Kejagung Periksa Dirut Kustodian PT Bank Mega Terkait 10 Tersangka Manajer Investasi di PT Asabri


125 view
Kejagung Periksa Dirut Kustodian PT Bank Mega Terkait 10 Tersangka Manajer Investasi di PT Asabri
Foto: SIB/Baren A Siagian
Kapuspenkum Kejagung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak
Jakarta (SIB)
Jaksa Penyidik pidana khusus kejaksaan Agung memeriksa Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Mega Kustodian, DPS sebagai saksi perkara dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi oleh PT. Asabri (Persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012 s/d 2019.

“Saksi DPS selaku Direktur Utama (Dirut) PT. Bank Mega Kustodian diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI),” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta, Jumat (03/09)

Selain DPS, sambung Kapuspenkum yang akrab disapa Leo itu, tim penyidik juga memeriksa tiga orang lainnya, yakni, YM selaku Divisi Investasi PT. Asabri (Persero), ME selaku mantan Sales PT. Trimegah Sekuritas dan MM selaku pihak swasta.

"Mereka juga diperiksa terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI)," ungkap Leo.

Adapun tersangka 10 Manajer Investasi (MI) tersebut yaitu: Korporasi PT IIM, PT MCM, PT PAAM PT RAM, PT VAM, PT ARK, PT. OMI, PT MAM, PT AAM dan PT CC.

Ditegaskan Leo, penetapan tersangka terhadap perusahaan manajer investasi (MI) dilakukan berdasarkan gelar perkara (ekspose) yang diketahui dari hasil pemeriksaan terhadap pengurus manager investasi telah menemukan fakta reksa dana yang dikelola oleh MI yang pada pokoknya tidak dilakukan secara profesional. Selain itu, pengelolaan dana juga tidak independen karena dikendalikan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pihak pengendali tersebut, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara yang digunakan oleh MI.

Perbuatan MI tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan tentang pasar modal dan fungsi-fungsi manajer Investasi serta peraturan lainnya yang terkait dan mengakibatkan kerugian keuangan negara pada Asabri sebesar Rp 22.788.566.482.083,00 atau Rp 22 triliun lebih.

Atas perbuatannya para tersangka dikenakan Pasal 2 jo. Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20/2001 tentang Perubahan Atas UU No.31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dan Pasal 3 dan Pasal 4 UU No.8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(H3/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com