Kebijakan Wali Kota Medan ASN dan P3K Wajib Kenakan Baju Adat Setiap Jumat Dinilai Bantu UMKM


330 view
Kebijakan Wali Kota Medan ASN dan P3K Wajib Kenakan Baju Adat Setiap Jumat Dinilai Bantu UMKM
(Foto: Dok/Diskominfo Medan)
PAKAIAN ADAT: Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution (tengah) didampingi isteri Kahiyang Ayu melihat langsung pakaian adat produk UMKM Kota Medan, Jumat (17/9). 
Medan (SIB)
Kebijakan Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution terkait kewajiban ASN dan P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) mengenakan baju adat setiap hari Jumat mendapat dukungan dan apresiasi. Ketika diwawancara melalui telepon seluler, Minggu (19/9), Dosen Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, Dian Marisha SS MSI menilai, kebijakan tersebut sangat tepat karena dapat menumbuhkan kembali nilai kebudayaan khususnya bagi generasi muda. Dengan kebijakan baju adat itu, secara otomatis para ASN dan P3K akan memperkenalkan kebudayaan kepada generasi muda Kota Medan.

"Minimal nilai kebudayaan ini diperkenalkan di lingkup yang paling kecil yakni keluarga. Paling tidak, ASN dan P3K setiap minggunya akan mengenalkan kebudayaan kepada keluarganya, khususnya anak yang ada di rumahnya," katanya.

Selain itu, menurutnya, kebijakan tersebut akan memberi dampak positif bagi pelaku UMKM khususnya pengrajin pakaian adat, karena mereka akan lebih terbantu di masa pandemi Covid-19. Disebutkan, imbauan wali kota agar ASN dan P3K membeli pakaian adat ke pelaku UMKM dinilai akan sangat membantu.

"Selain menumbuhkan kembali kebudayaan, saya menilai kebijakan itu berdampak positif bagi pelaku UMKM, karena pengrajin pakaian adat akan bangkit sejalan dengan permintaan pasar," sebutnya.

Hal senada juga diakui Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Edliaty Siregar, yang menilai kebijakan Wali Kota Medan mewajibkan ASN dan P3K mengenakan pakaian adat saat bekerja setiap hari Jumat berdampak positif kepada pada pelaku UMKM khususnya yang bergerak di bidang pakaian adat. Diakui, pihaknya telah mendata para pelaku UMKM yang memproduksi atau menjual pakaian adat.

Berdasarkan hasil pendataan, diketahui terdapat peningkatan penjualan baju adat setelah diberlakukannya kebijakan Wali Kota Medan tersebut. Ke depan, akunya, pihaknya akan terus melakukan pembinaan terhadap para pelaku UMKM agat tetap semangat dalam memproduksi pakaian adat yang berkualitas.

"Kami telah mendata pelaku UMKM dan terbukti ada peningkatan penjualan baju adat sejak bapak Wali Kota Medan mengeluarkan kebijakan mengenakan baju adat bagi ASN dan P3K. Tentunya kami terus memotivasi dan melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM agar semangat untuk bangkit kembali setelah terdampak pandemi Covid-19," paparnya.

Diketahui, untuk membangkitkan dan melestarikan kembali kebudayaan yang beragam di Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan ASN dan P3K mengenakan pakaian adat saat bekerja setiap hari Jumat. Melalui kebijakan yang termuat dalam Surat Keputusan Wali Kota Medan No:025/02.K/VIII/2021 tentang Pakaian Dinas dan Atribut Pakaian Dinas Harian Khas Daerah di Lingkungan Pemko Medan itu, Bobby juga berharap hal itu dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM yang memproduksi pakaian adat daerah.

"Dengan kebijakan ini, saya ingin membangkitkan dan melestarikan kembali kebudayaan yang beragam di Kota Medan.
Saya juga ingin mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM atau pengrajin yang memproduksi pakaian adat daerah," kata wali kota beberapa waktu lalu.

Menurutnya, Medan merupakan kota yang multikultural dengan keberagaman budaya yang dapat menjadi kekuatan besar untuk mempercepat pembangunan. Karena itu, Bobby mengimbau seluruh ASN dan P3K tidak hanya menyewa, tapi datang langsung dan membeli pakaian adat ke pelaku UMKM.

"Saya mengimbau para ASN dan P3K untuk dapat mengenakan pakaian adat yang dibeli langsung dari pelaku UMKM di Kota Medan. Hal itu akan membantu para pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19," imbaunya. (A16/d)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com