Kejari Binjai Usut Dugaan Penyalagunaan Dana BOS Rp 496 Juta


204 view
Kejari Binjai Usut Dugaan Penyalagunaan Dana BOS Rp 496 Juta
Istimewa
Kajari Binjai M Husein Admaja SH MH
Binjai (SIB)
Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai memulai penyidikan kasus dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Añggaran 2019 dan 2020 senilai Rp 494 juta oleh oknum Kepala Sekolah (Kepsek) pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 027977 dan SDN 027688.

Hal itu dibenarkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Binjai M Husein Admaja SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Binjai Iwan Roy Charles Sibagariang SH saat dikonfirmasi SIB melalui telepon selulernya, Senin (12/7).

Dijelaskan, dugaan penyalahgunaan Dana BOS itu sudah masuk dalam proses penyidikan dan terperiksa berinisial AH (57) warga Jalan Letnan Umar Baki, Kecamatan Binjai Barat, Binjai sudah diminta keterangannya pada proses penyelidikan.

Lebih lanjut dikatakannya, dana BOS kedua SDN itu berbeda. Untuk SDN 77 mencapai Rp308 juta dan SDN 88 sekitar 190-an juta. "Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, memang ada ditemukan beberapa belanja barang, tetapi barang tersebut tidak ada, yang ada hanya kwitansi," ujarnya.

Ditambahkannya pemeriksaan sudah berulang kali dilakukan oleh jaksa di Kejari Binjai, untuk melengkapi bukti-bukti dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait penggunaan dana BOS di kedua sekolah tersebut.

AH yang menjabat Kepsek di kedua SD itu sudah menjalani tiga kali pemeriksaan dalam dugaan tindak pidana korupsi oleh Tim Intelijen Kejari Binjai.

Atas adanya indikasi perbuatan melawan hukum tersebut, selain sang Kepsek, terdapat 22 orang lainnya yang patut diduga mengetahui kasus itu juga turut diperiksa untuk dimintai keterangannya di Kejari Binjai.

Penyelidikan dalam kasus itu berawal dari adanya laporan aduan masyarakat (Lapdumas) yang diterima kejaksaan. Kemudian dilanjutkan proses penyelidikan.

"Benar, awalnya kita menerima laporan dan aduan masyarakat terkait dugaan korupsi dana BOS. Selanjutnya, kita lakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) serta diikuti langkah penyelidikan," kata Iwan Roy Charles.

Dalam penyelidikan yang dilakukan Tim Intelijen Kejari Binjai ditemukan adanya indikasi kerugian negara bernilai ratusan juta rupiah, yang berasal dari dua mata anggaran dana BOS pada dua SD tempat sang Kepsek merangkap jabatan.

"Dalam penyelidikan kita, ditemukan adanya indikasi kerugian keuangan negara sebesar Rp.196.667.000,- dengan rincian dana BOS Tahun Anggaran 2019, belanja fiktif sebesar Rp.93.297.000,- dan SPJ fiktif sebesar Rp.92.927.000,- serta dana BOS Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp.27.600.000,-," ujarnya.

Roy Charles menjelaskan, indikasi kerugian negara yang timbul atas dugaan tindak pidana korupsi juga terlampir dalam hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Binjai. Dimana, nilai potensi kerugiannya juga dapat bertambah, mengingat, penggunaan dana BOS di kedua sekolah tersebut tidak berdasarkan Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS).

"Untuk nilai kerugian negaranya juga belum dapat dipastikan, karena hasil audit Inspektorat Binjai, hanya berdasarkan belanja fiktif dan SPJ fiktif, namun kenyataannya, SDN 027977 dan SDN 027688, tidak pernah membuat RKAS sebagai pedoman dalam melaksanakan pengelolaan dana BOS tersebut," jelas Kasi Intel.(A06/d)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com