Kasus PRT Indonesia Dipaksa Minum Air Closet, Suami-Istri Singapura Dihukum Bui


271 view
Kasus PRT Indonesia Dipaksa Minum Air Closet, Suami-Istri Singapura Dihukum Bui
dok. Thinkstock
Ilustrasi
Singapura (SIB)
Pasangan suami-istri di Singapura dihukum bui karena menganiaya seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia yang bekerja untuk mereka. Pasangan itu dinyatakan bersalah telah memukul, menendang dan memaksa si PRT minum air dari closet duduk.

Seperti dilansir, Selasa (31/8), Ooi Wei Woen dan suaminya, Pang Chen Yong, keduanya berusia 37 tahun, mengaku bersalah atas tujuh dakwaan penganiayaan terhadap Sri Rahayu, seorang PRT Indonesia berusia 33 tahun yang bekerja untuk mereka.

Ooi divonis 20 bulan penjara, sedangkan Pang divonis empat bulan penjara.

Tindak penganiayaan itu terjadi beberapa bulan setelah korban bekerja untuk pasangan itu mulai April 2017. Keduanya memukuli korban ketika korban dianggap gagal untuk menyelesaikan tugas-tugasnya sesuai dengan keinginan mereka. Selain menjadi PRT, korban juga mengasuh kedua anak pasangan itu, yang berusia 2 tahun dan 9 bulan.

Jaksa penuntut Goh Qi Shuen mengungkapkan dalam persidangan bahwa Ooi akan menampar korban di kedua pipinya, meninju dahi korban atau memukul tangan korban dengan penggaris logam saat merasa kesal dengan korban.

"Dalam kesempatan lainnya, demi menghukum korban yang gagal memastikan cucian kering, Ooi menyuruh korban membasahi pakaiannya dan tidur sambil mengenakannya," sebut jaksa Goh dalam persidangan, sembari menyatakan bahwa hal itu benar-benar dilakukan korban.

Dalam sebuah momen lainnya antara Juli-November 2017, Ooi mengusapkan popok anaknya yang berisi kotoran ke wajah korban. Pada insiden lainnya, Ooi menyuruh korban meminum air di closet duduk, yang dilakukan korban karena dia tidak ingin dipukul.

Dalam insiden lain, Pang mengomeli korban karena dianggap tidak menjalankan tugasnya dengan baik dan memukuli tangan korban dengan panci beberapa hari, baru berhenti setelah pegangan panci itu patah. Pemukulan itu membuat korban mengalami luka memar dan kedua tangannya bengkak.

Korban berhasil melarikan diri saat kedua majikannya sedang mengurusi bayi mereka dan meminta tolong seorang PRT Indonesia lainnya yang kebetulan melintas. Korban dibawa ke kantor polisi lalu ke Rumah Sakit Khoo Teck Puat.

Pengadilan setempat memutuskan Pang akan memulai masa hukumannya, Senin (30/8) waktu setempat, sedangkan Ooi baru akan menjalani masa hukuman mulai 3 Januari demi memungkinkan setidaknya salah satu orangtua untuk mengasuh anak-anak mereka saat yang lain dibui. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com