Kasus Harian Covid-19 Sumut 1, Sembuh 9 Orang

* Dinkes: Sumut Masih Pandemi, Belum Endemi

165 view
Kasus Harian Covid-19 Sumut 1, Sembuh 9 Orang
Foto Dok/Kemenkes
Penyebaran kasus harian Covid-19 di Indonesia
Medan (SIB)
Kasus harian Covid-19 kembali turun di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Kasus baru di Sumut pada tanggal 30 November 2021, tercatat 1 orang, sembuh 9 orang dan meninggal nihil.

Sedangkan kasus baru sehari sebelumnya 6 orang, sembuh 5 orang dan meninggal nihil. Jumlah tersebut dilansir dari harianSIB.com dan laporan media harian Covid-19 Kemenkes, Selasa (30/11).

Di hari yang sama, Sumut kembali turun ke peringkat 22 sebagai daerah penyumbang kasus baru Covid-19 di Indonesia. Sehari sebelumnya, Sumut pada peringkat 9.

Peringkat pertama diraih Jawa Barat sebanyak 68 orang, DKI Jakarta peringkat kedua sebanyak 44 orang, Jawa Tengah peringkat ketiga sebanyak 35 orang, Jawa Timur peringkat keempat sebanyak 35 orang.

DI Yogyakarta peringkat kelima sebanyak 20 orang, Bali peringkat keenam sebanyak 13 orang, Sulawesi Selatan peringkat ketujuh sebanyak 12 orang, Riau peringkat kedelapan sebanyak 9 orang, Bangka Belitung peringkat kesembilan sebanyak 9 orang.

Lampung peringkat 10 sebanyak 7 orang, Sulawesi Utara peringkat 11 sebanyak 7 orang, Papua Barat peringkat 12 sebanyak 6 orang, Sulawesi Tengah peringkat 13 sebanyak 5 orang, Banten peringkat 14 sebanyak 4 orang.

Kalimantan Timur peringkat 15 sebanyak 4 orang, Nusa Tenggara Timur peringkat 16 sebanyak 3 orang, Aceh peringkat 17 sebanyak 2 orang, Sumatera Barat peringkat 18 sebanyak 2 orang.

Sumatera Selatan peringkat 19 sebanyak 2 orang, Kalimantan Barat peringkat 20 sebanyak 2 orang, Kalimantan Utara peringkat 21 sebanyak 2 orang, Sumatera Utara peringkat 22 sebanyak 1 orang.

Sementara, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami penurunan, namun sampai sejauh ini pemerintah belum juga menurunkan status pandemi menjadi endemi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah MM menyatakan bahwasanya penularan Covid-19 sampai saat ini memang masih mungkin terjadi. Bahkan, organisasi kesehatan Dunia (WHO) juga masih menetapkan Covid-19 sebagai pandemi secara global.

"Jadi, kalau situasi sekarang di Indonesia, pemerintah sampai saat ini belum ada memutuskan bahwa terkait Covid-19 ini berubah statusnya dari pandemi menjadi endemi, termasuk Sumut," katanya.

Ia menjelaskan, secara pemakaian istilah, pandemi dan endemi itu berbeda dan berkaitan dengan jumlah kasus penyakit yang luar biasa. Pandemi itu, sebut dia adalah situasi penyebaran penyakit yang melewati batas negara, sedangkan endemi terlokalisir di satu negara.

"Jadi bukan hanya Covid-19 saja, penyakit apa pun sebetulnya bisa menjadi pandemi," jelasnya. Ia mengakui walaupun saat ini di beberapa tempat telah terjadi penurunan kasus Covid-19 secara signifikan, tapi dia menuturkan masih tidak menutup kemungkinan terjadi ladakan baru.

Bahkan, sambung dia, untuk daerah yang telah ditetapkan sebagai zona hijau sekalipun, status pandemi juga masih berlangsung. "Makanya protokol kesehatan tetap harus dijaga dan tetap dimonitor oleh pemerintah. Sampai saat ini jugakan, Satgas masih terus bekerja agar jumlah kasus tidak naik lagi," imbuhnya.

Begitu juga, untuk mencegah penyebaran Covid-19 saat perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah kembali menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III secara serentak, walau ada daerah yang telah level I atau II.

Hal ini, tegas Aris, menandakan bahwasanya kita harus tetap waspada. "Jadi kalau ditanya kapan pandemi akan menjadi endemi, tentunya harus ada kajian-kajian khusus dulu," pungkasnya. (SS6/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com