Kembali Cetak Rekor Tertinggi, AS Catat 195 Ribu Kasus Corona Sehari

Putra Sulung Trump Positif Covid-19

77 view
dok. AP PHOTO
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di AS 
Washington DC (SIB)
Otoritas Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 195 ribu kasus virus Corona (Covid-19) dalam 24 jam terakhir di wilayahnya. Angka ini mencetak rekor terbaru untuk lonjakan kasus Corona tertinggi dalam sehari.

Seperti dilansir CNN, Sabtu (21/11), data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) melaporkan 195.542 kasus Corona terdeteksi di wilayah AS dalam waktu 24 jam terakhir.

Angka itu mengalahkan rekor tertinggi yang sebelumnya tercatat pada Kamis (19/11) waktu setempat, dengan 187.833 kasus Corona dalam sehari di AS. Dengan kata lain, AS terus mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus harian dalam dua hari terakhir.

Menurut data JHU, total 11.910.906 kasus Corona saat ini tercatat di wilayah AS.

JHU dalam laporannya juga menyebut adanya tambahan 1.878 kematian dalam sehari di wilayah AS. Dengan demikian, total kematian akibat Corona di AS sejauh ini mencapai 254.413 orang.

Total kasus dan kematian akibat Corona itu tercatat dari seluruh 50 negara bagian AS, ditambah wilayah District of Columbia dan beberapa wilayah AS lainnya serta kasus-kasus warga AS yang dipulangkan dari luar negeri.

AS masih menempati peringkat pertama sebagai negara dengan total kasus dan total kematian akibat Corona terbanyak di dunia.

Berpotensi
Lebih dari 3 juta orang di Amerika Serikat ( AS) secara aktif terinfeksi Covid-19 dan berpotensi menular. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan penghitungan resmi, ungkap sebuah studi yang dilakukan para ahli penyakit menular AS baru-baru ini.

Sebuah model yang dilakukan oleh tim Jeffrey Shaman, seorang ahli epidemiologi dari Universitas Columbia, memperkirakan sebanyak 3,6 juta orang di negara itu memiliki infeksi virus corona aktif, dan dapat menyebarkan cukup banyak virus untuk menginfeksi orang lain.

Data untuk penghitungan resmi hanya didasarkan pada jumlah orang yang telah teruji positif Covid-19. Akan tetapi, ada begitu banyak orang tanpa gejala yang berjalan-jalan tanpa mengetahui bahwa mereka dapat menularkan virus.

"Ini buruk, benar-benar buruk," kata Shaman, seorang pakar dalam prediksi dan penularan penyakit menular.

Dia menambahkan bahwa perayaan Thanksgiving mendatang kemungkinan bakal memperburuk penyebaran virus tersebut. "Sayangnya, kita akan melihat banyak orang terinfeksi antara sekarang hingga akhir tahun ini," tuturnya.

Positif COVID-19
Sementara itu, putra tertua Presiden AS Donald Trump, Donald Trump Jr, terinfeksi positif Covid-19. Hal itu diungkapkan oleh juru bicaranya pada Jumat.

"Don dinyatakan positif pada awal minggu dan telah dikarantina di kabinnya sejak hasilnya," kata juru bicara, seperti dilansir AFP, Sabtu (21/11).

Trump Jr disebut tidak memiliki gejala Corona sebelumnya. Kini dia tengah diisolasi sesuai dengan pedoman yang direkomendasikan tim medis.

"Dia benar-benar tidak menunjukkan gejala sejauh ini dan mengikuti semua pedoman Covid-19 yang direkomendasikan secara medis," kata juru bicara pria berusia 42 tahun itu.

Dilansir dari cnnindonesia.com, kekasih Trump Jr, Kimberly Guilfoyle juga dinyatakan positif terinfeksi virus saat keduanya berkampanye untuk Trump dalam Pilpres AS 2020.

Trump Jr menjadi sosok dekat dengan Trump terbaru yang dinyatakan positif Covid-19. Selain dirinya sendiri, beberapa sosok dekat Trump telah lebih dulu dinyatakan positif dalam beberapa bulan terakhir, seperti ibu negara Melania Trump, putra bungsunya Barron, kepala stafnya Mark Meadows, dan sejumlah asistennya.

Trump Jr sendiri termasuk di antara sekitar 250 ribu tamu yang menghadiri pesta malam pemilihan di Gedung Putih. Dalam pesta, hampir semua tamu undangan tak terlihat mengenakan masker.

Praktis, sejak gelaran pesta itu, banyak orang terkait yang dinyatakan positif termasuk Meadows dan Direktur Urusan Politik Gedung Putih, Brian Jack. (detikcom/Kps/d)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com