Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Perintangan Penyidikan Kasus Komoditas Timah


204 view
Kejagung Tetapkan 1 Tersangka Perintangan Penyidikan Kasus Komoditas Timah
Foto: SIB/Puspenkum Kejagung
DIJEBLOSKAN: TT tersangka (baju kotak-kotak) kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022 dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan Tua Tunu Pangkalpinang. 

Jakarta (SIB)

Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan dalam kasus korupsi dalam tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022. Dalam proses penggeledahan, terdapat proses penghalang-halangan sehingga penyidik menetapkan inisial TT sebagai tersangka kasus perintangan penyidikan kasus tersebut.

"Tim Penyidik juga telah menetapkan 1 orang tersangka berinisial TT dengan sangkaan yaitu setiap orang yang dengan sengaja menghalangi atau merintangi secara langsung atau tidak langsung terkait penyidikan (obstruction of justice) perkara dugaan tindak pidana korupsi tata niaga komoditas timah di wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015 s/d 2022," kata Direktur Penyidikan pada Jampidsus, Kejagung, Kuntadi, dalam video yang dibagikan Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, Selasa (30/1).

Kuntadi mengatakan TT ditetapkan sebagai tersangka karena tidak bersikap kooperatif dalam penyidikan. Tim penyidik menyebut tersangka TT melakukan upaya penghalang-halangan, seperti menggembok pintu tempat yang akan digeledah penyidik.

"Tersangka TT disangkakan tindakan Obstruction of Justice karena bersikap tidak kooperatif selama penyidikan, yang berupaya menghalangi Tim Penyidik dengan menutup dan menggembok pintu objek yang akan digeledah, menyembunyikan beberapa dokumen yang dibutuhkan, dengan sengaja tidak memberikan keterangan atau memberi keterangan yang tidak benar sebagai saksi, serta diduga kuat menghilangkan barang bukti elektronik," kata Kuntadi.

Selanjutnya, Tersangka TT ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tua Tunu Pangkalpinang sampai 20 hari ke depan.

SITA UANG TUNAI

Sementara itu, dari penggeledahan di beberapa lokasi di wilayah Kabupaten Bangka Tengah antara lain, di toko dan rumah tersangka TT, tim penyidik menyegel 2 brankas, laci meja dan 1 gudang yang diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana korupsi yang sedang ditangani.

Selain itu, tim penyidik juga menyita 1 unit mobil Porsche, 1 unit mobil Suzuki Swift dan uang tunai Rp1.074.346.700.

Kemudian di kediaman AN diketemukan uang tunai Rp6.070.850.000 dan SGD 32.000 serta beberapa mata uang asing lainnya yang dibungkus dalam kardus rokok di gudang.

Selanjutnya, seluruh barang bukti uang tunai tersebut dititipkan oleh tim penyidik ke Bank BRI Cabang Pangkal Pinang.

Tidak hanya itu saja, tim penyidik juga mengamankan 55 alat berat yang sengaja disembunyikan di dalam bengkel dan di kawasan hutan yang ditutupi pohon sawit di belakangnya.

Alat berat tersebut terdiri dari 53 unit excavator dan 2 unit buldozer.

Dalam upaya mengamankan alat berat tersebut, tim penyidik mendapatkan perlawanan berupa penebaran ranjau paku dan ancaman pembakaran alat berat dari oknum-oknum yang diduga terafiliasi dari pihak-pihak terkait.

“Terkait dengan upaya pihak-pihak yang berpotensi menghambat penyidikan, maka kami mengimbau untuk patuh terhadap ketentuan yang berlaku. Kami pastikan tindakan hukum yang kami lakukan didasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku, objektif, profesional, dan terukur sehingga tidak sepantasnya jika ditanggapi secara melawan hukum," pungkas Kunthadi.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengatakan, kasus yang diduga terjadi pada kurun 2015-2022 tersebut diperkirakan merugikan negara hingga triliunan rupiah.

Kerugian dalam kasus dugaan korupsi di IUP PT Timah Tbk tersebut mencakup kerugian keuangan negara dan kerugian perekonomian negara. Selain karena dugaan pelanggaran hukum, kerugian timbul karena kerusakan lingkungan yang terjadi dalam jangka waktu cukup lama.

Diduga kerjasama tersebut dilakukan secara illegal antara PT Timah Tbk dan pihak swasta. Kerja sama tersebut menghasilkan timah yang diduga dibeli kembali oleh PT Timah Tbk secara melawan hukum sehingga menimbulkan kerugian negara. Untuk penghitungan kerugian negara, penyidik bekerja sama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (detikcom/**/d)

Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com