Kasus Korupsi Bansos, KPK Panggil Pengacara Hotma Sitompul

* 8 Saksi Juga Dipanggil Kasus Suap Ekspor Benur

203 view
Ari Saputra/detikcom
Gedung KPK
Jakarta (SIB)
Penyidik KPK memanggil seorang pengacara bernama Hotma Sitompul terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona. Hotma diperiksa untuk tersangka Matheus Joko Santoso.

"Yang bersangkutan dipanggil menjadi saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (19/2).

Hotma tiba di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persana, Jaksel, sekitar pukul 13.40 WIB.

Selain Hotma Sitompul, KPK juga menjadwalkan pemanggilan kepada dua orang saksi lain. Mereka adalah Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal Akhmat Suyuti dan istri dari Matheus Joko Santoso, Elfrida Gusti Gultom.

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

Hotma Sitompul pun menjelaskan alasan bolak-balik kantor Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Hotma mengatakan bahwa Lembaga Bantuan Hukum Mawar Sharon yang dikelolanya pernah diminta mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menangani kasus yang menyangkut anak di bawah umur. Menurutnya, anak tersebut menjadi korban kekerasan seksual.

"Jadi Pak Menteri (Juliari Batubara) sangat perhatian pada kasus itu, dimintalah membantu di saat bansos-bansos ini saya mondar-mandir di Kemensos," kata Hotma di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (19/2).

"Ngapain saya mondar-mandir di situ? Saya jelaskan semua demi kepentingan anak di bawah umur. Di mana pak menteri menaruh perhatian terhadap anak di bawah umur ini," tambahnya.

Hotma membantah terlibat dalam kasus korupsi bansos. Dia mengatakan, usai membantu kasus yang ditanganinya, dia tidak menerima honorarium dari Kemensos.

"Saya dengan jujur setelah selesai dapat honorarium Rp 5 juta, Rp 3 juta, Rp 2 juta untuk 3 lawyer kita, kami kembalikan kepada anak di bawah umur itu," katanya.

Seperti diketahui, penyidik KPK memanggil Hotma Sitompul terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Corona. Hotma akan diperiksa untuk tersangka Matheus Joko Santoso.

"Yang bersangkutan dipanggil menjadi saksi untuk tersangka MJS (Matheus Joko Santoso)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (19/2).

Kasus korupsi bansos Corona ini menjerat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka. Dia dijerat bersama empat orang lainnya, yaitu Matheus Joko Santoso, Adi Wahyono, Ardian IM, dan Harry Sidabuke.

Dua nama awal merupakan pejabat pembuat komitmen atau PPK di Kemensos. Sedangkan dua nama selanjutnya adalah pihak swasta sebagai vendor pengadaan bansos.

Geledah
Penyidik KPK juga menggeledah dua kantor perusahaan terkait kasus korupsi bantuan sosial atau bansos Corona. Dalam penggeledahan itu, diamankan sejumlah dokumen dan alat elektronik yang terkait dengan perkara.

Ali Fikri mengatakan, penggeledahan di lakukan pada Kamis (18/2). Dua lokasi penggeledahan itu ada di kawasan Bekasi, Jawa Barat, dan Jakarta.

"Barang bukti yang diamankan di antaranya berbagai dokumen dan alat elektronik yang terkait dengan perkara," kata Ali.

Kantor perusahaan pertama yang digeledah KPK adalah PT IVA, yang ada hubungannya dengan seorang operator dari legislator PDIP Ihsan Yunus, Agustri Yogasmara alias Yogas. Perusahaan kedua yakni CV BA yang memiliki hubungan dengan staf ahli mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara, Kukuh Ary Wibowo.

"Selanjutnya barang bukti tersebut akan dilakukan analisa dan verifikasi mendalam untuk dilakukan penyitaan," ucap Ali.

PANGGIL
Penyidik KPK juga memanggil delapan orang saksi terkait kasus suap ekspor benih lobster atau benur. Dua di antaranya adalah mantan Dirjen Perikanan Tangkap Jalan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Zulfikar Mochtar dan Tenaga Ahli DPR RI Chusni Mubarok.

"Mereka dipanggil sebagai saksi untuk tersangka EP (Edhy Prabowo)," kata Ali Fikri.

Enam saksi lainnya juga dipanggil KPK sebagai saksi untuk tersangka Edhy Prabowo. Mereka tercatat berstatus sebagai mahasiswa, karyawan swasta, wiraswasta, pegawai negeri sipil, hingga petani/pekebun.

Berikut enam saksi yang dipanggil KPK:
1. Esti Marina (mahasiswa), 2. Jaya Marlian (karyawan swasta), 3. Syaekhur Rahman (wiraswasta), 4. Elsi (PNS), 5. Ade Tirta Kamandanu (karyawan swasta), 6. Zulhijar (petani/pekebun). (detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com