Setelah Menginap Sehari di Sel Kejati Sumut

Kejati Sumut Serahkan Terpidana Perdagangan Orang ke Kejati NTT


147 view
Kejati Sumut Serahkan Terpidana Perdagangan Orang ke Kejati NTT
TRIBUN MEDAN/HO
KEJATI Sumut menyerahkan terpidana Stefen Agustinus alias Ko Avendi ke perwakilan Kejati Nusa Tenggara Timur (NTT).   
Medan (SIB)
Stefen Agustinus alias Ko Aven, yang berhasil ditangkap Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut dari kediamannya Jalan Metal No 34 Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli,Rabu(13/1) lalu setelah 3 tahun masuk DPO(daftar pencarian orang) perkara Tindak Pidana Perdagangan Orang,Kamis(14/1) diserahkan Kejati Sumut kepada Kejati Nusa Tenggara Timur(NTT),untuk selanjutnya diboyong ke Kupang NTT guna pelaksanaan eksekusi putusan Mahkamah Agung(MA) yang menghukum terpidana 7 tahun penjara.

Terpidana yang sempat menginap di ruang Sel Kejati Sumut sejak Rabu(13/1), diserahkan Asisten Intelijen(Asintel) Kejatisu Dr Dwi Setyo Budi Utomo melalui Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian yang diterima Kejati NTT diwakili Kepala Seksi A pada Asintel Kejati NTT M Nur E Firdaus, di Lobby Lantai 1 Kejati Sumut Jalan Jend AH Nasution(jalan Karya Jasa) Medan.

Menurut Kasi Penkum,penangkapan terhadap terpidana Stefen Agustinus dilakukan Tim Tabur Kejati Sumut atas permohonan bantuan penangkapan dari Kajati Nusa Tenggara Timur(NTT) tanggal 12 Januari 2021. Setelah menerima data data terpidana,Tim Tabur Intelijen dipimpin Asintel Dwi Setyo Budi Utomo ,langsung bergerak ke alamat terpidana setelah salah seorang tim menyamar sebagai warga yang ingin mengirimkan barang ke Sabang. Upaya ini dilakukan untuk memudahkan tim bisa masuk ke dalam rumahnya yang juga dijadikan sebagai kantor ekspedisi pengiriman barang dari Medan ke Sabang.

Disebutkan,sesuai amar Putusan Mahkamah Agung(MA) No. 2479K/PID.SUS.2017 tanggal 31 Januari 2018, terpidana terbukti melanggar pasal 48 ayat 1 UU NO. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan dijatuhi hukuman 7 (tujuh) tahun penjara. Penangkapan dilakukan untuk eksekusi putusan berkekuatan hukum tetap dari MA tahun 2018 tersebut.

Kasi A pada Asintel Kejati NTT M Nur Eka Firdaus SH mengatakan,perkara tindak pidana perdagangan orang itu dilakukan terpidana secara terorganisir bersama dua tersangka lainnya yang belum tertangkap atau DPO,yang mengakibatkan satu orang korbannya meninggal dunia di Malaysia 2017 lalu. Perdagangan orang itu dilakukan untuk dipekerjakan di luar negeri.

”Mohon doanya rekan rekan pers,kami baru sampai dari Kupang NTT khusus datang menjemput terpidana yang sudah 3 tahun DP, dan sore ini juga kami langsung berangkat membawa terpidana via Jakarta ke Kupang NTT”,ujar M Nur E Firdaus, sesaat sebelum meninggalkan Kejatisu.(BR1/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com