Kejaksaan Periksa 10 Direktur Terkait Kasus Dugaan Mega Korupsi PT Asabri


72 view
Kejaksaan Periksa 10 Direktur Terkait Kasus Dugaan Mega Korupsi PT Asabri
ANTARA/ HO-Humas Kejagung
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak.
Jakarta (SIB)
Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung memeriksa 10 direktur sebagai saksi kasus dugaan mega korupsi pengelolaan keuangan dan dana Investasi PT. Asabri (Persero) yang merugikan keuangan negara Rp22,78 triliun.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak membeberkan dua direktur yang diperiksa yakni JMF selaku Direktur Utama PT. Victoria Management Investasi dan AAS selaku Direktur PT. Victoria Management Investasi terkait tersangka.

"Penyidik juga memeriksa 8 orang direktur lainnya yang dimintai keterangan terkait pendalaman tersangka 10 Manajer Investasi (MI), yakni AK selaku Direktur Erdikha Sekuritas, SKG selaku Direktur PT. Lotus Andalan Sekuritas, AWK selaku Direktur PT. Indo Premier Sekuritas, AS selaku Dirut PT. Bumiputera Sekuritas, FSP selaku Dirut PT. Recapital Aset Management, FSP selaku Dirut PT. Recapital Aset Management, AWA selaku Direktur Utama PT. Millenium Capital,"kata Leo yang pernah menjabat sebagai asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara itu.

Selain memeriksa 10 direktur, sambung Leo, tim penyidik juga memeriksa 12 saksi lainnya terkait pendalaman pihak terkait. Mereka adalah IKH selaku Sales PT. Pool Advista Sekuritas, DR selaku Sales PT. Ciptadana Sekuritas Asia, J selaku Sales PT. Korea Investment and Sekuritas Indonesia, S selaku Sales PT. Valbury Sekuritas Indonesia, AS selaku Sales PT. Valbury Sekuritas Indonesia, HT selaku Komisaris PT. Mahkota Properti Indo Senayan, IK selaku Kepala Bidang Aset Tetap pada Divisi Pengembangan Usaha PT. Asabri (Persero), LIG selaku Tim Terdakwa Heru Hidayat, S selaku Capital Market Service Head PT. Bank Mega, Tbk, dan RM selaku Admin dan Finance/Keuangan PT. Bumi Nusa Jaya Abadi milik Terdakwa Benny Tjokrosaputro, A selaku Bank Mandiri Custody.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi di PT. Asabri,"pungkas Leo

Seperti diketahui dalam Kasus ini Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka. yakni Jimmy Sutopo selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation dan Benny Tjokrosaputro selaku Direktur PT Hanson Internasional. Kemudian, mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri dan Sonny Widjaja. Kemudian, BE selaku Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS selaku Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019. Ada pula Heru Hidayat selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra dan LP sebagai Direktur Utama PT Prima Jaringan dan Teddy Tjokrosaputro,

Selain itu, Kejagung juga telah menetapkan 10 manajer investasi (MI) sebagai tersangka dalam kasus ini. Kesepuluh tersangka korporasi manajer investasi yaitu PT IIM, PT MCM, PT PAAM, PT RAM, dan PT VAM. Kemudian, PT ARK, PT OMI, PT MAM, PT AAM, dan PT CC. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengumumkan kerugian negara dalam tindak pidana korupsi di PT Asabri, yaitu mencapai 22,78 triliun. Kerugian negara itu timbul akibat adanya kecurangan dalam pengelolaan keuangan dana investasi PT Asabri selama periode 2012-2019. (H3/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com