zona kuning terdapat 15 daerah, masing-masing Pakpak Bharat, Samosir, Tapanuli Utara, Nias, Tobasa, Paluta, Labusel, Padang Lawas, Labuhanbatu, Madina, Humbahas, Tapsel, Simalungun, Asahan dan Pematangsiantar.

Aris menyebutkan, saat ini untuk Deliserdang terdapat sebanyak 742 kasus aktif Covid-19. Jumlah ini didapatkan dari total kasus konfirmasi sebanyak 4.350 orang, dengan 3.462 diantaranya sembuh dan 146 lainnya meninggal.

Sedangkan, jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di 26 rumah sakit se Sumut kembali menurun. Pasien pertanggal 4 Mei 2021, mencapai 1.188 orang, sehari sebelumnya 1.203 orang.

"Pasien konfirmasi yang dirawat sebanyak 975 orang, suspek 213 orang dan isolasi mandiri 1.327 orang," tambah mantan Kepala Dinas Kesehatan Asahan ini.

Di hari yang sama dilaporkan, setelah pasien terakhirnya dinyatakan sembuh, Rumah Sakit Martha Friska Multatuli resmi tutup menangani Covid-19, Selasa (4/5).

Sebelumnya, terhitung sejak tanggal 20 April kemarin, rumah sakit yang difungsikan sebagai tempat khusus pelayanan Covid-19 ini juga sudah tidak lagi menerima rujukan pasien.

Aris membenarkan penghentian layanan Covid-19 di RS Martha Friska. Oleh karena itu, saat ini Pemerintah Provinsi Sumut hanya tinggal memiliki satu rumah sakit khusus Covid-19 yakni RS GL Tobing.

"Hari ini resmi tutup. Pasiennya juga sudah tidak ada lagi, karena pasien terakhirnya sudah sembuh," ungkapnya.

Disinggung suatu saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 di Sumut, ia menjelaskan, hal itu sudah bisa diantisipasi dengan telah bertambahnya ruang isolasi baru di rumah sakit-rumah sakit swasta.

Ia mencontohkan di RS Royal Prima Medan saat ini telah dilakukan penambahan sebanyak 20 ruang isolasi baru. "Jadi seharusnya tidak ada dampak berarti dengan tutupnya layanan Covid-19 di RS Martha Friska," jelasnya.

Diharapkan kabupaten/kota tidak lagi mengirimkan pasiennya ke Medan, kecuali dengan kondisi-kondisi khusus. Hari ini juga semua kepala dinas dan direktur rumah sakit sedang melakukan pertemuan di Posko Satgas Covid-19 Sumut untuk membahas persoalan tersebut.

"Jadi daerah juga harus siap menangani pasien Covid-19. Sehingga pasien bisa dirujuk bila memiliki kondisi-kondisi yang khusus," pungkasnya.

Dilaporkan juga, Provinsi Sumut peringkat ke 17 sebagai daerah penyumbang kasus Covid-19 di Indonesia. Jumlah tersebut berdasarkan data laporan media harian Covid-19 dari Kemenkes RI dan BNPB Pusat pertanggal 4 Mei 2021.

Data tersebut juga mencatat, Jawa Barat peringkat pertama kasus baru sebanyak 912 orang, Riau peringkat kedua sebanyak 483 orang, DKI Jakarta peringkat ketiga sebanyak 416 orang, Jawa Tengah peringkat keempat sebanyak 375 orang.

Jawa Timur peringkat kelima sebanyak 290 orang, Bangka Belitung peringkat keenam sebanyak 167 orang, DI Yogyakarta peringkat ketujuh sebanyak 159 orang, Bali peringkat kedelapan sebanyak 150 orang, Sumatera Barat peringkat kesembilan sebanyak 144 orang.

Kalimantan Timur peringkat ke 10 sebanyak 137 orang, Kepulauan Riau peringkat ke 11 sebanyak 134 orang, Kalimantan Barat peringkat ke 12 sebanyak 117 orang, Banten peringkat ke 13 sebanyak 112 orang.

Sumatera Selatan peringkat ke 14 sebanyak 111 orang, Kalimantan Tengah peringkat ke 15 sebanyak 101 orang, Aceh peringkat ke 16 sebanyak 98 orang, Sumatera Utara peringkat ke 17 sebanyak 63 orang. (SS6/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com