Kejaksaan Pelajari Kasus Dugaan Penyerobotan 250 Ha Hutan di Puncak 2000 Siosar Karo

* Kasipenkum Kejati Sumut: Sebaiknya Dibuatkan Laporan Disertai Data dan Dokumen

560 view
Kejaksaan Pelajari Kasus Dugaan Penyerobotan 250 Ha Hutan di Puncak 2000 Siosar Karo
Foto Ist/harianSIB.com
Puncak 2000 Siosar Karo

Medan (SIB)

Kejaksaan RI siap menindaklanjuti dan mengusut kasus dugaan penyerobotan lahan kawasan hutan produksi Sibuaten III seluas 250 hektar di Puncak 2000 Siosar Kabupaten Karo,yang diduga dilakukan oknum pengusaha besar asal Medan dan tidak asing lagi di Sumut terkait masalah tanah.


Kesiapan tersebut diungkapkan Kasipenkum Kejati Sumut Yos A Tarigan SH MH,Senin (29/11), ketika ditanya tanggapannya via ponsel sehubungan dengan permintaan DPC Projo (Pro Jokowi) Karo agar Jaksa Agung RI mengusut kasus dugaan penyimpangan terkait penyerobotan lahan kawasan hutan produksi Sibuaten III di Karo,sebagaimana diberitakan media (SIB,29/11) Hal 1.


Menurut Kasipenkum Kejati Sumut,dalam menindaklanjuti atau pengusut dugaan penyimpangan yang disampaikan masyarakat tentu, Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum akan menelaah atau mempelajari kasusnya terlebih dahulu,termasuk yang diungkap DPC Projo Karo ini.Untuk hal ini, kata dia, pihaknya baru mengetahui informasinya dari media. Untuk itu ia juga menyampaikan terimakasih atas informasi dari media tersebut.


Namun Yos Tarigan yang mantan Kasi Pidsus Deliserdang ini berharap, sebaiknya informasi terkait dugaan penyimpangan di kawasan hutan produksi Sibuaten III seluas 250 hektar di Puncak 2000 Siosar Karo yang diungkap DPC Projo Karo itu,dibuatkan dalam bentuk laporan tertulis ke institusi penegak hukum Kejaksaan. Lebih bagus lagi apabila laporan tersebut disertai dan dilengkap data data dan bahan yang bisa memperkuat dugaan penyimpangan tersebut.


“Kejaksaan akan mempelajari dan siap merespon segala bentuk laporan yang masuk, termasuk informasi dari media.Tapi sebaiknya informasi itu dibuatkan dalam bentuk laporan yang dilengkapi data dan dokumen sebagai bahan pendukunnya,” kata Yos Tarigan.


Telah diberitakan,DPC Projo (Pro Jokowi) Karo meminta Jaksa Agung Prof Dr ST Burhanuddin SH MM dan Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo MSi untuk mengusut kasus penyerobotan lahan kawasan hutan produksi Sibuaten III seluas 250 hektar di Puncak 2000 Siosar Kabupaten Karo, yang diduga dilakukan oknum pengusaha besar dari Medan.


Ini disampaikan Ketua dan Sekretaris DPC Projo Karo Lloyd ReynoldGinting Munthe SP dan Imanuel Elihu Tarigan SH kepada wartawan, Minggu (27/11) di Medan menanggapi hebohnya kasus penyerobotan lahan kawasan hutan di Puncak 2000 Siosar Karo.

Menurut Lloyd, kelihatannya pengusaha besar itu kebal hukum, terbukti pilar batas kawasan hutan yang baru-baru ini dibangun pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah I Medan, dirusak, kemudian perusak melakukan pemagaran lahan tersebut dengan pipa besi dan kawat berduri.


Berdasarkan hitungan DPC Projo Karo, ujar Lloyd, kasus penyerobotan lahan hutan produksi tersebut berpotensi menyebabkan kerugian negara yang cukup besar, apalagi harga tanah di Puncak 2000 Siosar yang merupakan kawasan pengembangan wisata saat ini menjadi primadona, sangat mahal.


Jika dikalikan 250 hektar dengan harga tanah Rp 1 miliar/hektar, tambah Lloyd, telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 250 miliar. Hal ini perlu menjadi perhatian khusus oleh Jaksa Agung dan Kapolri untuk menindak tegas siapa saja yang menguasai asset hutan tanpa izin dari Menteri Kehutanan. (BR1/A4/c)


Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com