Kejagung Tetapkan 2 Karyawan CV VIP dan PT MCM Tersangka Kasus Korupsi Komoditas Timah


236 view
Kejagung Tetapkan 2 Karyawan CV VIP dan PT MCM Tersangka Kasus Korupsi Komoditas Timah
(Foto/Puspenkum Kejagung)
Ditahan :  Salah satu tersangka kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022 langsung dijebloskan ke Rutan Salemba Cabang Kejagung, Selasa (6/6). 
Jakarta (SIB)
Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 2 karyawan CV VIP dan PT MCM. Sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata niaga komoditas timah wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah Tbk tahun 2015-2022
Penetapan kedua tersangka yakni TN alias AN selaku Beneficial Ownership dan Manager Operasional Tambang CV VIP dan PT MCM berinisial AA sebagai tersangka setelah tim penyidik menemukan dua alat ukti permulaan yang cukup.
"Tim Penyidik telah memperoleh keterangan dari 115 orang saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan dikaitkan dengan alat bukti yang cukup, keduanya ditetapkan sebagai tersangka,"kata Direktur Penyidikan Pidana Khusus Kejagung Kunthadi di Jakarta, Selasa (6/2).
Selain menetapkan keduanya sebagai tersangka, tim penyidik Kejagung juga langsung menjebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung.
"Untuk kepentingan penyidikan, Tersangka TN alias AN dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Tersangka AA di Rumah Tahanan Negara Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan masing-masing selama 20 hari ke depan," ujar Kunthadi.
Terkait kronologis kasus tersebut, Kunthadi menegaskan, kasus bermula sekitar tahun 2018, CV VIP telah melakukan perjanjian kerja sama sewa peralatan processing peleburan timah dengan PT Timah Tbk, kemudian Tersangka TN alias AN selaku pemilik CV VIP memerintahkan Tersangka AA selaku Manager Operasional Tambang CV VIP untuk menyediakan bijih timah dengan cara membentuk beberapa perusahaan boneka seperti CV SEP, CV MJP, dan CV MB guna mengumpulkan bijih timah ilegal dari IUP PT Timah Tbk;
"Untuk melegalkan kegiatan perusahaan boneka tersebut, PT Timah Tbk menerbitkan Surat Perintah Kerja seolah-olah terdapat kegiatan borongan pengangkutan sisa hasil mineral timah,"bebebr Kunthadi
SITA
Selain itu, Tim Penyidik juga melakukan penyitaan terhadap 55 alat berat yang terdiri dari 53 unit excavator dan 2 unit bulldozer yang diduga kuat milik Tersangka TN alias AN, antara lain, Emas Logam Mulia seberat 1.062 gram.
Sementara uang tunai baik mata uang asing maupun mata uang rupiah. Berikut perinciannya Rp83.835.196.700, USD 1.547.400, SGD 443.400, AUS 1.840.
Kedua tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (**)


Penulis
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com