Jumat, 14 Juni 2024 WIB

Kejagung Periksa Menkominfo Johnny Plate 6 Jam

* Dicecar 26 Pertanyaan soal Korupsi BTS
Redaksi - Kamis, 16 Maret 2023 09:03 WIB
350 view
Kejagung Periksa Menkominfo Johnny Plate 6 Jam
Foto: Kompas.com/Rahel
PEMERIKSAAN: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate (tengah) memberikan keterangan pers setelah menjalani pemeriksaan saksi di kasus pengadaan BTS 4G Bakti Kominfo di Lobi Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Rabu (15/3).&
Jakarta (SIB)
Menkominfo Johnny G Plate dicecar 26 pertanyaan oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus korupsi proyek BTS 4G dan Bakti Kominfo. Setelah memeriksa Plate, Kejagung akan segera melakukan gelar perkara terkait kasus tersebut.

"Pemeriksaan dimulai dari jam 9, dan kita akhiri tadi jam 3, tepat 6 jam menjawab 26 pertanyaan, dan menurut hemat kami semua pertanyaan dijawab dengan baik sesuai harapan kami," kata Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Kuntadi di kantornya, Rabu (15/3).

Sebelumnya penyidik akan mengonfirmasi Johnny Plate selaku pengguna anggaran terkait beberapa dugaan seperti perencanaan pembangunan BTS Kominfo yang awalnya direncanakan akan dilaksanakan selama periode 5 tahun berturut-turut, tapi pembangunan dilaksanakan dalam satu tahun periode. Selain itu, penyidik mendalami terkait dugaan manipulasi perkembangan kemajuan proyek.

Terhadap beberapa dugaan yang didalami penyidik itu, Kuntadi menilai jawaban Johnny Plate telah cukup. Selanjutnya, penyidik akan melakukan gelar perkara.

"Dari hasil pemeriksaan kami anggap cukup dan selanjutnya kami akan lakukan gelar perkara dalam waktu yang secepat-cepatnya untuk menentukan sikap," katanya.

Namun ia belum mengetahui apakah gelar perkara tersebut akan ada tersangka baru atau tidak. Gelar perkara tersebut akan digelar secara terbuka dengan sejumlah jaksa senior, ia meminta agar publik menunggu hasilnya.

"Nanti kita lihat," katanya.

Sebelumnya, Johnny G Plate diperiksa sebagai saksi.

Pantauan wartawan, Plate tiba di Kejagung pukul 08.45 WIB, Rabu (15/3). Dia kemudian keluar dari gedung Kejagung sekitar pukul 15.00 WIB.

Plate mengatakan dirinya menghormati proses hukum yang dilakukan Kejagung. Dia menyatakan tak mau bicara soal materi pemeriksaan karena merupakan kewenangan Kejagung.[br]


"Dengan sangat menyesal saya mohon agar rekan-rekan bahwa saya tidak bisa melaksanakan tanya dan jawab karena ini menyangkut proses hukum yang masih panjang dan belum selesai," ujarnya.


Hasil Tak Sesuai
Kejagung belum bisa menyebut total kerugian negara secara keseluruhan terkait kasus dugaan korupsi proyek BTS 4G dan Bakti Kominfo. Angka kerugian negara itu masih dalam perhitungan.

"Terkait dengan perhitungan kerugian negara sampai saat ini masih dalam proses perhitungan," kata Kuntadi.

Kuntadi mengatakan pihaknya sudah mengirim tim ke beberapa wilayah untuk memeriksa proyek BTS. Namun hasilnya sebagian besar tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan.

"Namun perlu kami sampaikan, beberapa saat lalu kami telah mengirimkan tim ke beberapa wilayah untuk cek ke lokasi dan hasilnya sebagian besar tidak sesuai yang dilaporkan secara resmi kepada kami," ujarnya.

Kuntadi menyebut wilayah yang dimaksud yakni Papua, Sulawesi, hingga NTT.

"Beberapa daerah di antaranya ada NTT, Papua, Maluku, Sulawesi, ada beberapa daerah lainnya. Untuk persentase berapa perkembangan sampai saat ini masih dalam penghitungan kita dan sedang dihitung oleh ahli maupun BPKP," ucapnya.


Periksa 6 Saksi
Selain memeriksa Johnny, Kejagung memeriksa enam orang saksi lain.

"Pada hari ini kita melakukan pemeriksaan saksi lain. Sebanyak enam orang. Satu dari Kominfo, tiga dari Bakti (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi), dan dua dari swasta," ujar Kuntadi.

Dia tak menjelaskan identitas saksi-saksi tersebut. Kuntadi juga enggan menerangkan soal materi pemeriksaan terhadap keenam saksi.

"(Keterangan) kita perlukan dalam rangka untuk memperkuat bukti-bukti yang ada," ucapnya.


Heran
Kejaksaan Agung (Kejagung) mengatakan adik Johnny G Plate, Gregorius Alex Plate, telah mengembalikan uang Rp 534 juta yang diduga merupakan fasilitas dari Bakti Kominfo. Kejagung mengaku sedang mengusut soal aliran duit itu.

"Beliau ini (Gregorius Alex Plate) tidak ada hubungan hukum di Kominfo ya kenapa sampai ada aliran ke sana mendapat fasilitas seperti itu, hari ini kita dalami," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana di kantor Kejagung.[br]


Ketut mengatakan penyidik akan menelusuri dugaan perintah yang dari Johnny Plate kepada adiknya. Dia kembali menegaskan tak ada hubungan hukum antara Kominfo dan adik Menkominfo.

"Apakah ada perintah mungkin dari kakaknya, atau seperti apa nanti kita lihat perkembangannya," ucapnya.

"Tadi nggak ada hubungan hukum, makanya sekarang kita dalami apakah ada hubungan hukum yang lain atau perintah yang lain kan itu," tambahnya.



Bakal Periksa Kembali
Kejagung bakal kembali memanggil adik Johnny G Plate, Gregorius Alex Plate. Pemanggilan masih terkait dengan kasus korupsi BTS Bakti Kominfo.

"Tadi sudah dibilang kalau untuk adiknya (Johnny G Plate) mungkin akan dilakukan pemeriksaan lagi," kata Ketut Sumedana.

Namun, Ketut tidak menyampaikan secara detail terkait waktu pemeriksaan terhadap Gregorius. Sebab, kata dia, penyidiklah yang memiliki kewenangan terkait waktu pemeriksaan.

"Kami belum bisa menyampaikan (detail waktu pemeriksaan), ini kan penyidik yang punya periksa kapan kebutuhannya," ucapnya.

Seperti diketahui, Kejagung mengungkap bahwa Gregorius telah mengembalikan uang Rp 534 juta. Ditanya terkait uang tersebut merupakan alihan dana proyek BTS atau tidak, penyidik tak menjawab dengan detail. Penyidik hanya menyatakan uang itu merupakan fasilitas yang diterima Gregorius dari Bakti Kominfo.

"Tentunya nanti kita lihat setelah kita ekspose. Setelah kita gelar perkara. Tapi yang jelas itu dana dari Bakti. Apakah terkait proyek ini atau tidak, yang kami tau itu diambil dari anggaran Bakti," terang Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus) Kejagung Kuntadi.

Kuntadi menyatakan bahwa penyerahan uang tersebut kepada Gregorius tidak sesuai dengan ketentuan hukum. Sebab, tidak ada ikatan hukum antara Gregorius dan Kominfo. Jadi, kata dia, uang tersebut harus dikembalikan.[br]


"Saya rasa itu sudah materi penyidikan ya, saya nggak bisa menyampaikan di sini. Namun yang jelas sudah saya harus bawahi bahwa penyerahan itu tidak sesuai dengan ketentuan hukum, makanya harus dikembalikan. Apa dan bagaimananya itu jadi materi kami untuk gelar perkara," imbuhnya.

Kuntadi menuturkan Kejagung tengah mendalami terkait keterlibatan adik Johnny dalam perkara itu. Dia menegaskan tidak ada hubungan antara pekerjaan Gregorius dengan proyek BTS Bakti Kominfo.

"Terkait dengan posisi adiknya, sesuai dengan keterangan masih kita dalami. Yang jelas tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan pekerjaan yang bersangkutan (Gregorius Alex Plate),"ucapnya

"Artinya, besar kemungkinan ada kaitannya dengan jabatan saksi yang kita periksa hari ini (Johnny G Plate)," tambahnya.

Ditanya soal kemungkinan penetapan tersangka baru, Kuntadi enggan menjawab. Dia mengatakan untuk sampai pada hal itu, pihaknya harus melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

"(Kemungkinan ada tersangka baru) nanti kita lihat, karena gelar perkara ini kan kita terbuka ya. Seluruh Jaksa senior kita libatkan untuk memberikan saran masukan dan untuk kita tentukan sikap, hasilnya apa nanti kita tunggu," tandasnya. (detikcom/a)





Sumber
: Koran SIB
SHARE:
Tags
beritaTerkait
33 Pejabat Kejagung Dilantik: Asep Nana Jadi Jampidum, Harli Siregar Kapuspenkum
Bantah Tudingan “Lembaga Superbody”, Kejagung Minta Masyarakat Terus Dukung Pemberantasan Korupsi
Menkominfo Minta Google Terapkan AI Berantas Judi Online
Dugaan Korupsi 109 Ton Emas, Kejagung Tetapkan 6 Orang Mantan GM Unit Bisnis di PT Antam
Kapuspenkum Tanggapi Isu Penguntitan dan Pelaporan Terhadap JAM Pidsus
Jampidsus Dilaporkan ke KPK Soal Lelang Aset Sitaan Kasus Jiwasraya, Ini Kata Kejagung
komentar
beritaTerbaru