Kasus Dugaan Korupsi Rp 109,2 Miliar, Mantan Direktur PT PSU Ditahan Kejaksaan


808 view
Kasus Dugaan Korupsi Rp 109,2 Miliar, Mantan Direktur PT PSU Ditahan Kejaksaan
Istimewa
Mantan Direktur PT PSU ditahan Kejati Sumut.

Medan (SIB)

Mantan Direktur PT Perkebunan Sumatera Utara (PT PSU) periode 2007-2010 berinisial Ir HC MM, Selasa (9/11) ditahan penyidik Pidsus Kejati Sumut sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran BUMD milik Pemprov Sumut itu sebesar Rp 109,2 miliar. Penahanan tersangka itu menyusul dua tersangka lain yang sudah duluan ditahan pada Kamis (4/11) lalu.


Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Kasi Penkum Yos A Tarigan menginformasikan hal itu kepada wartawan,Selasa (9/11). Penahanan dilakukan mengacu pada pasal 21 KUHAP yaitu karena dikhawatirkan melarikan diri, merusak barang bukti dan mengulangi perbuatan.Selain itu juga untuk kepentingan kelancaran pemeriksaan.


Telah diberitakan sebelumnya, kedua tersangka yang ditahan pekan lalu yaitu MSH, mantan Manager Kebun PT PSU di Simpang Koje dan Sei Kari periode 2011-2013 dan DS selaku Ketua Panitia Ganti Rugi yang juga mantan Manager Kebun PT PSU di Simpang Gambir dan Kepala Pilot Project Pembangunan Kebun Simpang Koje 2015-2018. Pada pekan lalu,Ir HC MM juga ikut dipanggil bersama kedua tersangka, namun perempuan ini mangkir atau berhalangan hadir untuk diperiksa dengan alasan sakit.


Disebutkan, dugaan korupsi itu terkait pelaksanaan Proyek Pengembangan Areal PT PSU di Desa Simpang Koje, penyalahgunaan Anggaran Pemeliharaan Kebun Simpang Koje periode 2011-2013 dan pelaksanaan Proyek Pengembangan Areal PT PSU di Desa Kampunbaru Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailingnatal periode 2011-2019. Dari hasil pemeriksaan dan penghitungan akuntan publik kerugian keuangan negara diduga mencapai Rp 109.263.887.612,00.


Menurut Kasipenkum,dalam kasus ini penyidik Pidsus Kejati yang dikordinir Aspidsus M Syarifuddin telah menurunkan tim penyidik ke lokasi menyita lahan seluas 626 hektare milik PT PSU terkait dugaan korupsi pada perusahaan periode tahun 2007-2019.


Penyitaan lahan itu berdasarkan Penetapan Pengadilan Negeri Tipikor Medan Nomor 34/SIT/PIDSUS-TPK/PN.MDN tanggal 2 Juni 2021 untuk dua lokasi yaitu di Desa Simpang Koje, Kecamatan Linggabayu, Kabupaten Mandailingnatal seluas 518,22 Ha dan di Desa Kampungbaru seluas 106,06 Ha areal yang bertanam dan belum tanam seluas 1,8 Ha.


Ditambahkan, lahan tersebut merupakan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan bukan lahan yang dapat dikelola PT PSU. Lahan ini juga masuk dalam dugaan tindak pidana korupsi pada PT PSU tahun 2007-2019.


“Ketiga tersangka dituduh melanggar Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang(UU) Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana”,kata Yos Tarigan. (BR1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com