Kejaksaan Tangkap Terpidana Kasus Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp 120 Miliar


159 view
Kejaksaan Tangkap Terpidana Kasus Korupsi Bank Mandiri Senilai Rp 120 Miliar
Foto SIB/Baren Siagian
DITANGKAP : Harianto Brasali (kiri) terpidana buronan kasus korupsi PT Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat yang merugikan keuangan negara Rp 120 miliar, ditangkap di Cluster Gunung Raya Kav 17, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (28/9).
Jakarta (SIB)
Tim tangkap buronan (Tabur) Kejaksaan Agung bersama Tim Tabur Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat menangkap kembali terpidana buronan kasus korupsi PT. Bank Mandiri Cabang Prapatan Jakarta Pusat yang merugikan keuangan negara sebesar Rp. 120 miliar, Harianto Brasali, Selasa (28/9).

"Terpidana Harianto Brasali diamankan di Cluster Gunung Raya Kav 17, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Selasa (28/9)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leornad Eben Ezer Simanjuntak di Jakarta.

Kapuspenkum Kejagung menegaskan dalam kasus ini pria berusia 54 tahun itu, bersama-sama melakukan, turut serta melakukan atau menyuruh melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu PT. Bank Mandiri Cabang Jakarta Prapatan sebesar Rp120 miliar.

Menurutnya, dalam persidangan, pria yang tinggal di Jalan Setia Budi II/28 Jakarta Selatan dihukum bersalah berdasarkan Putusan MA RI Nomor : 1558K/PID/2005 tanggal 27 Maret 2006, Terpidana melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 300 juta dan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan," beber Leo.

Namun sebelum dieksekusi jaksa ke penjara, Harianto melarikan diri, meski sudah tiga kali dilayangkan surat panggilan. Tidak ingin kehilangan buruannya, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta langsung memasukkan namanya dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Hingga akhirnya Harianto pun tidak berkutik ditangkap tim Tabur Kejaksaan.

Terkait masih banyaknya terpidana yang masih melarikan diri, Leo menghimbau melalui program Tabur untuk segera menyerahkan diri guna mempertanggung-jawabkan perbuatannya.

"Karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan," pungkasnya. (H3/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com