Kasus Covid Melonjak, Hong Kong Vaksinasi Bayi 3 Tahun

* AS Larang Warganya ke RI karena Risiko Covid-19

220 view
Kasus Covid Melonjak, Hong Kong Vaksinasi Bayi 3 Tahun
Foto: AFP/JIJI PRESS
Seorang anak disuntik vaksin Covid-19. 

Hong Kong (SIB)

Otoritas Hong Kong akan menggelar vaksinasi Covid-19 untuk bayi berusia 3 tahun saat kasus infeksi melonjak karena varian Omicron. Menurut ncatat 1.347 kasus infeksi baru.


Gelombang yang disalahkan pada varian Omicron telah mendorong pembatasan baru yang membatasi pertemuan langsung tidak lebih dari dua rumah tangga. Penduduk Hong Kong telah bergegas ke toko kelontong untuk membeli sayuran dan ke salon rambut untuk potong rambut.


Pihak berwenang telah memberlakukan karantina pada bangunan tempat tinggal di mana pun kelompok infeksi diidentifikasi, dan telah melarang makan di tempat umum setelah pukul 6 sore. Hanya orang yang divaksinasi yang diizinkan di pusat perbelanjaan dan supermarket, sementara tempat ibadah, salon rambut, dan bisnis lainnya telah diperintahkan untuk ditutup.


Imunisasi menggunakan vaksin Sinopharm Tiongkok untuk anak-anak berusia 3 tahun ke atas akan mulai diberikan pada Selasa (15/2). Hong Kong telah sepenuhnya memvaksinasi 73 persen dari populasi yang memenuhi syarat, tidak termasuk anak-anak.


Dengan populasi sekitar 7,5 juta, Hong Kong saat ini memiliki lebih dari 7.000 orang yang dirawat karena Covid-19 atau menunggu masuk ke rumah sakit.


Hong Kong telah mengadopsi pendekatan "tanpa toleransi" Tiongkok daratan untuk menangani pandemi yang memerlukan karantina, mandat masker, pelacakan kasus dan karantina bangunan, lingkungan dan seluruh kota, bahkan ketika hanya beberapa kasus yang terdeteksi.


Pejabat Beijing dan media pemerintah Tiongkok mengatakan mengadopsi kebijakan "hidup dengan virus" seperti yang telah dilakukan beberapa negara akan membanjiri sistem medis Hong Kong. Kota ini telah mencatat total 22.980 kasus Covid-19 dan 219 kematian akibat virus tersebut.


Larang

Terpisah, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pada Senin (14/2) memasukkan Indonesia, Korea Selatan, dan Azerbaijan ke daftar negara yang diminta untuk tidak dikunjungi oleh warganya, karena risiko terkait Covid-19.


Seperti dikutip dari Antara, imbauan atas Indonesia, Korsel, dan Azerbaijan diberi label "Tingkat 4: Jangan Bepergian ke Sana."


Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada hari yang sama mengeluarkan imbauan bagi masyarakat untuk tidak bepergian ke enam negara dan wilayah, termasuk Korea Selatan, Belarus, dan Azerbaijan karena penularan Covid-19.


CDC juga menambahkan Komoro, Polinesia Prancis, serta Saint Pierre and Miquelon ke daftar negara dan wilayah yang risikonya berada di "Level Empat: Sangat Tinggi."


Secara keseluruhan, CDC memasukkan 140 negara dan wilayah pada tingkat tertinggi peringatan, termasuk terhadap Kanada, seluruh Eropa, dan hampir seluruh Amerika Latin.


Tingkat Covid yang disebabkan varian Omicron menurun, namun masih tinggi di banyak negara.


CDC menyebut 50 negara dan wilayah dengan "Level Tiga: Tinggi,". Menurut level tersebut, perjalanan tidak penting perlu dihindari warga Amerika yang belum divaksin.


Hanya 11 tujuan, termasuk China, Selandia Baru, Pakistan, Taiwan, dan Hong Kong yang masuk dalam kategori "Level 1: Rendah" atau "Level 2: Sedang".


CDC menyediakan daftar berisi 40 tujuan sebagai tempat yang kondisinya tidak diketahui dan karena itu menyarankan warga AS untuk tidak berkunjung ke sana, kecuali kalau sudah divaksin anti Covid-19.


Beberapa pejabat industri perjalanan mengatakan mereka meyakini bahwa rekomendasi perjalanan yang dikeluarkan CDC adalah salah satu faktor yang menjadikan permintaan perjalanan udara tertekan.


Sebelumnya pada bulan ini, kalangan maskapai besar, bisnis, dan perusahaan layanan perjalanan mendesak Gedung Putih untuk mencabut kewajiban tes Covid-19 sebelum berangkat ke AS bagi para penumpang internasional yang telah divaksin. (SP/KpsTV/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com