Kejati Sumut Tangkap Direktur PT KBN DPO Kasus Korupsi Sarana Air Minum di Toba


142 view
Kejati Sumut Tangkap Direktur PT KBN DPO Kasus Korupsi Sarana Air Minum di Toba
foto:dok/penkum kejatisu
TANGKAP DPO: Asintel Kejati Sumut Dr Dwi Setyo Budi Utomo (kanan) didampingi Kasipenkum Yos Tarigan(tengah) dan Kasi E pada Asintel Donnel Sitinjak saat paparan seputar penangkapan terpidana status DPO (membelakangi kamera baju oranye), Kamis(13/1-2022).
Medan (SIB)
Tim Tangkap Buronan (Tabur) Intelijen Kejati Sumut, Kamis (13/1), berhasil menangkap Juara Pangaribuan (Direktur PT KBN), selaku terpidana dalam perkara korupsi proyek sarana air minum di Sibisa Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasamosir Tahun Anggaran 2007.Penangkapan dilakukan untuk pelaksanaan eksekusi putusan MA yang menjatuhkan putusan lima tahun penjara.

Kajati Sumut IBN Wiswantanu melalui Asintel Dr Dwi Setyo Budi Utomo didampingi Kasi Penkum Yos A Tarigan kepada wartawan mengatakan, terpidana Juara Pangaribuan yang selama ini sudah masuk status DPO (daftar pencarian orang), diamankan di rumahnya sekaligus tempat usahanya Corez Flower & Doorsmer Gang Madirsan Ujung, Tanjungmorawa, Deliserdang.

"Prosesnya berjalan lancar setelah tim Tabur Intelijen terlebih dahulu melakukan pengintaian.Saat diamankan,terpidana tidak melakukan perlawanan dan langsung kita bawa ke Kejati Sumut untuk diserahkan ke Cabjari Tobasamosir di Porsea guna menjalani hukuman," kata Asintel.

Diinformasikan Asintel, jaksa sebelumnya menuntut terpidana 4 tahun penjara dan divonis hakim Pengadilan Tipikor Medan 1,6 tahun.Berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1540 K/Pid.Sus/ 2015 tanggal 24 Maret 2016, terpidana dijatuhi hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan jika denda tidak dibayar maka akan diganti kurungan badan selama 6 (enam) bulan. Lalu terpidana ditetapkan masuk DPO sejak tanggal 31 Juli 2018.Selama pelariannya terpidana berada di Medan dan Tanjungmorawa membuka usaha doorsmer.

Disebutkan,terkait pelaksanaan pekerjaan Pengadaan Sarana Air Minum di Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Tobasamosir bersumber dari DAK senilai Rp. 1.870.000.000, ternyata terpidana menyerahkan (sub-kontrak) seluruh pekerjaan kepada TS (DPO). Pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai waktu, dan volume pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak.

Kerugian keuangan Negara berdasarkan perhitungan BPKP Perwakilan Sumatera Utara sebesar Rp. 519.584.436,41 dan telah dibayarkan ke kas negara.

Menurut Asintel.dalam perkara korupsi ini ada lima yang ditetapkan tersangka oleh Cabjari Porsea.Untuk tersangka DRS, GN dan AM sudah menjalani hukuman. Karena terpidana Juara Pangaribuan sudah berhasil diamankan Tim Tabur Intelijen Kejati Sumut,maka untuk TS yang saat ini masih masuk DPO diharapkan segera menyerahkan diri untuk menjalani putusan MA,kata Asintel.

Lima tersangka ini dituntut Jaksa dengan ketentuan Pasal 3 junto Pasal 18 Undang-Undang(UU) Nomor 3 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana.(BR1/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com