Kematian Corona di AS Tembus 1.000 Sehari, 42 Orang Meninggal Tiap Jam


257 view
Kematian Corona di AS Tembus 1.000 Sehari, 42 Orang Meninggal Tiap Jam
(AP/John Minchillo)
Ilustrasi 
Washington DC (SIB)
Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 1.000 kematian akibat virus Corona (Covid-19) dalam sehari, yang berarti sekitar 42 orang meninggal setiap jam. Data ini tercatat saat varian Delta semakin menyebar luas di wilayah-wilayah AS dengan angka vaksinasi rendah.

Seperti dilansir, Kamis (19/8), kematian akibat Corona di AS mengalami lonjakan dalam sebulan terakhir dan mencapai angka rata-rata 769 kematian setiap harinya -- tertinggi sejak pertengahan April. Data itu didasarkan pada analisis Reuters.
Pada, Selasa (17/8) malam waktu setempat, pemerintahan Presiden Joe Biden mengonfirmasi rencana memperpanjang aturan wajib masker di dalam pesawat, kereta dan bus, juga di area bandara dan stasiun kereta hingga pertengahan Januari mendatang.

Sama seperti negara lainnya, varian Delta memberikan tantangan besar bagi AS.
Penghitungan Reuters dari data resmi negara-negara bagian AS menunjukkan bahwa 1.017 kematian akibat Corona tercatat dalam sehari, atau Selasa (17/8) waktu setempat. Dengan tambahan itu, maka total kematian akibat Corona di AS mencapai 623 ribu orang -- angka kematian tertinggi di dunia.

Diketahui bahwa AS terakhir kali mencatat lebih dari 1.000 kematian dalam sehari pada Maret lalu.
Otoritas AS mulai mempercepat vaksinasi Corona di tengah ancaman baru yang diberikan varian Delta. Menurut penghitungan Our World in Data, jumlah rata-rata dosis yang diberikan dalam tujuh hari meningkat 14 persen dalam dua pekan terakhir.

Sementara pemerintah dan pusat bisnis awalnya menawarkan insentif seperti uang tunai dan hadiah untuk mereka yang bersedia divaksinasi, lonjakan kasus Corona mendorong sejumlah perusahaan dan negara bagian untuk mewajibkan vaksinasi terhadap para pekerja.

Namun kasus-kasus baru Corona terus membanjiri rumah sakit di AS, dengan angka rawat inap tercatat naik 70 persen dalam dua pekan terakhir.

Data penghitungan Reuters menunjukkan AS mencatat rata-rata lebih dari 100 ribu kasus Corona setiap harinya selama 12 hari -- tertinggi dalam enam bulan. Wilayah AS bagian selatan tetap menjadi episentrum wabah terbaru Corona, dengan Florida melaporkan rekor nyaris 26 ribu kasus baru sepekan terakhir.

Sementara itu, jumlah anak-anak yang dirawat di rumah sakit akibat Corona juga meningkat di berbagai wilayah AS. Pada Selasa (17/8) waktu setempat, menurut data Departemen Kesehatan dan Layanan Manusia, angkanya mencapai 1.834 kasus Corona pada anak. Para pakar kesehatan setempat mengaitkan varian Delta lebih mungkin menginfeksi anak-anak dibanding varian original Alpha. (detikcom/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com