Kasus Covid Mingguan Naik 15% Akibat Libur Idul Fitri

* WNI Pulang dari Negara Krisis Covid Bakal Dikarantina 14 Hari

114 view
Kasus Covid Mingguan Naik 15% Akibat Libur Idul Fitri
Internet
Foto: Screenshot Konpers Satgas COVID-19 Jumat (4/6)
Jakarta (SIB)
Satgas Covid-19 menjelaskan penyebab naiknya kasus Corona (Covid-19) di Indonesia minggu ini sekitar 15 persen. Satgas mengatakan kenaikan diperoleh dari lima provinsi di Indonesia.

"Pada hari ini saya akan menyampaikan perkembangan kasus positif, sembuh dan meninggal mingguan per tanggal 30 Mei 2021. Setelah pada minggu sebelumnya terjadi kenaikan kasus positif mingguan yang cukup tinggi yaitu 36,8 persen, di minggu ini kenaikannya lebih rendah yaitu naik 15,1 persen, sedangkan di minggu lalu kita sudah mulai memasuki minggu kedua pascalibur Idul Fitri, artinya kenaikan kasus positif pada periode ini sudah dapat diklaim sebagai dampak libur Idul Fitri," ujar jubir Satgas, Wiku Adisasmito, saat konferensi pers, Jumat (4/6).

Wiku mengatakan kenaikan kasus positif di minggu ini dikontribusikan oleh 5 provinsi. Lima provinsi itu adalah Jawa Tengah naik 1.181, Riau naik 1.550, Kepulauan Riau naik 771, Aceh naik 692, dan DKI naik 523.

Selain ada kenaikan kasus, Wiku juga menjelaskan 5 provinsi angka kematian tertinggi pada minggu ini yakni Riau, Kepulauan Riau, NTB, Kepulauan Bangka Belitung, dan Bengkulu. Wiku mengatakan meski begitu angka kematian minggu ini turun dari minggu lalu.

"Angka kematian pada minggu ini mengalami penurunan setelah minggu lalu mengalami kenaikan. Di minggu ini angka kematian turun 15,1 persen dan hal ini perkembangan sangat baik, bahwa di tengah naiknya kasus positif angka kematian dapat kita tekan," jelasnya.

Penyebab Kenaikan Kasus
Lebih lanjut, Wiku juga mengungkapkan penyebab kenaikan kasus Corona di lima provinsi itu. Wiku mencontohkan kenaikan kasus di Jawa Tengah penyebabnya karena Jawa Tengah destinasi mudik paling banyak saat libur Lebaran.

"Adanya kenaikan kasus positif di provinsi Jawa Tengah dapat terjadi karena Jawa Tengah merupakan destinasi mudik yang paling sering dikunjungi masyarakat Indonesia pada saat periode Idul Fitri, di provinsi Jateng mobilitas penduduk ke tempat wisata tanggal 13-19 Mei lalu juga cukup tinggi, bahkan mencapai 51 persen," ungkap Wiku.

Sementara untuk kenaikan kasus di DKI, Wiku menduga karena DKI adalah tempat balik pemudik. Hal ini, kata Wiku, didukung oleh data mobilitas masyarakat pasca Idul Fitri.

"Kenaikan di DKI Jakarta sebaliknya bahwa Jakarta merupakan destinasi arus balik mudik, artinya orang-orang yang kembali mudik banyak yang menuju ke DKI Jakarta. Hal ini menyebabkan penularan yang mungkin terjadi di wilayah tujuan mudik dapat terbawa hingga kembali ke DKI Jakarta, hal ini juga didukung dengan data mobilitas penduduk pasca-Idul Fitri dari luar jabodetabek, menuju jabodetabek meningkat cukup tajam," papar Wiku.

Adapun kenaikan pada Provinsi Riau, Kepulauan Riau, dan Aceh, menurut Wiku, terjadi karena tingginya mobilitas penduduk setempat ke tempat wisata pada periode libur Idul Fitri. Menurut Wiku, kebiasaan masyarakat yang sering melakukan kerumunan perlu diubah untuk menekan penambahan kasus Corona di Indonesia.

"Mobilitas penduduk di Riau mencapai 70 persen, sedangkan di Aceh 45 persen yang menuju ke tempat wisata. Keadaan ini menunjukkan bahwa kenaikan kasus dapat dikarenakan akumulasi dari aktivitas-aktivitas penyebab yang berpotensi meningkatkan penularan di tengah masyarakat," jelasnya.

Dikarantina
Pada kesempatan itu, Wiku mengatakan, pemerintah Indonesia berencana memperpanjang durasi karantina selama 14x24 jam. Perpanjangan durasi ini nantinya bakal diterapkan ke warga negara Indonesia (WNI) yang pulang dari negara yang sedang krisis Covid-19.

Wiku mengatakan hal itu ketika ditanya tentang sikap pemerintah apakah akan membuat edaran khusus tentang WNI yang baru pulang dari Malaysia, mengingat Malaysia baru-baru ini menyatakan lockdown.

"Pada prinsipnya mekanisme screening, baik testing maupun karantina, baik masuk atau keluar di Indonesia harus dilakukan dengan baik demi mencegah importasi kasus. Pemerintah Indonesia berencana menetapkan perpanjangan durasi karantina dari 5x24 jam menjadi 14x24 jam bagi pelaku perjalanan dari negara yang sedang mengalami krisis Covid-19, hal ini akan dirangkum dalam surat edaran terbaru," ungkap Wiku.

Terkait Malaysia, Wiku mengatakan pemerintah sudah memastikan keamanan bagi WNI atau pekerja migran Indonesia yang ingin pulang ke Indonesia. Wiku juga mengatakan pemerintah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah Malaysia.

"Perwakilan RI di Malaysia telah menyiapkan rencana kontingensi demi memastikan langkah pemulangan yang penuh perlindungan bagi seluruh WNI atau PMI di Malaysia. Khusus untuk deportan pemerintah RI telah melakukan diplomasi dengan pemerintah Malaysia untuk melakukan pemulangan secara bertahap sesuai dengan besar risiko kesehatan," tegas Wiku.

Diketahui, Malaysia mulai Selasa (1/6) menerapkan karantina wilayah (lockdown). Malaysia akan lockdown selama 2 pekan.

Malaysia pada Selasa (1/6) mengumumkan kasus baru Covid sebanyak 7.105 sehingga total infeksi di Malaysia tercatat sudah 579.462. Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia saat ini termasuk yang paling parah dihantam pandemi. Dari hampir 2.800 kasus kematian akibat Covid di negara berpenduduk 32 juta jiwa itu sejak pandemi dimulai, lebih dari 40% terjadi pada Mei 2021. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com